
Chen berjongkok di depan Pria itu, terlihat wajahnya masih sedikit cemas dan masih memangku cucunya.
"Jika di izinkan, aku akan menyembuhkannya tapi izinkan aku memeriksa kondisi tubuhnya terlebih dahulu." Ucap Chen.
Pria itu terlihat berfikir sejenak, tak lama Ia mengangguk tanda menyetujui tawaran Chen.
Pria itu sedikit terkesan ketika Chen membunuh orang yang telah membuat cucunya sampai seperti ini.
Selain itu, bagaimana cara Chen memberikan teguran dan membuka mata orang dari Klan Xing juga membuat Pria itu berfikir Chen ini anak muda yang sangatlah bijak serta berpandangan lurus.
Tanpa menunggu aba-aba Chen memegang pergelangan tangan wanita muda yang tak sadarkan diri itu.
Selang beberapa saat Chen membuka mata dan menatap Pria itu.
"Aku harus menusukkan beberapa jarum di punggungnya, tapi sangat tidak sopan jika aku melakukan tanpa izin Tuan." Ucap Chen.
"Aku tidak bermaksud buruk, jika aku melakukan hal buruk kepadanya maka potonglah kepalaku saat itu juga." Lanjut Chen tegas.
Pria itu sedikit bimbang, tapi dia juga berfikir nyawa cucunya adalah yang utama.
"Baiklah tapi tidak disini." Jawab Pria itu.
Chen mengangguk, lalu mengeluarkan sebuah botol dari cincin penyimpanannya dan mengeluarkan satu butir pil.
Ketika Pil itu keluar dari Botol, sirkulasi energi semua orang yang berada dalam jarak jangkau bahkan seperti terisi penuh dan aura kehidupan mereka seperti kembali hidup.
Ini seperti kejutan baru lagi bagi mereka, pil apa lagi yang di keluarkan anak ajaib ini?
Tanya mereka dalam benak.
Tak menunggu lama, Chen memasukkan Pil itu ke dalam mulut si wanita dan mendorongnya agar tertelan.
Seketika, vitalitas kehidupan si wanita yang mulai redup seolah mulai menunjukkan tanda akan bangkit.
Setengah batang dupa kemudian Wanita itu sedikit mengeluh... "Uhhh.." Ucapnya sangat pelan. Lalu, kembali tak sadarkan diri.
"Pil yang ku berikan adalah Pil Penyambung Nyawa, setidaknya dia sudah terselamatkan tapi jika jalur energi di dalam tubuhnya yang sangat kacau itu tidak di perbaiki, dia akan lumpuh seumur hidup." Jelas Chen.
Jin Tian, Jin Mei, dan Pria itu terkejut mendengar Chen menyebut Pil Penyambung Nyawa.
Pil yang sangat langka, karena Pil Penyambung Nyawa adalah Pil kualitas Semesta.
Bahkan jika orang itu di ambang kematian selama tersisa satu kali saja detak jantungnya, pasti akan terselamatkan.
Tapi Chen ini, bahkan memberikannya tanpa banyak berfikir.
"Siapa sebenarnya anak ini?"
__ADS_1
Fikir mereka.
"Selanjutnya tinggal membawanya ke tempat aman dan aku akan memperbaiki jalur energi di dalam tubuhnya." Jelas Chen.
Tiba-tiba Jin Tian sudah berada di samping Chen dan berkata : "Bagaimana dengan membawanya ke Asosiasi Harta Duniawi?"
Chen hanya memandang ke arah Pria itu seolah menunggu Konfirmasi.
"Baiklah, secepatnya lebih baik." Jawab Pria itu sambil mengangguk.
"Sebentar, aku akan menemui mereka." Ucap Chen, wajahnya mengarah ke arah orang dari Klan Xing.
Chen menghilang dan langsung tiba di hadapan orang dari Klan Xing.
Menatap mereka sekilas lalu berkata : "Sementara ini, tolong untuk tidak masuk ke Hutan Kematian dan Hutan Lembah Kabut. Sampaikan ini kepada Klan lain yang berada di bawah naungan kalian. Begitu pula Klan Nan, tolong sampaikan ke Patriark Klan Nan untuk memberitahukan ini ke seluruh Klan dibawah naungan Klan Nan."
Chen langsung menghilang dan muncul kembali di sebelah Jin Tian yang kini sudah ada Jin Mei disampingnya.
Mereka saling pandang dan mengangguk lalu serempak terbang ke udara.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa hari berlalu, mereka sudah sampai di Asosiasi Harta Duniawi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kembali ke Asosiasi Harta Duniawi.
Di sebuah kamar yang sudah di sediakan khusus oleh Jin Mei.
"Tuan, cucu anda sudah sadar. Tapi dia masih lumpuh saat ini." Ucap Chen sambil memandang Wanita muda yang terbaring di kasur.
Sebenarnya wanita itu sudah pulih tapi jangankan untuk menggerakkan jari, membuka mata saja terasa sangat sulit.
Jadi dia hanya bisa terbaring di kasur.
"Kalau boleh, sebelum aku menyembuhkannya. Ceritakan sedikit tentang kalian." Chen mencoba untuk mengenal sosok yang akan di tolongnya.
Pria itu mengangguk; "Namaku Mo Yuan Lan dan cucuku bernama Mo Ling Shi, Aku sendiri penguasa Hutan Lembah Kabut. Sisanya kau bisa menebaknya." Jelas si Pria.
"Tak masalah, walaupun kita berbeda Ras aku akan tetap membantu dan jika boleh jujur tujuanku membantu cucu anda adalah karena dari awal aku sudah mencurigai identitas anda." Jawab Chen.
Mo Yuan Lan sedikit mengerutkan kening lalu menatap tajam ke arah Chen.
"Katakan apa maksud tujuanmu sebenarnya." Ucapnya sambil menatap Chen Tajam.
__ADS_1
Sedangkan di kasur, Mo Ling Shi walaupun lumpuh tapi pendengarannya normal jadi dia bisa mendengar ucapan Chen.
Chen hanya mengela nafas.
"Dengarkan dulu Tuan, aku membantu cucu anda tidak ada tujuan apapun. Jujur saja, aku adalah Murid langsung dari Guru Limba. Anda pasti mengenal Guruku." Jelas Chen.
Mo Yuan Lan sedikit terkejut mendengar pengakuan Chen.
"Ceritakan." Ucap Mo Yuan Lan.
Chen mulai menjelaskan bagaimana awal Ia bisa bertemu Gurunya, juga tentang Gurunya yang kini sudah meninggal, dan apa amanah terakhir Gurunya yang harus Ia wujudkan.
Setelah mendengar cerita Chen, Mo Yuan Lan hanya bisa menghela nafas pelan.
"Sekarang aku paham, pantas saja di umur yang sangat muda kau memiliki kekuatan setara denganku dan kau memiliki banyak Pil Langka yang sangat sulit dicari." Ucap Mo Yuan Lan pelan.
Lalu Mo Yuan Lan melanjutkan : "Tapi itu semua tidak mudah, jika bukan karena ini adalah amanah Limba mungkin aku akan menganggapmu Naif. Aku mungkin bisa membantu sedikit nanti, karena apa yang sudah kau lakukan kepada kami juga bukanlah sesuatu yang Kecil."
Chen mengangguk sebentar.
"Untuk Klan Nan tempatku berasal, aku bisa memastikan anggota Klan Nan tidak akan menggangu Ras Hewan lagi."
"Sedangkan Klan Xing, secara kebetulan sekali setelah kejadian kemarin mereka pasti akan gampang di atur dan aku sudah mengingatkan mereka menjauhi Hutan Kematian dan Hutan Lembah Kabut."
"Pihak Kerajaan sendiri, aku pernah hampir menghancurkan Kerajaan Tang ini jadi mungkin akan sedikit mudah. Aku akan mendatangi Raja ketika urusan ini selesai." Jelas Chen.
Yuan Lan sedikit terkejut; "Anak ini sudah selangkah untuk mendamaikan kedua ras di wilayah timur ini."
Lalu Yuan Lan berkata : "Baik, ku pastikan akan memberikan dukungan padamu."
Chen mengangguk dan kembali menjelaskan :
"Lalu tentang Pria Sepuh yang bersama kita, dia adalah Pemilik Asosiasi Harta Duniawi tempat kita menginap sekarang dan salah satu pelindung di Wilayah Tengah. Dia juga sudah mengetahui semua kisahku dan berjanji akan membantuku meyakinkan rekannya, berhasil atau tidak setidaknya ini adalah sebuah harapan."
"Lagipula aku belum ke Benua Tengah, mungkin akan lebih mudah jika aku sudah berada di benua tengah."
"Kebetulan juga akan ada perang Besar di wilayah tengah, dimana Pihak Penguasa Ras Hewan disana akan melakukan perang terbuka beberapa tahun lagi sedangkan mereka dalam posisi kalah karena salah satu Pelindung Wilayah Tengah tewas ketika terlibat pertarungan dengan Guru."
"Mereka tidak akan menolak bantuanku dan kemungkinan akan menggandengku di sisi mereka, di titik itulah aku akan berusaha meyakinkah para Penguasa Ras Hewan untuk berdamai dengan kami."
"Mungkin ini akan sulit, tapi aku yakin jika aku bersungguh-sungguh pasti akan ada jalan."
Kali ini Yuan Lan bahkan lebih terkejut mendengar penjelasan Chen, ternyata anak ini bahkan langkahnya sudah sangat jauh dan kemungkinan akan ada kesempatan untuk kedua ras bisa berdamai.
"Aku tidak menyangka kau sudah melangkah sejauh ini nak, semua yang kau lakukan sudah tersusun rapi dan matang. Ketika saatnya tiba, datanglah ke Wilayahku maka aku sendiri akan ikut bersamamu. Setidaknya kehadiranku akan membuatmu semakin mudah menggandeng Ras Hewan" Ucap Yuan Lan.
"Walaupun kau manusia tapi Gurumu adalah Ras kami dan aku percaya padamu, jadi sedikit ku ingatkan untuk tetap berhati-hati terhadap manusia lain." Yuan Lan sedikit mengingatkan Chen.
__ADS_1