Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 39.


__ADS_3

Di ruang tengah rumah sederhana itu.


Murong, Chen, Mei, dan Ling shi duduk memutari sebuah meja bundar berukuran sedikit besar jika dibilang kecil tapi lebih kecil jika dibilang sedang dan sangat kecil jika dibilang besar.


Murong menatap ketiganya bergantian.


"Jadi mereka berdua adalah calon-mu, awalnya kufikir hanya Shi'er saja calon-mu." Ucap Murong.


Chen tersenyum kecil menanggapi Ucapan Xue Murong.


"Secepatnya aku ingin melanjutkan perjalanan, tujuanku kemungkinan wilayah Utara Kek." Ucap Chen.


"Keputusan ada ditanganmu, jika kau akan ke Pulau Es Abadi segera datangi aku." Balas Murong.


Setelahnya mereka hanya mengobrol kecil, tujuan Chen mengumpulkan mereka adalah agar mereka bisa lebih saling mengenal dan meng-akrab-kan diri. Tidaklah bijak jika orang yang akan menjadi kawan perjalanannya ternyata masih belum begitu mengenal satu sama lain.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dua puluh hari berlalu di Dunia Luar.


Setelah menghabiskan hari-hari di Klan Nan, Hutan Kematian, Hutan Lembah Kabut, serta beberapa area di wilayah Timur ini dan merasa segalanya cukup baik. Tidak ada lagi yang perlu Chen lakukan, karena itu dirinya juga tidak menahan diri terlalu lama lagi.


Dua puluh hari tersebut juga secara tidak langsung semakin melejitkan nama Nan Chen yang ditemani Dua Wanita Cantik di sisinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wilayah Utara, Kerajaan Ming.


Raja Ming Wu-Jian, duduk di singgasana Tahta Kebesaran Kerajaan Ming, disebelah kanan- duduk seorang Wanita berusia 40 tahun dan disebelah kiri- Raja ada dua kursi yang di tempati dua orang remaja yang berwajah mirip tapi berbeda jenis kelamin.


Matanya yang Tajam, auranya yang penuh wibawa, menyiratkan jika sosok Ming Wu-Jian adalah sosok Raja yang tegas dan berpendirian kuat.

__ADS_1


Di hadapan Raja Ming Wu-Jian, berjarak sekitar lima kaki tersusun kursi-kursi yang letaknya lebih rendah dibandingkan Singgasana Raja, disana terlihat duduk beberapa orang dengan pakaian mewah dan satu orang dengan pakaian Ala Ksatria Perang.


Mata Raja Ming Wu-Jian menatap mereka tajam, tapi itu bukanlah kemarahan melainkan memang karakter dirinya yang Harus Tegas dan tidak ingin terlihat lemah di hadapan para bawahannya.


"Bagaimana dengan mata-mata yang telah Kau kirim, Jenderal Utama?" Tanya Raja Ming Wu-Jian.


Jenderal Utama menundukkan kepalanya, memberi hormat, lalu menatap Raja.


"Bisa dipastikan wilayah Timur benar-benar melakukan perubahan dan perombakan besar-besaran."


"Kini ada satu jabatan tambahan yaitu Pelindung Wilayah Timur, kedudukannya sendiri dianggap setara dengan seorang Raja."


"Pelindung itu berasal dari Ras Hewan, untuk kekuatannya sendiri tidak bisa di ukur oleh tim kami tapi bisa dipastikan oleh tim kami jika kekuatannya setara dengan Ketua Jin Tian sebagai pelindung jantung Benua ini."


"Kini Wilayah Timur benar-benar sudah berbeda dan berubah, dimana kini kita bisa melihat manusia dan hewan bahkan saling tolong dan bekerja sama."


"Semua itu tidak lepas dari seorang pemuda bernama Nan Chen yang menjadi kunci dalam perdamaian wilayah timur." Jelas Sang Jenderal Utama.


Raja Ming Wu-Jian mengangguk, mendengar keterangan langsung dari orang kepercayaannya maka tidak ada alasan bagi Raja Ming untuk menganggap Isu di wilayah timur adalah kebohongan belaka.


Jenderal Utama terdiam, kali ini dirinya sedikit ragu untuk membuka suara tapi pada akhirnya dirinya akan tetap mengatakan seluruh informasi yang diterimanya dan menyampaikan kepada Sang Raja.


"Anak muda itu, harus Hamba Akui dirinya seorang pemuda yang sangat cerdas, berbakat, bijak, rendah hati, dan terlalu-sangat kuat."


"Informasi ini langsung Hamba Terima dari Manager Asosiasi Harta Duniawi Cabang Utara yang di dapat langsung dari Ketua Jin Tian, kekuatan anak muda bernama Nan Chen ini bahkan bisa membunuh Ketua Jin Tian dengan sedikit usaha."


"Itupun Ketua Jin Tian Ragu jika kekuatan anak muda itu sebenarnya bahkan jauh lebih kuat mengingat anak muda itu bisa mengalahkan seorang Pria Sepuh yang sangat kuat, dimana kekuatan Pria Sepuh itu bisa menahan tiga orang sekuat Ketua Jin Tian. Tapi Nan Chen itu berhasil mengimbangi dan membuatnya mundur."


"Lebih dari itu, Nan Chen ini juga seorang Alkemia yang bukan hanya seorang Tabib Hebat tapi juga bisa mengolah Pil Tingkat Surga yang sangat Langka."


"Untuk lebih rincinya, Hamba sudah menulis semua jejak rekam sepak terjang Pemuda bernama Nan Chen di gulungan ini." Jelas Jenderal Utama panjang lebar.


Semua orang yang hadir disana tidak ada yang tidak terkejut akan laporan yang dibeberkan oleh Jenderal Utama Kerajaan Ming, bahkan kali ini Raja Ming Wu-Jian berdegup kencang jantungnya.

__ADS_1


"Aku harus bertindak lebih hati-hati kali ini." Ucap Raja Ming Wu-Jian dalam hati.


Lalu Raja Ming Wu-Jian memandang ke arah semua orang di hadapannya.


"Apakah ada saran dari kalian, langkah apa yang akan kita ambil jika Anak Muda itu datang ke Wilayah Utara ini?" Tanya Sang Raja.


Lama mereka saling pandang hingga seorang Menteri membungkuk-hormat.


"Izin menyampaikan Yang Mulia Raja, Hamba sedikitpun tidak meragukan apa yang di ucapkan Jenderal Utama karena Hamba sebagai Menteri Perhubungan juga memiliki mata-mata, dan semua itu memang benar adanya."


"Tapi jika boleh hamba menambahkan, sebenarnya Anak Muda itu bukanlah orang jahat yang Tamak akan Kekuasaan karena Dia menolak secara terang-terangan untuk menjadi Pemimpin Wilayah Timur, bisa dikatakan tujuan utamanya hanyalah ingin menciptakan Perdamaian."


"Kalaupun Hamba harus jujur, Hamba jujur sangat mengagumi Anak Muda itu karena Wilayah Timur kini selain lebih kuat juga lebih aman dan tentram bahkan lebih teratur dan damai." Ucap Menteri Perhubungan jujur.


Semua orang mengangguk, sedikit-banyaknya mereka bisa menyimpulkan semua informasi yang mereka dengar ini bukanlah sesuatu yang akan mengancam Keamanan Wilayah mereka.


Raja Ming Wu-Jian mengangguk, lalu meminta Jenderal Utama menyerahkan Gulungan yang berada di tangannya.


"Baiklah, aku akan mempelajari terlebih dahulu melalui catatan ini tentang apa tindakan lebih lanjut yang akan kita ambil. Sementara ini tetap pantau wilayah perbatasan dan jika Anak Muda itu ingin masuk biarkan saja, tapi pastikan Aku harus mengetahui informasi kedatangannya segera." Ucap Sang Raja.


Semua yang hadir disana membungkuk dan memberi hormat tanda menerima Perintah Sang Raja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lima Ratus Kaki dari wilayah Kerajaan Tang, Wilayah Timur.


Seekor Burung Elang Raksasa yang mengeluarkan petir-petir kecil dari tubuhnya terbang tinggi di udara, di atasnya duduk tiga orang yang tak lain adalah Chen, Ling Shi, dan Mei.


Setelah berpamitan dengan semua orang, mereka tidak membuang waktu dan langsung melanjutkan perjalanan, tujuan Mereka kali ini adalah Wilayah Utara.


Perjalanan dan Kisah baru Chen ke wilayah utara akan di mulai.


Akankah perjalanan Chen ke Utara ini bisa dilewati dengan sangat mulus atau akan ada hambatan dan rintangan sebelum dirinya sampai ke Wilayah Utara?

__ADS_1


Biarlah Waktu yang akan Menjawabnya.


__ADS_2