
Energi besar itu bahkan terasa sangat panas dan samar semua hewan itu merasakan kemiripan aura yang Chen lepaskan dengan Aura yang dimiliki oleh Limba.
Mereka kini benar-benar merasakan bahwa sosok manusia yang ada di hadapan mereka bukanlah manusia biasa dan mereka kini Yakin Sosok itu adalah Murid dari Penguasa Mereka.
Kini mereka yang bahkan memiliki kecerdasan sedikit mulai paham, Chen adalah Penguasa mereka yang Baru.
"Ini belum seluruh kekuatanku." Ucap Chen lalu melirik Yan Luo.
Yan Luo dan Yan Lui walau tertekan tapi masih bisa bertahan.
Mendengar ucapan Chen, Yan Luo segera paham lalu berkata melalui suara Batin : "Ini bahkan belum seluruh kekuatan Tuan Muda."
Semua hewan yang mendengar itu bergetar hati mereka, lalu semuanya menundukkan kepala tanda patuh secara utuh di hadapan Chen.
Chen paham akan hal ini lalu menghilangkan tekanan yang Ia keluarkan.
Seketika semua yang hadir disana merasa lega seolah beban yang menimpa tubuh mereka lepas semuanya.
Chen memandang Yan Lui.
"Apakah tidak ada cara agar aku bisa berbicara langsung dengan mereka?" Tanya-nya.
"Harusnya bisa, karena Tuan Muda sudah menerima energi dari sosok Hewan yaitu Ketua Limba." Jawab Yan Lui.
"Cobalah Tuan Muda memusatkan energi ke mereka dan berbicara seperti biasa melalui batin." Tambah Yan Luo.
Chen mengangguk lalu mencoba apa yang di ajarkan Yan Luo.
Tak lama Chen mencoba mengucapkan dalam hati : "Apa kalian mendengar suaraku?"
Semua hewan itu sedikit terkejut lalu kompak menjawab : "Kami mendengarnya Tuan Muda."
Suara mereka bergema dan Chen mendengarnya tapi juga seolah Chen tak mendengarnya langsung.
"Baiklah langsung saja. Aku akan menjelaskan semuanya..........." Ucap Chen.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiga batang dupa berlalu.
Setelah mendengar perintah Chen, tak ada satupun yang keberatan mereka ada yang takut ada yang senang tapi mengindahkan semua itu mereka kompak setuju.
Chen memandang ke arah Yan Luo dan Yan Lui.
"Tetap disini, tunggu aku menjemput kalian." Ucap Chen, lalu sosoknya menghilang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gerbang Aula Klan Nan.
Penjaga yang melihat sosok Chen mendekati, terkejut.
Setelah sedikit berbasa-basi, Chen memasuki Wilayah Klan Nan.
Chen memandang kagum Klan Nan kini benar-benar sudah bertransformasi menjadi lebih mewah dan indah.
Sepanjang perjalanan, banyak mata yang melihat dan mengenal Chen menghampiri dirinya.
Chen mau tak mau meladeni mereka, walau sedikit kerepotan Chen tidak segan untuk sekedar berbicara dan berucap salam.
Tak lama sosok Tua muncul, tak lain Patriark Nan Bao.
__ADS_1
"Sudahlah, apa kalian tidak kasihan dia datang dari jauh tapi kalian malah menghambatnya." Ucap Patriark Bao.
Kerumunan itu sedikit memberi jalan dan membungkuk hormat.
"Ikut aku Nak...." Ucap Patriark Bao.
Di Aula Rapat Klan Nan, semua orang ternyata sudah mendengar laporan kedatangan Chen dan sudah berkumpul termasuk Tiga Leluhur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ada keperluan apa kau datang?" Tanya Leluhur Pertama.
Chen mengangguk.
"Apa sudah ada perintah dan aturan dari kerajaan tentang larang memburu ras hewan?" Tanya Chen.
Semua orang mengangguk tanda sudah mengetahuinya.
"Baiklah, langsung saja.. Di Wilayah kerajaan sendiri kini akan ada Klan Tersembunyi bernama Klan Yun yang akan tinggal di wilayah kerajaan Tang. Mereka adalah klan yang bersembunyi karena memiliki kemampuan khusus bisa berkomunikasi dengan ras hewan."
"Klan mereka sengaja ku pinta untuk pindah agar semua orang bisa melihat kalau manusia bisa hidup berdampingan dengan ras hewan."
"Tapi bukan itu saja, aku ingin Klan Nan juga bisa hidup berdampingan dengan Ras Hewan.. Bisa dikatakan aku ingin di wilayah ini, Klan Nan yang menjadi Klan Pelopor bisa bebas ke wilayah Hutan Kematian tanpa rasa takut lagi dan begitu pula sebaliknya Ras Hewan juga bisa ke Klan Nan dengan aman." Jelas Chen.
Semua yang hadir terkejut mendengarnya, mereka merasa bingung bagaimana caranya mereka melakukan ini.
Patriark Bao memandang Chen penuh arti.
"Bagaimana caranya Nak?" Tanya Patriark.
Chen tersenyum kecil.
"Caranya mudah, cukup buat pengumuman langsung lalu kita akan ke hutan kematian bersama." Jawab Chen.
Kini Leluhur kedua yang bertanya : "Apa kau yakin akan hal ini nak?"
Chen mengangguk pelan.
"Bantu aku sesuai permintaanku, sisanya lihat sendiri. Aku menjamin ini akan menjadi berita sangat besar.. Karena Klan Yun mungkin belum sampai ke wilayah kerajaan Tang." Balas Chen.
Semua orang saling memandang hingga akhirnya suara Leluhur Ketiga memecah keheningan.
"Apalagi yang ditunggu? Segeral laksanakan." Ucapnya tegas.
Semua orang terkejut dan bergegas mengumpulkan seluruh anggota Klan Nan di lapangan besar Klan Nan.
Mendengar apa perintah dari Patriark, semua orang juga bingung dan ragu tapi mereka tanpa banyak bertanya berbondong-bondong menuju wilayah Hutan Kematian.
Chen yang melihat dari jauh langsung menghilang dan tak lama tiba di wilayah Hutan Kematian.
Tanpa banyak basa-basi Chen memimpin semua Hewan itu ke arah perbatasan Hutan Kematian di ikuti Yan Luo dan Yan Lui.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Melihat ribuan orang dari Klan Nan dipimpin langsung Para Leluhur dan Patriark berjalan ke arah Hutan Kematian, banyak yang penasaran tapi tak ada yang berani bertanya.
Bahkan para prajurit yang bertugas tak berani menghadang.
Perlahan kerumunan itu bukan hanya dari Klan Nan tapi di ikuti banyak orang serta dari Klan lain di belakang barisan menjaga jarak Lima Puluh Kaki.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Wilayah perbatasan Hutan Kematian.
Ribuan orang dari Klan Nan berdiri tak jauh dari perbatasan Hutan Kematian, hingga tak lama dari arah dalam hutan suara derap langkah besar dan menggetarkan tanah terdengar semakin lama semakin besar dan mendekat ke arah mereka.
Mereka sedikit bergetar dan diliputi rasa takut, bahkan kerumunan yang awalnya merasa penasaran kini mulai menjauh dan banyak yang bersembunyi.
Tak berapa lama dari dalam Hutan, Chen terbang keluar menuju area luar hutan.
Semua orang terkejut melihat Chen keluar tapi selang beberapa saat mereka lebih terkejut lagi melihat ribuan hewan bahkan hewan monster berjalan dibelakang Chen.
Setelah saling berhadapan, tak ada yang bergerak... Semua dari kedua belah pihak diam tak berani melangkah.
Chen mengerutkan kening.
"Apa Lagi? Segera berkenalan..." Ucap Chen.
Yan Luo dan Yan Lui segera memerintahkan hewan-hewan itu mendekati Klan Nan begitu pula Klan Nan yang mendapat perintah Chen langsung mendekat ke arah para Hewan itu.
Hingga akhirnya salah satu anak harimau berjalan ke arah salah satu anggota Klan Nan, menggosokkan kepalanya di kaki orang tersebut.
Orang itu tersenyum lalu menggendong Anak Harimau itu.
Lalu Patriark Bao mendekati salah satu Serigala Petir dan memberanikan diri mengelus kepalanya.
Serigala itu seperti memberikan kepalanya dan mendekat ke arah Patriark Bao.
Setelah mengelus Kepala Serigala itu Patriark Bao Tertawa Riang dan berkata dan bertanya : "Kau Lucu Sekali, maukah tinggal bersamaku?"
Serigala yang sudah menjadi hewan monster itu mengerti dan seolah meng-iya-kan lalu mengaum keras dan menggosokkan kepalanya di tubuh Patriark Bao.
Kini bahkan Patriark Bao tertawa lebih kencang karena senang dan bahagia.
Sontak setelah itu semua orang berjalan dan mulai menyentuh para hewan.
Ada yang menggendong hewan kecil, ada yang menaiki hewan besar, ada yang sekedar mengelus tubuh hewan monster, bahkan ada yang sudah bercanda dengan seekor hewan monster Harimau Angin.
Kemeriahan dan suara gemuruh itu kini bahkan menghebohkan seluruh area itu.
Seluruh orang yang awalnya hanya penasaran kini bahkan Membuka Rahang Mereka Lebar dan sangat terkejut akan apa yang mereka lihat sendiri.
Chen melihat banyak sekali yang berada jauh dari Klan Nan mengerti, lalu menggunakan Energinya hingga suaranya terdengar keras dan berkata : "Kemarilah, yang ingin berkenalan dan lebih dekat dengan Ras Hewan kalian bisa ikut kesini."
Perlahan semua orang yang melihat kesenangan baru itu mulai memberanikan diri berbaur.
Setelahnya bahkan keadaan semakin Heboh dan Riuh setelah banyak orang yang bergabung dengan Klan Nan.
Chen tersenyum lebar melihatnya, dirinya merasa semuanya akan sedikit lebih mudah.
...****************...
**Terima kasih saya haturkan kepada semua pembaca yang udah like, komentar, serta vote.
Terutama Aini Aliyah, Sulaiman Efendy, dan Asma.
Semua ini sangat berarti bagi saya, bukan dari segi materinya tapi dari segi kepuasan hati saya yang tidak menyangka tulisan serampangan ini begitu di hargai. 🙏
Sangat sangat sadar diri dari segi cerita, tulisan serampangan saya ini jauh dari kata bagus.
Entah apa yang bisa saya tulis untuk menggambarkan rasa senang saya karena mendapat like dan komentar.
Intinya saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang sudah membaca novel karya saya ini.
__ADS_1
Sehat Selalu dan Dalam Lindungan Yang Maha Kuasa.
Aamiin**.