Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Episode 53.


__ADS_3

Ketiganya kini duduk diatas pundak Elang Petir yang terbang pelan mengarungi lautan luas.


Ketiganya setelah mendengar penjelasan Chen, hanya diam dan larut dalam fikiran masing-masing.


"Jadi wujudnya mirip dengan wujudmu ketika melakukan transformasi, lebih tepatnya wujud orang itu tidak seperti Ras Hewan yang bertransformasi menjadi Monster tapi seperti Manusia berbentuk Monster." Marui bergumam pelan.


Chen mengangguk.


"Kekuatannya tidak bisa di ukur, tapi mengenai ucapannya yang memberiku sedikit hadiah ternyata maksudnya ada memberiku Energi Petir. Bagaimana caranya akupun bingung kini aku memiliki Dua Energi di dalam tubuhku." Ucap Chen.


Marui menatap Chen serius.


"Kita tidak tau apa tujuan Ras Demi-Human itu, datang dengan cara yang tidak baik tapi memberimu Energi Baru yang aku sendiri baru tau jika Energi bisa di berikan dan di tanam tapi tidak membuang Energi lama, jika itu kasus memberikan Energi lalu mengganti Energi Lama mungkin aku paham. Kau harus berhati-hati." Ucap Marui serius.


Chen mengangguk mengerti.


"Aku akan sangat waspada sekarang ini, bisa jadi mereka kelak akan menjadi musuh terbesar kedua Ras." Jawab Chen.


"Apa Tuan Muda tidak bertanya saja kepada Pemimpin Murong?" Tanya Xue Jingmi.


Chen memandang Xue Jingmi sesaat.


"Aku memang berencana ingin bertanya kepada Kakek Guru." Jawab Chen pelan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Daerah Perbatasan Ujung Wilayah Utara.


Kini hanya tersisa Chen, Xue Jingmi dan Xue Fengbuo.


Marui telah kembali sejak tadi, sedangkan Elang Petir sudah masuk ke dalam Dunia Kecil untuk istirahat sejenak. Perbedaan waktu di Dunia Kecil sangat berpengaruh terhadap Stamina Elang Petir yang bisa beristirahat lebih lama disana.


"Kita terbang pelan saja, hari sudah mulai gelap sebaiknya cari tempat membuat Tenda." Ucap Chen dan mendapat anggukan keduanya.


Setelah selesai dengan semua persiapan, mereka bertiga duduk tenang sambil bermeditasi hingga tiba-tiba Chen membuka mata, tak lama Xue Jingmi dan Xue Fengbuo juga membuka mata mereka tanda ketiganya sudah cukup mengumpulkan Energi yang sempat terkuras akibat perjalanan tadi.


"Aku sebenarnya ingin bertanya kepada Kakek Guru esok hari, tapi sebaiknya sekarang saja. Apa kalian ingin masuk atau disini saja?" Tanya Chen.


"Kami disini saja, Tuan Muda bisa pergi." Jawab Xue Jingmi dan mendapat anggukan Xue Fenbuo.


Chen mengangguk, senafas kemudian dirinya sudah menghilang dan masuk ke Dunia Kecil.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen duduk di ruangan kamar Murong ditemani Mei dan Ling Shi, Chen menjelaskan kejadian yang baru saja Ia alami kepada Murong secara detail.


Murong mengerutkan kening tanda bingung.


"Aku yang sudah hidup sangat lama bahkan baru tau ada Ras yang bernama Demi-Human, jujur saja melihat Transformasi-mu kala itu aku juga sedikit terkejut." Ucap Murong jujur.


Chen menghela nafas pelan lalu tersenyum kecut, bahkan Kakek Gurunya yang sudah sangat sepuh tidak mengetahui tentang Ras Demi-Human ini, keberadaan mereka sangat misterius dan apa sebenarnya tujuan mereka masih sangat tidak bisa disimpulkan.


"Jika mereka memiliki niat buruk, maka ini akan menjadi mala petaka yang sangat besar." Guman Chen pelan.


Murong mengangguk setuju.


"Sebaiknya persiapkan diri mulai sekarang, kita tidak tau kedepan nanti akan seperti apa. Jika ada waktu senggang mulailah berlatih dan himpun Energimu Nak." Ucap Murong.


Chen mengangguk kecil tanda setuju akan ucapan Murong.


"Apa Kakek tidak memiliki Rekan yang mungkin seumuran dengan Kakek?" Tanya Chen.


Mendengar pertanyaan Chen, Murong terlihat berfikir sejenak.


"Tentu ada, tapi mereka sangat sulit dicari dan lebih memilih mengasingkan diri." Jawab Murong.


Chen memandang Mei sesaat.


"Apa Mei'er pernah mendengar atau tau tentang Ras Demi-Human ini?" Tanya Chen.


Mei menggelengkan kepalanya.


"Aku bahkan baru mendengar nama Demi-Human, padahal koneksi Asosiasi Harta Duniawi sudah sangat luas. Harusnya informasi sekecil apapun, sulit terlewat dari kami." Jawab Mei jujur.


Chen menatap Mei dan tersenyum lembut kepadanya.


"Tidak usah terlalu difikirkan fokuslah ke Latihanmu, mereka sudah mulai menampakkan diri walau hanya kepadaku itu berarti cepat atau lambat mereka akan muncul dan mulai memperkenalkan diri mereka ke khalayak umum. Hanya saja untuk tujuan sebenarnya Ras Demi-Human ini, sangat perlu diselidiki lebih dalam." Ucap Chen.


"Tujuan mereka menampakkan diri kepadamu pasti memang disengaja dan mereka memang ingin Kau menyebarkan berita tentang kehadiran Ras Baru yang muncul tiba-tiba dan Ras itu sangat kuat, sehingga Hal ini akan menimbulkan keributan dimana-mana." Ucap Murong menyimpulkan sedikit maksud dari Ras Demi-Human ini menampakkan dirinya di hadapan Chen.


Chen mengangguk pelan.


"Aku tetap akan menyebarkan informasi ini tapi hanya sebatas kepada orang-orang tertentu saja agar mereka lebih waspada dan demi tidak menimbulkan keributan yang tidak berarti." Balas Chen.

__ADS_1


Setelahnya mereka hanya mengobrol sebentar, lalu membubarkan diri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen kini sudah berada di kediamannya, masih di Dunia Kecil, ada Ling Shi dan Mei juga yang tinggal disini.


"Aku ingin membuat Cermin penghubung antara Dunia Kecil ini dan Dunia Luar serta alat komunikasi yang memungkinkan kita bisa saling berkomunikasi." Ucap Chen kepada Ling Shi dan Mei.


"Itu bagus." Balas Ling shi.


"Apa itu bisa?" Tanya Mei.


Chen terlihat berfikir sejenak, lalu mengangguk.


"Bisa, kalian istirahatlah dahulu aku akan mengerjakan sesuatu." Ucap Chen dan mendapat anggukan keduanya.


Chen mulai mencari tempat yang pas di sebuah ruangan kosong lantai atas rumahnya.


Chen mencoba berpindah ke Dunia Luar tapi sesaat sebelum dirinya berpindah, Chen langsung memperlambat waktu sehingga waktu ditempatnya berada sekarang menjadi sangat lambat.


Chen melihat sekeliling, hanya ada sebuah ruang kosong dan gelap di tempat ini.


"Ini adalah penghubung antara dua dimensi yang khusus menghubungkan Dunia Kecil dan Dunia Luar." Gumam Chen pelan sambil menganalisa sekitarnya.


Chen merobek ruang di sisi depannya, benar saja dari robekan itu terlihat celah menuju dunia Luar.


Lalu Chen berbalik dan merobek kembali Ruang di arah berlawanan, muncul kembali celah menuju ruangan kosong rumahnya yang berada di Dunia Kecil.


Senyum lebar tidak lepas dari wajah Chen karena dirinya berhasil membuat penghubung antara Dunia Luar dan Dunia Kecil terbuka.


"Bagaimana cara menyembunyikan ini, akan sangat berbahaya jika diketahui oleh pengguna Hukum Ruang Lain." Guman Chen pelan.


Chen melihat lebih dalam isi penyimpanannya, mencari sesuatu yang mungkin akan berguna.


"Ketemu." Chen berseru girang.


Chen mengeluarkan dua buah Artefak Penyembunyi Tingkat Semesta, lalu menaruh masing-masing di kedua sisi celah Robekan Ruang dan diantara kedua sisi yang kosong Chen menutupnya menggunakan Formasi Kubus Ilahi.


Selain mencegah orang lain agar tidak mudah melewati Celah antara dimensi, fungsi Formasi Kubus Ilahi juga untuk memastikan kedua Celah Ruang ini tidak dimasuki oleh siapapun.


Jika ada orang yang tau dan melihat Artefak tingkat Semesta digunakan hanya untuk hal sepele seperti ini, pasti banyak yang akan memaki Chen.

__ADS_1


Entah seberapa banyak harta yang Chen miliki, Artefak tingkat Semesta adalah sesuatu yang sangat-sangat langka tapi Chen memiliki sangat banyak di dalam penyimpanannya.


Mungkin dulu Limba adalah pembuat Artefak terbaik selain juga sebagai Alkemis yang sangat Hebat.


__ADS_2