
Tiga Puluh hari berlalu, Lima Ratus kaki dari Gerbang Ibukota Kerajaan Ming - Wilayah Utara.
Mereka berenam Turun dari punggung Elang Petir, setelahnya Elang Petir dimasukkan kembali ke dalam Dunia Kecil.
Chen dan rombongan terbang pelan ke arah Gerbang Ibukota Kerajaan Ming.
Chen melirik Jin Mei.
"Mei'er, kami mengharapkan dirimu kali ini." Ucap Chen pelan.
Jin Mei tanpa melirik, mengangguk pelan.
"Baiklah, Gege tenang saja." Jawab Jin Mei.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gerbang Ibukota Kerajaan Ming.
Mei berdiri paling depan lalu menyodorkan Dua Lencana sekaligus.
Lencana berwarna Emas bertuliskan Asosiasi Harta Duniawi yang hanya dimiliki petinggi Asosiasi dan satu lagi Lencana Emas bertuliskan "Jin-Klan" yang hanya dimiliki oleh Keluarga Inti Klan Jin dari wilayah Jantung Benua.
Dengan Dua Lencana Khusus ini, bahkan prajurit itu enggan bertanya lebih lanjut identitas rombongan yang Jin Mei bawa dan langsung mempersilahkan mereka masuk.
Setelah Rombongan itu masuk, Prajurit jaga lekas memberitahu ke Komandan mereka yang setelah mendengar laporan dari Prajurit jaga tersebut, Sang Komandan bergegas menghadap Jenderal Utama.
Mei berhenti tepat di depan Bangunan yang sangat mewah dan besar, di bagian atas bangunan itu terdapat tulisan "Asosiasi Harta Duniawi" yang menjelaskan jika bangunan mewah itu adalah Gedung Asosiasi Harta Duniawi Cabang Utara.
Ini bukan pertama kali Mei ke wilayah utara, seringnya terlibat bisnis yang menyangkut Asosiasi membuat Mei sudah terbiasa berkeliling ke Lima Wilayah Benua.
Penjaga yang melihat ada rombongan berhenti di depan Gedung Asosiasi, mengerutkan keningnya tapi juga tidak berani bertindak gegabah hanya tatapannya saja terlihat sangat tajam.
Mei melihat penjaga itu seolah menatap mereka dengan tatapan yang tajam langsung berjalan ke arah penjaga tersebut dan mengeluarkan Lencana Khusus berwarna Emas bertuliskan "Jin-Klan".
Penjaga itu bergetar lututnya melihat Lencana yang dipegang oleh gadis cantik di depannya ini adalah Lencana Khusus Keluarga Inti Pemilik Asosiasi Harta Duniawi.
Penjaga itu langsung berlutut dan meminta maaf diikuti oleh rekan disebelahnya.
Tak lama, seseorang berjalan cepat ke arah mereka.
Seorang wanita muda yang menggunakan pakaian serba rapi dan terlihat cukup cantik, wanita muda itu berhenti tepat di depan Jin Mei lalu membungkuk sopan.
"Nona Muda Jin Mei, mohon maaf jika penjaga kami kurang sopan mereka tidak mengetahui siapa Nona Muda Jin Mei." Wanita muda itu berbicara sangat sopan dan lembut serta meminta maaf secara tulus.
Jin Mei menatap wanita muda itu sejenak, lalu mengangguk.
__ADS_1
"Bawa aku ke ruangan Paman Jin Liang." Ucapnya.
Wanita muda itu menunduk sebentar lalu mengangguk.
Jin Mei melihat ke arah Chen dan yang lainnya, memberikan kode wajah agar mereka mengikutinya.
Semua orang yang ada disana tidak ada yang ingin ikut campur, mereka semua hanya melihat keributan kecil ini dari sudut pandang mereka dan setelah Rombongan Mei pergi barulah mereka saling bergosip ringan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ruangan Manager Asosiasi Harta Duniawi cabang Wilayah Utara.
Mei dan rombongan duduk santai, di depannya duduk seorang Pria berumur sekitar 40 tahunan yang tak lain adalah Jin Liang.
"Paman Jin Tian sudah mengabariku perihal kedatanganmu." Ucap Jin Liang.
(Jin Liang memanggil Jin Tian Paman sedangkan Jin Mei memanggil Jin Tian Kakek).
Mei mengangguk kecil.
"Bisakah paman membantu kami, kami butuh Tiga Kamar Besar." Balas Jin Mei.
Jin Liang menatap rombongan yang dibawa oleh Jin Mei, lalu mengangguk paham.
Setelah mengucapkan terima kasih, tidak ada banyak hal yang mereka obrolkan selain Chen, Ling Shi, dan Tiga Nara yang saling memperkenalkan diri.
Jin Liang sebenarnya cukup terkejut melihat Tiga Nara yang memiliki Lingkaran Energi cukup besar yang bisa dikatakan sedikit dibawahnya, tapi rasa penasaran Jin Liang lebih ke Ling Shi yang menurutnya bagaikan jurang tanpa dasar, serta Chen yang ketika di ukur olehnya hanya memiliki 5000 Lingkaran Energi itu sangat berbeda dengan informasi yang diterimanya dari Jin Tian.
Tidak ingin bertindak gegabah, Jin Liang akan menyelidiki semua ini lebih lanjut.
Chen sebenarnya sedikit terkejut ketika di perjalanan tadi melihat beberapa orang yang berpapasan dengannya memiliki Lingkaran Energi lebih besar dibandingkan Leluhur Klan Nan.
Rata-rata orang di wilayah Utara ini memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan wilayah timur, itu yang Chen simpulkan.
Satu Kamar Chen sendirian, Kamar kedua Tiga Nara, Kamar Ketiga Mei dan Ling Shi.
Ling Shi mau sekamar itupun setelah dibujuk dan dipaksa oleh Mei.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kerajaan Ming, wilayah Utara.
Raja Ming Wu-Jian masih duduk setelah makan malam bersama Ratu Zhang Hua dan Pangeran Ming Wu-Tian serta Putri Ming Wu-Ruan.
Ratu yang melihat Suaminya seperti memikirkan sesuatu mencoba bertanya.
__ADS_1
"Ada apakah Yang Mulia Raja seperti memikirkan sesuatu?" Tanya Ratu Zhang Hua pelan.
Raja hanya memejamkan mata, diam selama kira-kira Dua Puluh nafas.
"Anak muda bernama Nan Chen itu sudah masuk ke Wilayah Utara ini tadi." Ucap Raja Ming Wu-Jian.
Ratu sedikit mengerutkan kening, tanda bingung.
"Lantas, apa masalahnya? Jikapun anak muda itu ingin membuat wilayah utara ini seperti wilayah timur bukankah itu hal baik? Aku juga sudah membaca gulungan yang Raja dapatkan dari Jenderal Utama, menurutku semua yang anak muda itu lakukan adalah hal baik." Balas Ratu Zhang Hua.
"Kami berdua juga sudah membacanya, menurut kami justru pemuda itu adalah sosok yang luar biasa." Tambah Pangeran Ming Wu-Tian dan mendapat anggukan dari saudari perempuannya.
"Dia mungkin seumuran kami, tapi jika dibandingkan dengannya kami ini hanyalah semut dihadapan pemuda itu Ayahnda." Timpal Ming Wu-Ruan.
Raja Ming Wu-Jian hanya tersenyum kecut melihat Istri dan Kedua Anaknya memuji Nan Chen.
"Masalahnya adalah Kakek Buyut Ming Wu-Aotian, Kakek Buyut saat ini entah berada dimana tapi jika dirinya mengetahui kalau Ras Manusia dan Ras Hewan hidup berdampingan bukankah dia akan murka dan itu akan menjadi masalah besar di kemudian hari." Jelas Raja Ming Wu-Jian.
Ratu Zhang Hua tersenyum kecil mendengar penjelasan Suaminya.
"Perjalanan pemuda itu di utara ini tidak akan mudah, jika pemuda itu bisa Membujuk Klan Xue mungkin Klan Zhang dan Klan Xung bahkan Kakek Buyut Ming Wu-Aotian bisa ditangani. Tapi itu saja percuma jika pemuda itu tidak bisa bernegosiasi dengan Penguasa Wilayah Hutan Cemara dan Penguasa Wilayah Lautan di ujung perbatasan Daratan Utara." Ucap Ratu Zhang Hua.
"Apakah Ayahnda setuju jika di utara ini nanti Ras Manusia dan Ras Hewan hidup berdampingan?" Tiba-tiba Putri Ming Wu-Ruan bertanya.
Raja Ming Wu-Jian diam sambil berfikir keras.
"Aku setuju saja, bukankah akan sangat bagus jika Kedua Ras bersatu serta menjadikan Wilayah Utara ini lebih baik dan kuat." Jawab Raja Ming Wu-Jian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Novel ini akan ada banyak Plot Percakapan, tidak serta merta harus adu mekanik terus karena kita hidup juga lebih banyak sosialisasinya dibanding tiap saat harus gelud dan gelud. 🙏🙏
Tapi namanya Novel Genre ini, pasti namanya pertarungan itu bagai Lauk yang Kita Makan menemani Nasi Sebagai Makanan Pokok. 🙏🙏
Semoga Pembaca bisa terhibur membaca tulisan receh saya ini, saya akan berusaha semaksimal mungkin menyatukan Plot demi Plot supaya alurnya tersambung walaupun saya sendiri mengakui Tulisan ini Sangat Banyak Celah dan Kecacatan. 🙏🙏
Selebihnya, saya Haturkan Terima Kasih kepada pembaca yang sudah sudi memberikan Like, Komentar, serta memberikan Hadiah dan Vote.
Mohon Maaf jika saya Tidak Bisa membalas Komentar satu-persatu.
Lewat Catatan Kaki ini Saya bisa merangkum semua Rasa Terima Kasih dan Ucapan Maaf Saya. 🙏🙏
Semoga Kita Semua Selalu Sehat dan Berada Dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Aamiin.
__ADS_1