
Dibawah Tekanan dan Ancaman yang diarahkan padanya, Pria-Qilin itu hanya bisa menggertakkan giginya menahan amarah.
Sedangkan Chen sendiri, hanya diam sambil memejamkan matanya.
Serangan ini hanya gertakan, tidak ada niat untuk menjatuhkannya di Hutan Cemara.
Jikalaupun terpaksa dijatuhkan, Chen sudah memiliki skenario menahan serangannya ini menggunakan Formasi Kubus Ilahi.
Membuat banyak nyawa tidak bersalah harus melayang, hanya akan menciptakan dendam dan kebencian baru.
Pria-Qilin itu memejamkan mata, auranya terasa sangat tenang kali ini.
"Dirimu tidak memberikan diriku pilihan." Ucapnya pelan.
Senafas kemudian, Pria-Qilin itu menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul diatas langit tepat dibawah Badai Api dan jarum-jarum besar nan panas tersebut.
Langit gelap tertutup Api yang berkobar membara menjadi pemandangan yang sangat mengerikan, seolah Matahari akan Jatuh ke Dunia ini.
Pria-Qilin merentangkan tangannya ke atas, dari tangannya muncul cahaya putih berkilau membentuk sebuah Bola Cahaya.
Bola Cahaya Berkilau itu langsung menyedot Energi dari langit hingga menciptakan siluet energi angin yang berputar dengan sangat cepat mengelilingi Bola Cahaya tersebut.
Dari bawah Energi Biru-Keputihan yang sangat dingin seperti ingin menekan Api yang Sangat Panas di atas langit.
Putaran angin itu semakin cepat dan semakin besar, menciptakan fluktuasi pecah-pecah dan getaran di udara.
Chen yang melihat keadaan di atas, tersenyum tipis lalu dengan cepat menjatuhkan tangannya kebawah.
Wusssshhhh..... Ribuan jarum-jarum besar nan panas serta awan-awan api jatuh dari langit bagaikan sedang terjadi hujan meteor yang akan menimpa dunia ini.
Pria-Qilin itu berteriak lalu melesat terbang ke atas.... "Hiyaaaaaaaaaa...... Hancurlah Diri Kalian tulang-tulang tak berguna..!!!!! Teriaknya...
Senafas kemudian, terjadi tabrakan yang menggetarkan langit dan menggema di udara.
Booomm... Booomm... Booomm...
DHUAAAAAARRRRRRRRRRR...!!!!!!!
Ledakan besar di atas langit sampai mengguncang tanah dan menyapu apa saja.
Chen bergegas membentangkan tangannya, kubus-kubus membentang bagai dinding Horizontal menahan efek ledakan besar tersebut.
DHUAAAR.... DHUAAARR.. DHUAAAARRRR....!!!!
Ledakan besar sekali lagi terdengar dan saling bersahutan, menciptakan badai angin yang sesekali melemparkan kepingan-kepingan tulang panas yang patah dan pecah serta bola-bola api kecil yang membara.
Dari kejauhan, semua orang yang awalnya hanya ingin melihat kejadian tersebut melesat bagai lebah menjauhi area Hutan Cemara.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiga batang dupa berlalu, keadaan di langit sudah kembali normal.
Angin yang sejuk bertiup kencang.
Diatas Langit Chen melayang, di pundaknya memikul seseorang yang sudah tak sadarkan diri dengan pakaian yang compang-camping dan luka-luka ringan di tubuhnya.
Chen melihat kebawah, perlahan kubus-kubus yang menutupi area luas terbang bagai kerumunan lebah-lebah kecil mendekat ke arah Chen lalu masuk dan lenyap di udara.
Chen tersenyum kecil, dilihatnya sosok Ling Shi sedang menatapnya dengan lembut pula.
Tidak ada kerusakan apapun yang terjadi dibawah, hanya terjadi badai besar di langit.
Chen menghilang, muncul disamping Ling Shi yang sedang duduk diatas sebuah batu yang lebar.
Chen meletakkan tubuh Pria-Qilin yang sudah tak sadarkan diri, melihatnya sejenak.
"Harga diri memang tidak ada kompromi." Gumam Chen pelan.
Chen duduk disebelah Ling Shi, tidak ada yang mereka bicarakan selain terdiam dan menatap langit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiga batang dupa berlalu, sosok Pria-Qilin itu perlahan membuka mata.
Chen dan Ling Shi kompak menoleh ke arah Si Pria-Qilin, lalu Pria-Qilin itu juga melihat ke arah mereka.
"Dirimu menang, Dirimu terlalu kuat bahkan untuk Diri-Penguasa seperti Diriku ini." Ucapnya pelan.
Chen tersenyum menanggapi ucapan Pria-Qilin itu.
"Aku butuh bantuanmu setelah ini. Oh ya namaku Nan Chen, wanita disebelahku Mo Ling Shi. Siapa namamu Tuan?" Balas Chen sambil bertanya.
Pria-Qilin itu masih memandang ke atas langit, tidak sedikitpun wajahnya bergeming.
"Diriku bernama Lengshui, bantuan apa yang Dirimu minta?" Tanya Lengshui.
"Nanti ada waktunya aku akan mendatangimu." Jawab Chen.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mentari Pagi menyinari Wilayah Utara ini, tapi hawa dingin di Hutan Cemara ini bahkan seolah membuat Sinar Mentari hanyalah cahaya tanpa rasa panas.
Mereka bertiga membuka mata, setelah semalaman bermeditasi mengembalikan Energi yang terkuras.
"Beberapa Diri-manusia memasuki wilayah Hutan Cemara ini." Ucap Lengshui pelan.
Chen mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab. Selamat tinggal, aku akan menemuimu kembali jika waktunya sudah tiba." Balas Chen.
Tanpa menunggu jawaban, Chen dan Ling Shi sudah menghilang dari sana.
Chen Muncul di udara, di hadapannya berdiri beberapa orang yang dari pakaiannya terlihat seperti Ksatria Kerajaan.
Setelah cukup lama saling pandang, salah seorang dari mereka yang memakai Zirah Perang paling Besar dan Mewah membuka suara.
"Kami dari pihak kerajaan, ingin menyelidiki fenomena yang terjadi kemarin." Ucapnya.
Chen mengangguk paham.
"Itu adalah akibat dari pertarungan antara Penguasa Hutan Cemara ini dengan Seseorang." Jawab Chen singkat.
Mereka semua yang berada disana langsung bersiaga setelah mendengar jawaban Chen.
"Atas Wewenang Kerajaan Ming, Aku Jenderal Utama Lu Jui memerintahkan Kalian Berdua untuk ikut kami ke Kerajaan Ming." Ucap Pria Berzirah Besar dan Mewah yang ternyata adalah Jenderal Utama Lu Jui.
Chen memandang mereka dengan tatapan teduh dan menggelengkan kepala pelan.
"Aku minta maaf atas kejadian ini, tapi aku masih ada urusan lain. Percayalah aku akan tetap mendatangi Kerajaan Ming suatu hari nanti, jika aku boleh menyarankan maka lebih baik tinggalkan wilayah Hutan Cemara ini." Ucap Chen.
"Lancang...!!!!" Ucap salah seorang dibelakang Jendral Lu Jui menyela ucapan Chen.
Mereka semua menatap Chen dengan tatapan yang sangat tajam, sedangkan Chen yang mendapati dirinya di tatap setajam itu hanya tersenyum lembut.
Senafas kemudian, Energi yang sangat kuat dan terasa sangat panas melonjak keluar dari Tubuh Chen menekan semua orang yang ada disana.
Chen sengaja mengedarkan kekuatan hingga ke area jangkauan luas karena menyadari beberapa sosok yang bersembunyi dibalik awan.
Semua orang yang ada di hadapannya bahkan beberapa sosok dan kelompok yang sedang bersembunyi di balik awan, semuanya merasa sangat tertekan dan merasakan darah di dalam tubuh mereka mendidih karena panas.
Beberapa yang tidak mampu menerima tekanan besar itu sampai jatuh bagai burung yang tertembak di udara.
Tapi sebelum tubuh-tubuh tak sadarkan diri itu menghantam tanah, tubuh-tubuh itu melayang setengah kaki dari tanah barulah tubuh-tubuh itu terjatuh.
Chen merobek ruang di udara, membuat fluktuasi di antara celah robekan itu menjadi tidak stabil.
Perbuatan Chen ini benar-benar membuat semua orang memucat wajahnya.
Chen memandang ke Arah Kelompok Jenderal Utama Lu Jui lalu memandang acak ke arah awan, menggunakan Energi yang cukup untuk menggemakan suaranya; "Namaku Nan Chen, maafkan jika perjumpaan ini kurang baik. Kuharap semua yang ada disini mau bekerja sama dan mendengarkan saranku agar menjauhi Hutan Cemara ini." Ucap Chen, senafas kemudian Chen dan Ling Shi masuk ke dalam celah robekan ruang dan ketika robekan itu menutup keduanya sudah menghilang di ketiadaan.
DEGGGG..... Mendengar Pemuda itu memperkenalkan diri sebagai Nan Chen, semua orang kini tidak bisa lagi untuk tidak terkejut dan jantung mereka terpompa kencang.
Walaupun setelah Chen menghilang, tekanan dan aura panas juga hilang tapi mendengar Pria Muda itu menyebutkan namanya, semua orang masih tidak ada yang bergerak dari posisinya semula bahkan kini wajah mereka semakin terlihat pucat pasih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Big Thanks to Adidan Ari, Aini Aliyah, Puput Asma dan Semua Pembaca yang sudah memberikan dukungan ke novel ini. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang Selalu Kasi Support baik itu Dukungan dan Komentar, hanya bisa terlampir Do'a untuk kalian semua, Semoga Kalian Semua Selalu Berada Dalam Kesehatan dan Lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Aamiin...