Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 30.


__ADS_3

Dunia Luar.


Setelah berkeliling sebentar dan mencari informasi, Chen merasa semuanya baik-baik saja.


"Baiklah Tujuan Kita Wilayah Kerajaan Tang." Ucap Chen.


"Hu..um.. Aku ikut Chen Gege saja, kemanapun tidak masalah." Jawab Ling Shi.


Chen tersenyum tipis.


"Wah Nona, semakin banyak berbicara semakin aku menyukaimu." Goda Chen.


Ling Shi memandang sedikit marah ke arah Chen.


"Jangan goda lagi, jantungku berdebar." Jawab Ling Shi.


Chen yang awalnya bingung Ling Shi menatapnya marah, tertawa pelan ketika mendengar jawaban Ling Shi.


"Dia ini, terlalu jujur." Ucap hati Chen sambil terkekeh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wilayah Kerajaan Tang.


Terlihat sebuah robekan di atas langit, tak lama sosok Chen yang menggenggam tangan Ling Shi keluar dari celah robekan tersebut.


Chen tersenyum senang.


"Tanpa banyak menguras energi, membuat robekan ruang ini jauh lebih efektif." Ucapnya.


Chen melirik ke arah Ling Shi yang terlihat masih terkejut, sambil tersenyum Chen mengusap kepala Ling Shi.


Ling Shi segera lepas dari keterkejutan, memandang Chen dalam-dalam..


"Aku suka." Ucapnya singkat.


Chen yang mendapat tanggapan itu lalu tersenyum senang.


"Oh benarkah? Jika aku mencium dirimu apakah kau akan senang? Tanya Chen sambil menahan tawa.


"Kalau mau, silahkan." Jawab Ling Shi.


"Ehh... Tidak.. Tidak.. Aku hanya bercanda." Ucap Chen sedikit panik.


Akhirnya Chen hanya bisa mengela nafas, tapi dalam hatinya Chen terkekeh.


"Ling Shi ini, terlalu jujur dan tidak akan berbasa-basi. Jika wanita lain akan jual mahal padahal ingin, Dia hanya perlu mengungkapkan apa yang Dia Rasakan." Ucapnya dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aula Kerajaan Tang.


"Silahkan Tuan Muda" Sapa Raja Tang Lio Sopan.


"Tidak perlu terlalu sopan Yang Mulia." Ucap Chen.


Lalu Chen melirik sekitar, memastikan tidak ada orang selain Dirinya, Ling Shi, dan Raja Tang Lio.


"Baiklah, bagaimana dengan keadaan setelah Aturan menjauhi ras hewan dan bagaimana keadaan Klan Yun?" Tanya Chen.


"Sebenarnya masalah aturan tidak banyak penolakan, hanya saja kehebohan yang disebabkan Klan Nan dan munculnya Klan Yun benar-benar membuat wilayah timur gempar." Balas Raja Tang Lio.


Chen mengangguk paham.


"Bisa kumpulkan semua Klan, Sekte, Organisasi, Asosiasi, dan orang yang penting lainnya dalam Sepuluh Hari?" Tanya Chen.


Raja Tang Lio sudah menduga kedatangan Chen pasti menyangkut hal ini.


"Bisa, aku usahakan." Jawab Raja Tang Lio.


Chen mengangguk, lalu melambaikan tangan.


Sebuah pedang dengan aura yang sangat kuat muncul di hadapan Raja Tang Lio.

__ADS_1


"Itu Pedang Tingkat Surga, tak perlu aku jelaskan lagi. Aku memberikan padamu karena membuat Cincin Penyimpananku penuh." Ucap Chen sambil tersenyum tipis.


"I..ii..ini.. Pedang Tingkat Surga?" Tanya Raja Tang Lio dengan suara bergetar.


Chen mengangguk, sejurus kemudian Chen seperti merobek sesuatu lalu muncul seperti robekan ruang.


Chen dan Ling Shi masuk, sebelum robekan itu menutup terdengar suara Chen : "Kami pamit, sampai jumpa sepuluh hari lagi."


Raja Tang Lio sampai jatuh berlutut melihat Chen seperti merobek sesuatu lalu benar-benar muncul robekan ruang dan mereka lenyap begitu saja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hutan Lembah Kabut.


"Ayo tuntun jalan." Ucap Chen.


Ling Shi mengangguk.


Satu batang dupa kemudian.


"Hmm, sudah datang rupanya." Gumam Mo Yuan Lan.


Tak berapa lama terdengar langkah kaki masuk.


"Permisi Kakek." Ucap Chen sopan.


Yuan Lan mengernyit.


"Sejak kapan? Enak saja Kau." Jawab Yuan Lan.


Chen hanya tertawa pelan, lalu sedikit membungkuk dan menjura hormat.


"Sudah waktunya Tuan, sepuluh hari lagi." Ucap Chen.


Yuan Lan mengangguk.


"Hmm... Baiklah, aku akan datang." Ucapnya.


Yuan Lan sempat ingin menahan cucunya, tapi Ling Shi bersikeras ingin mengikuti Chen.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sebuah kamar, di sebuah penginapan Ibukota Kerajaan Tang.


"Aku ingin ke Dunia Kecil." Ucap Chen.


Tanpa menunggu jawaban, keduanya hilang.


"Perasaanku tidak nyaman, entah apa ini." Gumam Chen.


"Ling Shi jika nanti waktunya tiba tetaplah disini, kau adalah kartu As untukku." Ucap Chen.


Ling Shi mengerti dan mengangguk.


"Baiklah, masih ada waktu lakukan apapun yang kau inginkan, aku ingin menambah Lingkaran Energiku. Entah mengapa perasaanku sangat tidak nyaman." Ucap Chen, lalu bergegas masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamarnya.


"Tidak ada waktu, aku harus memastikan semua berhasil." Gumam Chen, lalu dirinya mengeluarkan Dua botol yang isinya masing-masing lima Pil Peledak Energi tingkat Surga.


Tanpa Menunda, Chen menelan satu pil dan menghimpun Energi disekitarnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sembilan Hari di Dunia Luar, Sembilan Puluh Hari di Dunia Kecil, Seribu Delapan Ratus Hari di Kamar Chen.


Tekanan Energi dari tubuh Chen sedikit kuat, kini dirinya semakin merasakan Lingkaran Energinya bertambah seratus sepuluh ribu lingkaran.


"Bahkan menggunakan banyak Pil Tingkat Surga, hanya mampu menambah sedikit. Harta tak ternilai yang bahkan bisa ditukar dengan sebuah kota, ku habiskan begitu saja." Guman Chen pelan.


Setelah keluar kamar, Chen mencari keberadaan Ling Shi.


"Ah disitu kau rupanya." Ucap Chen.


Ling Shi yang mendengar suara Chen langsung berlari ke arah Chen dan memeluknya.

__ADS_1


Chen walaupun sedikit terkejut, tapi segera menguasai diri dan sedikit mengelus kepala Ling Shi.


"Aku Rindu...."


Hanya itu yang keluar dari mulut Ling Shi.


Chen tersenyum lembut, lalu berkata : "Sekarang sudah ada aku, mari kita keluar."


Tak lama mereka sudah kembali di kamar penginapan.


"Istirahatlah." Ucap Chen pelan.


Ling Shi tidak membantah, langsung ke kasur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ke-10, kerajaan Tang.


Semua orang kini berkumpul di sebuah lapangan terbuka area Kerajaan Tang, tapi sudah di atur ada banyak kursi yang di sediakan.


Menjelang Siang, kursi-kursi mulai terisi penuh semua orang dengan sabar menunggu Raja Tang Lio hadir.


Setelah beberapa saat, Raja Tang Lio Hadir dan disambut oleh seluruh orang yang hadir disana.


Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Raja Tang Lio berkata : "Jujur saja, disini berkumpul bukan hanya kita ras Manusia ada pula Tiga Orang Perwakilan Ras Hewan."


Semua orang sedikit terkejut dan mulai bisa menebak apa tujuan mereka di kumpulkan, namun sebelum mereka menjawab tiba-tiba saja dari atas langit Muncul Sebuah Robekan yang Mengeluarkan Hawa Sangat Panas.


Semua orang sampai berkeringat dingin dan ketakutan melihatnya.


Tapi begitu melihat sosok yang keluar ternyata Pria Muda yang beberapa dari mereka mengenalnya, mereka cukup lega.


Chen sedikit melihat ke arah bawah, mengangguk tanda melihat Mo Yuan Lan, Yun Luo dan Yun Lui.


Sosok Chen sengaja mengeluarkan sedikit hawa panas untuk menggoyahkan mental mereka yang ada disini.


Chen turun perlahan, berdiri disebelah Raja Tang Lio.


Sambil menangkupkan tangan tanda hormat, Chen ingin langsung mengungkapkan keinginannya.


Namun, belum sempat Chen berkata dari Arah Langit Muncul Lagi Robekan yang mengeluarkan energi sangat besar bahkan Chen sampai merasa tertekan.


Dug...Dug..


Jantung Chen berpacu cepat, melihat sekeliling dan ini semua nyawa ini tanggung jawabnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sosok Pria Sepuh keluar dari robekan ruang itu, matanya tajam auranya sangat kuat menekan semua orang.


"Ternyata kesini arah robekan ruang yang kutemukan tadi." Ucapnya.


Lalu pandangannya menyapu sekitar, dahinya mengernyit melihat Tiga Sosok yang dikenalnya bukan Manusia.


Seketika Energinya meledak-ledak dari langit, bahkan tanah sampai bergetar hebat dibuatnya.


"Kalian manusia berkumpul dengan hewan yang sudah berevolusi, apa maksudnya ini...!!!" Bentaknya marah.


Chen dengan cepat mengendalikan diri, mencoba menenangkan sosok kuat yang datang tiba-tiba tersebut.


Tapi belum sempat dirinya berbicara, siluet Tapak Tangan yang memancarkan Hawa Sangat Dingin melesat ke bawah.


Chen bergegas mengeluarkan kekuatan penuh dan menghantam tapak itu di ikuti Yuan Lan dan Jin Tian yang juga ikut menghantam tapak itu.


Gabungan Kekuatan Ketiga-Nya ketika menghantam Tapak Dingin dan kuat itu bahkan sampai menciptakan gelombang udara yang sangat kuat.


Dhuuaaar.... Dhuuuaaar..... Dhuuuaaar....


BOOOOOOOMMMMM........


Ledakan besar memecah di langit, badai angin menyapu apa saja dan mengempaskan semua orang disana bahkan Chen sampai terhempas memuntahkan seteguk darah dan menciptakan Kawah sedalam Lima Kaki akibat benturan langsung dengan Sosok Pria Sepuh Tersebut.

__ADS_1


__ADS_2