Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 7.


__ADS_3

Masih di Aula Rapat.


"Aku memanggilmu sebenarnya ada hal serius yang ingin ku bicarakan." Ucap Patriark Bao.


"Apa itu Patriark?" Tanya Chen.


"Berita kepulangan dan kemampuanmu yang tak biasa itu bahkan sudah menyebar hingga ke Pihak Kerajaan. Mungkin akan ada dampak nantinya, sekarang ini saja kita mulai di tekan oleh pihak kerajaan yang takut dan merasa terancam jika suatu saat Klan Nan berkembang pesat dan memberontak." Jelas Patriark Bao.


Lalu Patriark Bao melanjutkan : "Bahkan kini dampaknya mulai terasa, beberapa hari ini permintaan untuk mengawal atau mengantar barang berharga mulai berkurang bahkan beberapa toko pil mulai membatasi kita." Jelasnya.


"Apa sampai sedemikian rupa dampaknya?" Tanya Chen dengan nada sedikit terkejut.


Leluhur Dunrui menjawab : "Rasa takut dan Keserakahan kadang membuat mereka melupakan satu hal penting. Kewajiban mereka yang seharusnya melindungi rakyat, malah memakai kekuasaan itu untuk menekan rakyat."


"Baiklah aku paham." Jawab Chen.


Lalu Chen mengeluarkan ratusan botol yang isinya Pil dari cincin penyimpanannya.


"Di dalam botol-botol ini ada 30 butir pil pengumpul energi, pil penempa tulang dan pil penguat jiwa. Semuanya Kualitas Langit." Jelas Chen.


"Apa?" Sahut Leluhur dan Patriark bersamaan.


Mereka berdua jelas terkejut melihat ratusan botol berisi pil di depan mereka, apalagi pil-pil tersebut berkualitas Langit.


Setelah beberapa saat dan mulai pulih dari keterkejutan, Leluhur Dunrui mengambil salah satu botol dan membuka tutupnya.


Segera saja aroma harum menyebar ke seluruh ruangan.


"Benar-benar kualitas Langit." Gumam Leluhur Dunrui.


"Ini adalah pil-pil peninggalan Guru, masih ada banyak yang kumiliki dan masih ada beberapa tanaman serta buah ajaib, mungkin nanti aku akan mengolah beberapa pil." Ucap Chen.


"Jujur saja, bahkan Guru bisa membuat Pil kualitas Semesta dan aku mungkin sekarang sudah bisa membuat pil kualitas Langit." Jelasnya lagi.


"Nak, kau membuat orang tua ini hampir mati sekarang. Tapi bukankah Klan kita ini tak memiliki Engergi api?" Tanya Leluhur Dunrui.


"Aku mewarisi semua dari mendiang Guruku." Jawab Chen jujur.


"Guru adalah Ras Hewan yang sudah berevolusi ke tahap sempurna, hidup jutaan tahun dan berasal dari Ras Hewan Suci Naga Api bahkan Api yang di miliki guru berevolusi menjadi Magma dan Laser Panas." Ungkap Chen.


Lalu chen mengeluarkan satu tulang dari jarinya, tiba-tiba tulang itu berubah menjadi merah dan mengeluarkan hawa yang sangat panas.


"Ini.. Kau bisa melakukan kolaborasi hingga di titik ini.." Ucap Leluhur Dunrui.


"Bukankah ini sama saja bertarung jarak dekat denganmu adalah kebodohan." Ucap Patriark Bao.


"Cukup nak, kami yang tua ini masih ingin hidup dan tidak ingin mati terkejut." Ucap Leluhur Dunrui memasang wajah murung.


Chen hanya tersenyum tipis, lalu Ia melambaikan tangan dan sekali lagi kejutan yang bahkan Leluhur Dunrui dan Patriark Bao sampai muntah darah di buatnya. Bagaimana tidak, tumpukan Koin Emas setinggi 5 kaki hampir memenuhi ruangan dan di sebelahnya senjata pedang dan tombak tertumpuk bagaikan rongsokan padahal semua itu adalah senjata bagus.


"Semoga ini cukup mengatasi invasi pihak kerajaan. Kita adalah salah satu Klan besar di wilayah timur ini, jika mereka berfikir bisa menekan kita maka mereka salah." Ucap Chen.

__ADS_1


Setelah beberapa saat mematung, Leluhur dan Patriark Klan Nan sadar dari keterkejutan dan seolah mendapatkan semangat baru dalam hidup mereka.


"Hidup memang tidak membutuhkan harta tapi dengan harta terkadang beberapa masalah terselesaikan." Ucap Patriark Bao dengan wajah cerahnya.


"Aku sudah tidak bisa berkomentar." Ucap Leluhur Dunrui sambil menggelengkan kepala.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di dalam kamar.


Sambil merebahkan tubuh Chen berfikir, tidak mungkin dirinya meninggalkan Klan karena jika Ia nekat meninggalkan Klan dan mulai bergerak maka bisa jadi Ia berhasil di luar tapi justru Klan-nya sendiri akan Hancur menghadapi Invasi pihak Kerajaan.


"Aku akan mengurus Kerajaan terlebih dahulu." Gumam Chen.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Satu bulan sejak pertemuan di Aula Rapat, kini Klan Nan benar-benar sudah berubah.


Kini ada Toko Pil sendiri di Klan Nan yang menjual pil kualitas Sempurna, juga ada Toko senjata yang menjual senjata kualitas Langit.


Selain itu, kini Klan Nan tampak berubah lebih mewah dan Besar.


Tidak ada yang bisa di lakukan oleh Pihak Kerajaan, bahkan mereka sudah mencari darimana sumber Pil dan Senjata Klan Nan tapi hasilnya Nihil.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Istana Kerajaan Tang, Wilayah Timur.


Raja Tang Lio duduk di kursi utama yang besar, di hadapannya duduk pula beberapa menteri dan jendral sertra jendral utama Kerajaan Tang.


"Apakah ada saran dari kalian?" Tanya Raja kembali.


"Mohon maaf Yang Mulia Raja, hamba mungkin menyarankan untuk memanggil langsung Patriark Klan Nan dan memberikan mereka sedikit tekanan agar mereka sadar posisi mereka." Ucap salah seorang Menteri.


Raja hanya menganggukkan kepala lalu matanya memandang ke sekeliling dan kembali bertanya : "Ada saran lain?"


Tidak ada yang menjawab, semua orang yang hadir hanya menundukkan kepala tanda mereka setuju atas usul sang Menteri.


"Baiklah, jika tidak ada lagi. Jendral Tang Hui segera urus semuanya." Ucap Raja lalu beranjak dari kursi dan pergi berlalu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa hari kemudian, Klan Nan.


Di Aula Tamu.


"Hormat kepada Jendral Tang Hui." Ucap Patriark Bao.


"Langsung saja, kedatanganku untuk menjemput anda agar ikut ke Istana Kerajaan. Ku beri waktu dua batang dupa, jika tidak maka akan ku anggap ini penolakan." Ucap Jendral Tang Hui tegas.


Patriark sebenarnya sudah menduga ini, jadi dia tidak terlalu terkejut.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan bersiap sebentar." Ucap Patriark.


"Aku akan membawa keponakanku jika di izinkan." Patriark melanjutkan.


"Segeralah bersiap, semakin cepat semakin baik." Tegas Jendral tanpa basa basi.


Patriark bergegas keluar dari Aula Tamu dan menyuruh pelayan memanggil Chen.


Di Ruangan Khusus Patriark.


Patriark dan Chen sedang duduk mendiskusikan sesuatu.


"Bagaimana menurutmu nak?" Tanya Patriark Bao.


"Ikuti saja Paman, disini kita akan menunjukkan sedikit taring." Jawab Chen singkat.


"Baiklah aku paham." Sahut Patriark.


Setelah semua sudah siap, mereka menuju Kerajaang Tang bersama Jendral dan beberapa prajurit mengawal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kerajaan Tang, wilayah Timur.


Beberapa hari berlalu, rombongan yang membawa Patriark Klan Nan sudah tiba di Istana.


Aula Kerajaan.


"Hormat kepada Raja, semoga Raja Panjang Umur." Ucap Para Hadirin termasuk Patriark Bao dan Chen.


"Hormat kalian Aku Terima." Ucap Raja Tang Lio.


"Baiklah Rapat ini di mulai, silahkan Menteri Perdagangan." Ucap Raja Tang Lio.


"Terima Kasi Yang Mulia Raja, izin menyampaikan." Sahut Menteri Perdagangan.


"Berdasarkan kejadian yang menimpan Klan Nan beberapa waktu ini, kemajuan Klan Nan sangat pesat. Kami selaku Pihak Kerajaan sangat senang atas kemajuan yang terjadi ini. Semoga kelak Klan Nan akan semaki Maju." Ucap kembali Menteri Perdagangan.


Setelah menjeda beberapa saat Sang Menteri melanjutkan : "Mengingat kondisi kerajaan yang kini tengah melangkah semakin maju dan bersama mensejahterakan rakyat, maka Kami Pihak Kerajaan meminta secara langsung Klan Nan ikut berkontribusi dengan cara menyerahkan Pajak Penghasilan sebanyak 3 kali lipat. Bantuan Klan Nan sangat berarti bagi kerajaan, dan Kerajaan TIDAK AKAN MENGINVASI Klan Nan."


Semua yang Hadir hanya diam saja, tidak ada yang berani berbicara.


Tiba-tiba Patriark Bao tertawa keras; "Memainkan kata seperti Sapi memutar lidah, padahal Kau hanya ingin memperkaya diri mengandalkan status sebagai Raja." Cibir Patriark Bao.


"Aku menolak." Tegas Patriark Bao.


Segera saja Raja Tang Lio berdiri dari kursinya dan memandang marah Patriark Bao.


"KURANG AJAR...!!!!" Teriak Raja Tang Lio.


"Tangkap Mereka.!!!" Perintah Raja Keras.

__ADS_1


Tapi belum sempat Jendral Kerajaan Berdiri tiba-tiba saja mereka semua merasakan tubuh mereka di timpa gunung dan aula yang dingin berubah terasa sangat panas.


Dan..... Booooooooooommm.........


__ADS_2