
Setelah beberapa saat saling tatap, keduanya menghilang dari tempatnya berdiri..
Boooommm......
Tinju berbalut Energi Merah mengeluarkan fluktuasi Api yang panas berhantaman dengan Tinju berbalut Energi Emas mengeluarkan Fluktuasi Petir yang berderak-derak liar.
Swush... Swush... Swush...
Boomm.. Boomm.. Boomm..
Dhuarr.. Dhuarr.. Dhuarr..
Tidak terlihat apapun dari pertarungan mereka selain angin yang terbelah dan kilatan Cahaya Merah dan Emas yang sesekali seperti saling bertabrakan.
Air laut bahkan sampai mendidih dan diatas langit petir-petir menggelegar hebat, sudah tidak terhitung berapa kali terjadi gelombang badai air laut akibat terkena hantaman energi keduanya.
Bahkan tanah di dasar laut sampai berguncang dan terbelah membuat apa saja yang ada di dalam laut berhamburan keluar.
Saat ini Chen sudah tidak bisa memikirkan apapun lagi di sekitarnya, Marui sangat Cepat dan Kuat.
"ARRRRGGGGG....!!!!" Chen berteriak, menarik tulang punggungnya menciptakan cambuk tulang berwarna merah yang sangat panas hendak menghantam ke arah Marui.
Marui tidak tinggal diam, Trisula Emas melesat menghantam Cambuk Tulang itu hingga membuat Cambuk Tulang itu pecah dan berhamburan kemana-mana.
Tidak sampai Senafas, Trisula Emas sudah kembali ke tangan Marui.
Marui melempar Trisula Emas ke udara...
Dhuuarrr.... Awan-awan sampai pecah dan menghilang di langit, petir besar menggelegar meledak di langit, senafas kemudian Trisula Emas berbalut petir yang berderak liar jatuh seperti meteor hendak menghantam tubuh Chen.
Tapi sejengkal sebelum Trisula Emas itu mengenai Tubuh Chen, Tubuh Chen ditutupi kubus-kubus yang bertuliskan rune-rune kuno.
Dhuuaarrr... Terjadi Ledakan hebat di udara dan tubuh Chen jatuh menghantam lautan melesat hingga menciptakan gempa bumi dan gelombang Tsunami Besar.
Marui sedikit terkejut Chen mengeluarkan kubus-kubus yang melindungi tubuhnya, Marui mengenal kubus-kubus itu karena dulunya pengguna formasi kubus-kubus itu adalah sosok yang ditakutinya.
Belum sempat Marui hilang dari keterkejutannya, tiba-tiba saja dari belakangnya muncul robekan ruang hampa dan cahaya merah dan panas menghantam telak punggung kanannya tembus ke dada.
"AHHHH...!!!!" Marui berteriak hingga menggema di udara.
Chen keluar dari celah Robekan Ruang langsung mengantam Punggung Marui dengan sangat keras, kali ini gantian Marui yang jatuh bagai meteor ke arah lautan dan menciptakan Ledakan Besar di dasar lautan.
BOOMM.... BOOMM... Wushhh... Wusshhh... Wusshhh....
Air laut sampai terbelah dan berombak ke udara akibat hantaman tubuh Marui yang menghantam dasar lautan, apa saja yang ada di lautan berhamburan ke atas langit.
Chen terbang di udara nafasnya terengah-engah. Tapi tidak ada waktu, Chen melesat ke arah Marui jatuh lalu menghunuskan tombak yang tercipta dari tulangnya, tombak itu kini sedikit berbeda karena seperti di baluti oleh ribuan mikro kubus-kubus kecil.
"Habislah kau.!!!!" Teriak Chen.
Dhuuaarrr...........
Tombak itu telak menghantam Perut Marui bahkan sisik di tubuh Marui sampai terkelupas dan hancur.
Chen memegang perutnya yang terasa sakit lalu Chen memuntahkan seteguk darah, dirinya terkejut karena Trisula Emas menusuk tepat di pinggang belakangnya tembus ke perut.
Senafas kemudian, Chen berteriak hebat karena dari batang Trisula Emas mengalir petir yang menyambar tubuhnya dari dalam.
"AHHHHH...!!!!!" Teriak Chen kesakitan.
__ADS_1
Tubuh Chen langsung jatuh terlungkup, Trisula Emas lepas menarik diri dan sekali lagi Chen berteriak kesakitan..
Trisula Emas terbang tepat di tangan Marui.
Marui mengerang kesakitan akibat luka di Dada dan Perutnya, dirinya dengan nafas yang terengah-engah mencoba berdiri dengan bertumpu pada Trisula Emas.
Tapi baru saja Marui berdiri dengan bertumpu pada Trisula Emas, Marui mengerang kesakitan karena sebuah Bola Energi berwarna merah menyala dan sangat panas mengantam pinggang kanannya.
Chen dengan nafas terengah-engah, semakin memadatkan Bola Energi yang sangat panas itu dan mendorongnya kuat sampai sisik di Pinggang Marui terlepas.
"Arrrghh... Rasakan ini..!!!!! Teriak Chen.
Bola Energi panas itu meledak hebat dan sekali lagi menciptakan gelombang di air laut yang menciptakan badai besar.
Marui terbang melesat menyamping bagai panah yang lepas dari busurnya membelah lautan dan membuat air laut mendidih.
Tubuh Marui lenyap di lautan, tiga nafas kemudian dari jarak Lima Puluh Kaki terdengar teriakan yang sangat pilu, gelombang air mendidih bahkan sampai mengeluarkan asap panas di udara.
Marui mengerang karena tubuhnya seperti terbakar, baru kali ini Marui merasakan sangat kesakitan.
Tubuhnya bergelinding di dasar laut, kesakitan sampai batuk darah beberapa kali.
Kesadaran Marui mulai menghilang, dirinya sudah tidak mampu untuk terus tersadar.
Marui pingsan karena kehabisan Energi dan Luka yang sangat parah di tubuhnya.
Chen muncul di sebelah tubuh marui yang sudah tak sadarkan diri.
Menggendong Tubuh Marui, melesat ke atas lautan dan mendarat di tepi Lautan.
Mengeluarkan botol kecil dari penyimpanannya yang berisi pil, memaksa Marui menelan satu pil dan membantu Marui dengan mengalirkan Energi yang hangat di tubuh Marui.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Deru ombak kecil bagai irama indah menenangkan jiwa.
Marui membuka mata, mengerang kesakitan tubuhnya masih sangat sulit di gerakkan.
"Ahh.." Lirih Marui pelan.
Marui melirik ke arah Chen dan Ling Shi yang duduk di sebelahnya.
"Apa hubunganmu dengan pengguna kubus-kubus itu?" Tanya Marui pelan.
Chen hanya menatap lurus ke arah laut.
"Yang mengajarkan aku adalah Ibu Guruku, Xue Yuan Lan namanya." Jawab Chen jujur.
Marui mengerutkan kening, tidak mengenal nama yang disebutkan Chen.
"Apa hubunganmu dengan Klan Xue?" Tanya Marui lagi.
Chen kali ini menggeleng pelan.
"Tidak ada, aku mengenal Ibu Guru di wilayah Timur." Jawab Chen lagi.
Marui semakin bingung, tapi juga masih penasaran dengan identitas Chen.
"Dulu, Ayahku memiliki musuh abadinya bernama Xue Murong. Orang Tua itu bahkan pernah menghajarku habis-habisan dan mengurungku bersamanya di dalam Formasi Kubus itu dan membuatku sedikit trauma." Ucap Marui pelan sambil mengingat dirinya dulu pernah dihajar oleh Xue Murong.
__ADS_1
Chen terkekeh kecil, mengangguk paham kenapa Marui begitu penasaran dengan Formasi Kubus Ilahi.
"Aku bisa memanggil Kakek Murong jika Kau ingin bertemu dengannya." Balas Chen sambil tertawa kecil.
"Eh.." Marui wajahnya memucat..;" Tidak.. Tidak usah." Jawab Marui cepat.
Chen tertawa melihat Marui seperti ketakutan mendengar nama Murong.
"Aku mengerti sekarang, kenapa Pulau Es Abadi bisa berada di lautan utara dan kalian penguasa lautan utara tidak mengusiknya." Ucap Chen pelan.
"Kalau itu.. Itu sudah ada lama dan merupakan perjanjian leluhur kami." Jawab Marui.
Marui menghela nafas kecil.
"Aku ingin sekali menghancurkan Pulau Es Abadi saat itu karena aku berfikir Ayahku sudah tiada jadi tidak ada lagi perjanjian, tapi tiba-tiba Orang Tua Murong itu muncul dan mengurungku menggunakan Formasi Kubus yang tadi kau gunakan, mengurungku berdua dengannya dan menghajarku habis-habisan." Keluh Marui.
Chen mengangguk paham, kini Chen tidak bisa menahan tawanya.
"Jadi begitu kejadian lengkap Kau dihajar oleh Kakek Murong." Balas Chen masih sambil tertawa.
Keduanya mengobrol akrab hingga pagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Aku baru pertama kali ini bisa berbincang dengan Ras Manusia, kalian tidak seburuk yang kufikirkan." Ucap Marui pelan.
Chen melirik Marui sekilas.
"Kebencian jika sudah sangat lama, juga akan tawar hanya butuh sedikit sentuhan kebencian itu akan hilang."
"Aku akan butuh bantuanmu suatu hari nanti, kuharap kelak di wilayah Timur ini bukan hanya kita yang bisa saling berbincang." Balas Chen.
Marui mengangguk, memikirkan kebencian yang berlarut juga tidak baik lagipula dirinya tidak begitu terlibat akan perang besar kedua Ras dahulu.
"Datangi aku, tapi jangan begitu membuat keributan." Marui berkata sambil menatap lurus ke arah langit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1 Chapter subuh ini, tapi siang/sore nanti saya buat Chapter tambahan. 🙏🙏
Mohon maaf atas ketidak-nyamanan-nya. 🙏🙏
Author ini punya kehidupan di dunia nyata, dan kebetulan tadi kena musibah.
Hewan peliharaan Author yang nakal dan suka loncat, jatuh lalu kakinya Patah. 😅🙏🙏
Author memelihara Musang 😅😅🙏
Adakah yang juga memiliki hobi yang sama? 🙏
Btw, mohon dimaafkan karena kejadian ini cuma bisa Up satu karena musangnya akibat kakinya patah jadi suka seperti nangis dan marah2 terus sampai se-isi rumah dibuat kerepotan. 🙏
Author usahakan, pasti Up siang/sore ini, karena gak bisa up lebih dari satu sekarang takut isinya kurang maksimal karena berisik akibat suara musang Author. 🙏🙏
Akhir Kalam, Terima Kasih untuk semua Pembaca yang udah kasi Like, Komentar, dan Vote. 🙏🙏🙏🙏
Semoga Kita Semua Sehat Selalu dan Selalu Dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
__ADS_1
Aamiin.