
Di hutan kecil belakang Klan, Chen berdiri dengan tenang, matanya tertutup nafasnya sangat teratur. Di hadapannya Patriark dan sepuluh Tetua berdiri menatapnya.
Patriark bergumam kecil : "Apa tidak keterlaluan kita ini mengeroyoknya."
Mereka semua hanya bisa menghela nafas pelan.
Chen perlahan membuka mata dan berucap : "Sesuai janjiku. Satu Kibasan tangan."
Perlahan Energi yang sangat besar keluar dari dalam tubuhnya, bahkan Patriark dan Tetua langsung merasakan tekanan besar menimpa tubuh mereka.
Chen melambaikan tangannya seperti menampar ke samping lalu energi besar berbentuk tangan dan terasa sangat panas mengarah dengan cepat menuju para Patriark dan Tetua, sontak mereka semua membentuk tulang-tulang panjang dan melengkung menutupi tubuh mereka. Gabungan rangkaian Tulang ini bahkan sangat kuat dan tidak akan mudah di hancurkan apalagi mereka adalah orang-orang terkuat Klan Nan.
Tapi begitu energi itu menyentuh pertahan mereka, kekuatan besar mendobrak kuat dan menghancurkan tulang-tulang kokoh itu seolah itu hanyalah ranting yang rapuh dan mudah patah.
Boommmm..... Ledakan tercipta akibat benturan itu.
Semuanya, Patriark dan Tetua Klan Nan terpental dan terbang bagaikan busur panah yang lepas.
Mereka terkapar dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Segera mereka berdiri sambil memegang kesakitan. Tatapan mata mereka seolah tak percaya apa yang baru saja mereka alami.
Sedikit guncangan di jiwa mereka, seperti melihat Gajah yang menginjak semut dan semut itu adalah mereka.
Lalu sesaat kemudian, mereka tertawa lantang.
"HahaHa...HahaHa.." Hanya itu yang keluar dari mulut mereka.
"Apa kau masih Nan Chen yang dulu itu? Hahaha" Ucap Patriark Bao sambil tertawa.
"Bahkan leluhur pelindung-pun bukan lawanmu kini nak.. Hahaha.." Lanjut Patriark masih sambil tertawa.
"Benar sekali Patriark, bahkan yang tua ini sekarang merasa pelatihan puluhan tahunku sangat tidak berguna.. Hahaha." Jawab Tetua Ketiga.
Mereka tertawa karena terkejut dan sangat bahagia mengingat Chen yang hilang itu tiba-tiba datang dengan kekuatan sangat besar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah kejadian di hutan kecil, kini mereka sudah kembali ke aula rapat.
"Nak, mungkin jika kau tidak mengemban tugas besar ini aku akan berguru denganmu." Ucap Patriark Chen.
Senyum puas dan bangga tak pernah sirna dari wajahnya.
__ADS_1
"Aku yang tua ini bahkan merasa seperti semua keberuntungan kini sudah kau ambil Nak." Sahut Tetua Kelima.
"Bahkan mungkin kini bukan saja Ayah dan Ibumu, kami sangat bangga padamu Nak." Sahut kembali Tetua Ketujuh.
Chen hanya bisa menampilkan senyum dan sedikit menjura, tidak ada yang bisa Ia ucapkan sekarang. Jangankan mereka, dirinya sendiri-pun tak menyangka akan seperti ini.
"Baiklah, kurasa semua sudah selesai. Mungkin tak lama lagi berita kepulangan Chen akan tersebar. Aku akan menemui Leluhur Pelindung dan membicarakan langsung kepada mereka."
Ucap Patriark Bao.
"Nak, istirahatlah. Mungkin kepulanganmu adalah berkah tapi kepergian saudaramu Fei juga sebuah duka mendalam terutama Bagiku."
Patriark Bao kembali berucap.
Hanya dengan sedikit anggukan maka semua orang yang hadir sudah membubarkan diri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Berita kepulangan Chen dan Cerita dari para Tetua tentang kekalahan mereka menyebar dengan cepat.
Tidak ada satupun yang tidak percaya, menganggap ucapan para Tetua kebohongan adalah kebodohan bagi mereka.
Para Tetua bukanlah pembual dan posisi Tetua bukanlah sebagai pelawak, mereka sadar itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tapi diluar Klan, cerita Chen masihlah hangat dan menjadi pembicaraan orang.
Ada yang percaya ada yang tidak, tapi untuk Para Patriark dan Tetua Klan lain tak ada satupun yang meragukan itu karena mereka sudah mengkonfirmasi langsung dengan Patriark dan Tetua Klan Chen.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Chen sedang membaringkan tubuhnya di kasur, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan memanggil namanya.
Segera Chen berjalan dan membuka pintu.
Ternyata yang mengetuk adalah pelayan.
"Ada apa kau menemuiku?" Tanya Chen.
"Maaf Tuan Muda, Patriark menunggu di aula rapat." Jawab sang pelayan.
Chen hanya mengangguk lalu berkata : "Aku akan mempersiapkan diri terlebih dahulu, tak perlu menunggu. Terima Kasih sudah menemuiku, maaf jika aku merepotkanmu."
__ADS_1
"Tidak sama sekali, Tuan Muda tidak sama sekali merepotkan dan ini sudah menjadi tugas pelayan ini. Jika seperti itu, pelayan ini Izin Undur Diri." Ucap sang Pelayan, lalu langsung berlalu.
Chen menutup pintu dan segera mempersiapkan diri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di Aula Rapat.
Patriark Bao duduk di samping kanan, di kursi utama duduk seseorang yang terlihat sangat sepuh. Dialah Leluhur Pelindung Klan, namanya Nan Dunrui.
Matanya terpejam, tangannya terlipat di dada, wajahnya lurus kedepan dan sedikit menengadah ke atas.
Tak lama kemudian, dari arah pintu ada yang mengetuk.
"Masuklah." Ucap Nan Bao.
Sosok Chen masuk ke aula rapat dan membungkukkan badan.
."Nan Chen hadir, Leluhur dan Patriark" Ucap Chen sopan.
"Duduklah nak, ambil tempat di sebelah kiri-ku." Sahut Leluhur Dunrui.
Chen langsung berjalan ke arah kursi depan dan duduk di sebelah kiri Leluhur Dunrui.
"Aku sudah mendengar semua kisahmu dari Nan Bao, mungkin tak ada yang perlu kau jelaskan lagi. Hanya saja aku ingin bertemu denganmu secara langsung, disini aku mewakili kedua Leluhur yang tidak bisa hadir karena masih dalam masa Pelatihan." Ucap Leluhur Dunrui.
"Aku bahkan tak bisa membaca jumlah lingkaran energimu, bisa ku tebak kini kau sudah memiliki lingkaran energi yang berada di atasku. Berapa Jumlah Energimu Nak?" Tanya Leluhur Dunrui.
"Energi leluhur kini mencapai 20.000 lingkaran, dan energi-ku kini berjumlah 300.000 lingkaran leluhur." Jawab Chen jujur.
Leluhur Dunrui dan Patriark Bao bahkan tersedak dan melotot tak percaya mendengarnya.
"Katakan ini candaan agar latihan selama ratusan tahunku tak sia-sia nak." Ucap Leluhur Dunrui lemas.
Chen hanya bisa tersenyum kecil dan sedikit membungkuk lalu berucap : "Jika bukan karena keberuntungan langit, maka aku kini hanyalah pemuda biasa. Tak ada yang perlu di sombongkan atas apa yang ku capai kini. Karena jika aku sudah merasa di atas, itu adalah bentuk kebodohan dan kesombongan."
"Leluhur dan Patriark adalah eksistensi terkuat di Klan Nan ini, kekuatan bisa di kejar tapi pengalaman hidup langsung tak akan bisa ku kejar. Aku ini masihlah perlu nasihat dan bimbingan dari semua orang." Ucap Chen lagi.
Mendengar jawaban Chen, Leluhur Dunrui dan Patriark Bao tak bisa untuk tak melepas senyum puas di wajah mereka.
Bahkan jika Chen ini ingin menghancurkan Klan mereka, apa yang bisa mereka perbuat?
Atau jika Chen ini ingin menguasai Empat Wilayah Utama, bukankah ini sesuatu yang mungkin saja terjadi?
__ADS_1
Setidaknya ajaran kebaikan, keadilan bagi seluruh anggota Klan, dan menjaga ikatan keluarga antara sesama, kini menunjukkan manfaat tersendiri.
Chen adalah contoh dari mereka yang sudah berhasil di didik dengan baik.