Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 18.


__ADS_3

Ilustrasi Mo Ling Shi



"Begini Tuan, sebenarnya aku memikirkan sesuatu hanya saja mungkin ini semua terserah Tuan Yuan Lan akan setuju atau tidak." Ucap Chen agak ragu.


"Bicaralah" Tegas Yuan Lan.


"Aku akan mengobati Cucu Anda terlebih dahulu." Balas Chen.


Mo Yuan Lan mengangguk dan bertanya : "Apa yang harus aku lakukan?"


"Aku akan keluar terlebih dahulu, aku hanya butuh menusukkan jarum ke area punggung dan tangan. Sisanya aku serahkan kepada Tuan untuk mengaturnya di posisi terlungkup." Jawab Chen.


Lalu Chen berjalan menuju pintu untuk keluar sejenak.


Sebelum keluar, Chen memandang ke arah Yuan Lan; "Aku di depan pintu, jika sudah selesai Tuan Cukup memanggilku dari dalam." Ucap Chen dan mendapat anggukan dari Yuan Lan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setengah batang dupa kemudian.


"Masuklah" Ucap suara dari dalam.


Chen masuk dan melihat Ling Shi sudah di posisi terlungkup. Punggungnya sudah bebas dari pakaian yang menutupi punggungnya hingga Punggung Putih itu sedikit mengganggu fikiran Chen.


Bagaimanapun Chen adalah lelaki Muda yang Normal, melihat punggung yang seputih giok dan sangat terlihat halus jelas saja Chen sampai meneguk Saliva dibuatnya.


Tapi Chen dengan cepat mengendalikan diri, mendekat ke arah Ling Shi dan tak menunggu lama Chen seperti menunjuk ke arah Ling Shi lalu tulang seukuran jarum melesat dan menancap tepat ke arah tengkuk Ling Shi.


Begitu seterusnya hingga 115 tulang-tulang kecil seukuran jarum itu memenuhi punggung dan tangan Ling Shi, terutama di bagian dekat tulang ekor jarum itu membentuk diagram bulat.


Setelah memastikan semua jarum itu tertancam dengan benar, Chen mengendalikan jarum itu dari jauh hingga samar terasa fluktuasi energi dari alam terhisap secara perlahan di mulai dari diagram yang berada di dekat tulang ekor, terus menjalar hingga tengkuk.


"Di area Tulang Sulbi ini terdapat Titik Utama yang terhubung seperti benang dan menjadi jalur pertama yang terhubung ke bawah pusar lalu mengalir ke seluruh tubuh." Gumam Chen pelan tapi terdengar oleh Yuan Lan.


"Aku tau, di titik itu kalau tidak salah ada semacam Cupu yang harus di pecahkan agar bisa membentuk Bola Energi yang nantinya akan mengalir ke bawah pusar yang menjadi tampungan energi yang kita serap." Yuan Lan menjawab.


Chen hanya mengangguk tanda membenarkan.


"Akibat serangan mendadak itu, bukan tampungan yang berada di bawah pusar yang bermasalah tapi Bola Energi di tulang sulbi ini yang menjadi kacau dan membuat seluruh aliran energi di dalam tubuh tak terkendali serta merusak seluruh urat nadi hingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kasus beratnya bisa menyebabkan alirah darah kacau dan menghentikan detak jantung." Jelas Chen.


Yuan Lan mengangguk dan berkata : "Itulah keberuntungan Limba yang terlahir dari hewan suci bertipe panas, memiliki kesempatan untuk mempelajari ilmu aklemia."

__ADS_1


"Iya Tuan benar, semua ini ku dapatkan dari ingatan yang di turunkan oleh Guru. Tapi aku sedikit lebih beruntung terlahir di Klan yang memiliki kemampuan Unik merubah struktur tulang sesuai keinginan setidaknya beberapa kemampuan Alkemia seperti membutuhkan jarum namun aku tak memerlukan itu sama sekali." Jawab Chen sambil tersenyum.


"Semua kemampuan dan ingatan diberikan padamu, kenapa kau tak mengenalku nak?" Tanya Yuan Lan


Chen menggeleng pelan : "Tidak semua ingatan, hanya yang berupa pengetahuan seperti meracik pil, mengenali tanaman dan buah berkhasiat, serta jurus dan cara menggunakan kekuatan Guru secara maksimal." Jawab Chen.


Yuan Lan mengangguk, kini fokus pandangannya kembali ke Ling Shi.


Proses memperbaiki Bola Energi di tulang sulbi ini berlangsung hinga Enam Batang Dupa, Chen masih terus memancing Diagram untuk membentuk Bola Energi Baru yang berputar secara teratur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di ruangan Khusus Jin Mei, di hadapannya Duduk Seorang Pria.


"Hah..., baiklah jika seperti itu mungkin aku akan menunggu. Apakah ada Ruang Tunggu disini Nona?" Tanya Pria itu yang tak lain adalah Raja Tang Lio.


Kedatangan Raja Tang Lio jelas untuk menemui Chen.


"Ada Ruangan Khusus untuk pengunjung seperti Raja Tang Lio, jika Raja tidak keberatan menunggunya aku akan memanggil pelayan untuk mengantarkan Raja." Jawab Jin Mei.


Raja Tang Lio mengangguk sebagai jawaban.


Jin Mei memegang Batu Komunikasi lalu memanggil Pelayan.


Tak lama ada suara ketukan dari luar, Mei langsung menyuruh masuk.


Mei memandang Raja Tang Lio lalu berucap : "Silahkan Raja, pelayanku akan mengantarkan anda."


Raja Tang mengangguk dan mengucapkan terima kasih, lalu berjalan mengikuti pelayan tersebut.


Setelah kepergian Raja, Mei hanya menghembuskan nafas pelan.


"Terakhir kali aku bertemu dengannya, walaupun sopan kepadaku tapi masih ada jejak kesombongan di dalam dirinya tapi kini Raja itu benar-benar sudah berubah." Gumam Mei pelan.


Mei memandang ke atas langit-langit, matanya terpejam.


"Nan Chen, kau begitu istimewa. Bahkan aku belum pernah melihat seseorang yang lebih istimewa dibanding dirimu." Puji Mei dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kembali ke Chen.


Setelah semua energi di dalam tubuh Ling Shi mulai stabil, Chen segera menarik jarum-jarum tulang itu dan langsung tertarik dan meresap ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Selesai." Ucap Chen.


Senyum tipis menghiasi wajah Chen.


"Lingkaran energi cucumu ini 200.000 Lingkaran, benar-benar sesuatu yang luar biasa untuk seorang wanita muda." Ucap Chen pelan sambil terkekeh


"Cucuku bahkan seumuran leluhurmu." Dengus Yuan Lan.


"Aku hanya bercanda." Jawab Chen terseyum tipis.


Chen memandang ke arah Yuan Lan.


"Aku akan keluar, setelah dia berpakaian tolong panggil aku kembali." Ucap Chen.


Tanpa menunggu jawaban, Chen langsung berjalan menuju pintu.


"Bagaimana keadaanmu Shi'er?" Tanya Yuan Lan.


"Aku sudah bisa bergerak walaupun masih sedikit kaku." Jawab Ling Shi pelan.


"Kakek bisa keluar, nanti aku akan memanggil." Ling Shi berucap lagi.


"Baiklah, Kakek akan keluar terlebih dahulu." Sahut Yuan Lan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dua batang dupa berlalu.


"Nak, jangan tersinggung nanti jika kau di abaikan oleh cucuku. Dia sangat jarang berbicara jika tidak penting dan wajahnya selalu serius jarang tersenyum." Jelas Yuan Lan , takut Chen tersinggung dan menganggap Ling Shi wanita tak tau terima kasih.


Tak lama kemudian.


"Masuklah" Sahut suara dari dalam.


Chen dan Yuan Lan hanya mengangguk sesaat, lalu bergegas masuk.


Di hadapan Chen dan Yuan Lan, Ling Shi duduk di atas kasur kakinya lurus dan punggungnya bersandar pada dinding.


Ling Shi memandang ke arah Kakeknya, lalu mengangguk pelan.


Setelah itu Ling Shi memandang ke Arah Chen.


Lalu tersenyum lembut dan berucap : "Terima Kasih Tuan Muda telah menyelamatkan Nyawaku."

__ADS_1


Chen mengerutkan kening, berfikir kalau Yuan Lan mengerjainya.


Tapi bahkan Yuan Lan sampai Kaku Badannya dan Menjatuhkan Rahang melihat cucunya Tersenyum kepada Orang Luar.


__ADS_2