Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 10.


__ADS_3

Masih di Asosiasi Harta Duniawi cabang Wilayah Timur.


"Anak itu bukan orang yang mudah, tapi menjalin hubungan yang baik sama sekali tidak merugikan. Lagipula manusia seperti apa yang memiliki Lingkaran Energi sebanyak itu di usia yang masih sangat muda? Jika dia seumuranku mungkin aku bukan tandingannya." Jelas Pria Sepuh.


"Aku tak tau bagaimana anak itu mendapatkan kekuatan, yang jelas untuk menampung Energi sebanyak itu di usia muda kalaupun jenius di Benua Tengah bisa mendapatkannya aku yakin Tubuhnya akan hancur." Ucapnya lagi.


"Aku akan mencari informasi tentangnya Kek." Balas Wanita Muda singkat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Klan Nan.


Sedikit perubahan dengan struktur bangku di Aula Rapat karena hari ini ketiga Leluhur pelindung Klan juga hadir.


Tiga kursi dibagian depan, di tempati tiga orang pria sepuh.


di samping kanan Patriark Bao, lalu sisanya Para Tetua Klan Nan.


Chen sendiri duduk di ujung sendirian, dia sempat di tawarkan duduk di bangku bagian kiri depan tepat di seberang Patriark tapi Ia menolak secara halus.


"Baiklah langsung saja, karena semua sudah berkumpul aku disini sengaja memanggil kalian berkaitan kejadian tempo hari." Ucap Leluhur Pertama.


"Kami sudah melakukan pengecekan secara mendetail akan dampak yang akan Klan alami akibat Kejadian di Kerajaan Tang, sukurnya tidak ada pihak yang berani mengambil tindakan buruk. Semua berjalan baik bahkan beberapa Klan mulai mendatangi Klan Nan demi menjalin kerja sama. Kemajuan ini diluar prediksi." Ucap Leluhur Kedua menimpali.


"Kami bertiga mengucapkan terima kasih kepada pahlawan muda kita, mungkin kau akan menjadi calon penerus Posisi Patriark kelak." Tambah Leluhur Ketiga.


Semua orang yang hadir merasa sangat senang akan penjelasan para Leluhur dan merasa sangat bangga kepada Chen.


"Tapi Para Leluhur, Patriark, serta Tetua, aku sebenarnya ingin meminta izin untuk pergi mengembara. Melanjutkan Tugas yang di amanatkan Guruku, karena masalah Klan Nan mungkin bisa dianggap sudah selesai dan kita sekarang sudah bisa menghirup nafas santai." Ucap Chen.


"Tenanglah, kami semua sudah menduga itu semua jadi kami sudah tau cepat atau lambat kau akan pergi untuk mengharumkan nama Klan Nan di seluruh penjuru Dunia ini." Balas Patriark Bao dengan perasaan bangga.


Tidak ada penolakan, semua yang hadir mengangguk dan setuju dengan ucapan Patriark Bao.


"Baiklah, jika aku sudah mendapatkan Restu dan Izin langsung, maka perjalananku ini pasti akan berjalan lancar." Jawab Chen.


"Tapi jika aku boleh berpesan, sebelumnya mohon maaf jika aku lancang. Tolong untuk semua anggota Klan Nan di himbau tidak merasa sombong dan jumawa apalagi berlindung di balik nama Klan Nan untuk menindas ataupun berbuat onar, karena jika itu terjadi, yakinlah jikapun ada seribu orang sepertiku di Klan tetap tidak akan menghindari Klan Nan dari kehancuran." Jelas Chen lagi.

__ADS_1


Leluhur Pertama memandang semua orang yang hadir lalu berkata : "Sudah jelas bukan permintaan Chen? Aku rasa kalian harus bergerak secara serius menanggapi masalah ini, karena di antara ribuan Anggota Klan pasti akan ada sampah yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi. Jangan mentolerir apapun itu walaupun itu anggota keluarga dekat dan keluarga Inti."


"Kami mengerti Leluhur." Jawab serempak Patriark dan Semua Tetua.


Lalu rapat berjalan dengan mendiskusikan hal-hal lain menyangkut permasalahan dan penjualan.


Setelah itu semua yang mengikuti rapat membubarkan diri, menyisakan Leluhur, Patriark, dan Chen.


"Nak, apa ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Leluhur Pertama.


"Ada." Jawab Chen singkat.


Lalu Chen melambaikan tangannya dan muncul empat botol dan satu artefak berbentuk pinata.


"Di dalam botol ini masing-masing berisi tiga butir Pil Pendobrak Energi Tingkat Surga dan Pinata itu adalah Artefak Langit yang berfungsi sebagai Pelindung." Jelas Chen.


"Apa?" Ke-empatnya kaget dan berseru lantang.


"Periksalah." Jawab Chen singkat.


Aroma harum dan kuat menyebar dengan deras, bahkan hanya dari aroma saja mereka merasakan Energi di dalam tubuh bergejolak liar.


Leluhur Ketiga sampai melotot dan tangannya bergetar melihat Pil tingkat Surga di tangannya, bahkan seumur hidupnya tidak pernah melihat langsung Pil Tingkat Surga, hanya membaca ciri Pil Tingkat Surga tapi kini Pil itu ada di tangannya dan menjadi miliknya.


Cepat-cepat Ia memasukkan kembali Pil ke dalam botol dan menyimpannya.


Senyum cerah merekah di wajahnya.


"Hai nak, yang Tua ini tidak akan sungkan dan tidak akan mengeluarkannya kembali jadi jangan menyesal." Ucap Leluhur Ketiga.


Leluhur Pertama, Kedua, dan Patriark Bao sempat saling memandang lalu tanpa aba-aba meraih masing-masing satu botol dan menyimpan tanpa memeriksa.


Senyum mereka sangat cerah bahkan mengalahkan cerahnya sinar mentari.


"Baiklah, kalau sudah maka untuk Pinata ini aku meminta untuk di tanam tepat di tengah area Klan. Jika ada serangan mendadak maka Pelindung Energi akan otomatis aktif atau Patriark bisa langsung mengaktifkan Pelindung hanya dengan Niat caranya cukup meneteskan darah ke Pinata itu maka akan terhubung dan bisa digunakan kapanpun diperlukan. Tentu saja cara ini sangat efektif jika Patriark tidak ada di Klan dan kita di serang. " Jelas Chen panjang lebar tanpa jeda.


"Artefak Tingak Langit sangat sulit di hancurkan, mungkin Tiga Leluhur bisa menghancurkan tapi akan tetap menerima luka karena Artefak ini bekerja sebagai pelindung dan penyerangan." Ucap Chen lagi.

__ADS_1


"Hahaha.. Luar biasa.. Bukankah kini Klan Nan akan menjadi Klan yang sulit di tembus? Hahahaa" Tawa Patriark Bao.


"Simpan langsung Bao, sebelum ku rebut." Ucap Leluhur Pertama sambil terkekeh.


"Enak saja..." Ucap Patriark Bao dengan wajah masam tapi setelahnya Dia tersenyum jenaka.


Lalu langsung memasukkan Artefak Pinata ke dalam Cincin Ruangnya.


"Baiklah jika sudah selesai, tiga hari lagi aku akan berangkat. Ku harap semua akan baik-baik saja ketika aku kembali dan ketika aku kembali Klan Nan akan berkembang menjadi Klan Terbesar Nomer Satu di Wilayah Timur." Ucap Chen


Ke-empatnya hanya mengangguk dan tersenyum tulus.


"Kami akan mengantarmu nanti." Jawab Patriark Bao dan mendapat anggukan Ketiga Leluhur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiga hari berlalu, sebelum keberangkatan Chen menyempatkan diri ke Lapangan Pelatihan sekedar menyapa dan memastikan semuanya Aman.


Chen berdiri di tengah Lapangan, di kelilingi ribuan Anggota Klan Nan.


Para Pria memandang Chen dengan penuh kekaguman, Para Wanita memandang Chen bagaikan seorang Pangeran Tampan nan Kuat yang akan selalu melindungi mereka.


Di antara para Anggota itu hadir pula Leluhur, Patriark, dan Tetua yang memantau dari jauh.


"Baiklah, terima kasih saudara semua sudah berkumpul. Aku hanya ingin meminta Tolong kepada Semua Saudara Untuk Tetap Menjaga Klan kita ini. Jangan ada yang memanfaatkan Klan yang kini sedang naik daun untuk bertindak semena-mena dan menindas orang luar. Tetaplah Rendah Hati dan Jaga Nama Baik Klan Nan ini dengan sikap saling tolong menolong dan tidak angkuh."


"Jangan lagi BERBURU HEWAN MONSTER SEMBARANGAN, ini harus aku tekankan dan dimulai dari dalam. Karena Tujuanku adalah untuk membuat ikatan baik antara kita Ras Manusia dan Ras Hewan, jika saudaraku saja masih memburu sembarangan lalu betapa munafiknya diriku ini?" Jelas Chen.


"Kami Semua Mengerti Saudara Chen." Ucap mereka kompak dan suara itu menggema hingga kemana-mana.


Chen hanya tersenyum tipis dan merasa sangat senang karena mereka mau mengerti permintaannya.


"Ada sedikit hadiah dariku." Ucap Chen


Lalu Wuuusssshhhhhh..............

__ADS_1


__ADS_2