
Tingkatan Senjata :
Senjata Tingkat Rendah.
Senjata Tingkat Sedang.
Senjata Tingkat Tinggi.
Senjata Tingkat Langit.
Senjata Tingkat Surga.
Senjata Tingkat Semesta.
Tingkatan Artefak :
Artefak Tingkat Rendah.
Artefak Tingkat Sedang.
Artefak Tingkat Tinggi.
Artefak Tingkat Langit.
Artefak Tingkat Surga.
Artefak Tingkat Semesta.
Tingkatan Pil :
Pil Tingkat Rendah.
Pil Tingkat Sedang.
Pil Tingkat Tinggi.
Pil Tingkat Langit.
Pil Tingkat Surga.
Pil Tingkat Semesta.
__ADS_1
Penyebutan Tingkatan sama saja, yang membedakan hanya untuk Tingkat Surga, dan Semesta.
Kedua Item ini termasuk Langka, hanya orang tertentu yang bisa membuatnya apalagi Untuk Item Tingkat Semesta sudah bisa di katakan Rare Item. Di buat oleh sosok yang bisa dikatakan sudah berada di puncak kekuatan dan itu sangat sulit sekali karena bahan yang di gunakan serta alat yang dipakai adalah Item Khusus atau adapula yang tercipta alami oleh Alam dan jelas lebih Langka Lagi, jadi sangat sulit mendapatkannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suara Ledakan terdengar setelah Chen mengeluarkan Energi yang cukup besar dari dalam tubuhnya, bahkan dinding dan atap Aula Kerajaan sampai Hancur.
Semua Jendral dan Menteri bahkan Raja Tang Lio terpental tiga puluh kaki, hingga memuntahkan darah serta memegang dada mereka yang terasa sesak dan sakit.
Mereka terpental bagaikan batu kecil yang dilemparkan ke udara lalu membentur tanah.
Hanya Patriark Nan Bao yang tetap berdiri di tempatnya karena di lindungi oleh Chen.
Hal ini tentu saja membuat situasi menjadi mencekam, bahkan hal ini memantik kehebohan dari luar.
Semua Prajurit serta Komandan yang berada disekitar area bahkan berhamburan dibuatnya.
Tak ada yang berani mendekat karena tekanan dan aura panas cukup membuat mereka merasakan rasa takut yang sangat besar.
Chen terbang hingga tiga puluh kaki, matanya terpejam wajahnya sangat tenang tapi aura yang keluar dari dalam tubuhnya sungguh sangat menakutkan dan mencekam.
"Aku tidak ingin membunuh hanya karena hal sepele seperti ini, tapi kalian ini cukup keterlaluan." Ucap Chen menggunakan Transmisi Energi, hingga suara yang keluar walaupun pelan tapi terdengar sangat besar.
"Kalian mendirikan Kerajaan adalah untuk melindungi rakyat, menegakkan keadilan, menjadi pemimpin yang mampu mengayomi dan memberi Contoh Baik." Ucap Chen.
Energi yang keluar dari tubuhnya sekarang lebih besar dan kini memaksa semua orang berlutut menahan dengan tangan mereka di tanah. Bahkan prajurit, menteri, dan beberapa komandan kerajaan tak sadarkan diri.
Belum sempat Chen melanjutkan Ucapannya, tiba-tiba saja dari arah belakangnya Aura yang Cukup Kuat melaju cepat ke arahnya.
Tanpa aba-aba serangan energi berbentuk petir melesat bagai kilat ke arah dirinya.
Dhuuuaaarr.......
Ledakan keras di udara menggetarkan area sekitar Kerajaan Tang, asap akibat tabrakan energi tersebut menciptakan kabut cukup tebal.
"Memiliki sedikit kemampuan tapi gaya seolah sudah paling hebat saja." Dengusan marah terdengar dan muncul sosok yang sangat terlihat sepuh dengan energi cukup besar.
Tiba-tiba saja kabut yang mengepul berputar dan melesat tinggi ke langit, sosok Chen berbalutkan tulang-tulang runcing masih terbang kokoh bahkan tak sedikitpun terlihat luka.
"Serangan tiba-tiba seperti itu bahkan terasa menggelitik saja." Ucap Chen.
Chen berbalik dan menatap lurus sosok pria tua sepuh yang berdiri lima belas kaki di hadapannya.
Tiba-tiba saja dari telapak tanggannya muncul tulang tajam berwarna merah menyala dan mengeluarkan asap tipis seukuran jari telunjuk.
Tulang itu melesat tajam ke arah pria sepuh tersebut yang terlihat sedikit terkejut akan serangan cepat Chen.
Dia merasakan aliran energi kuat dari tulang kecil itu jadi dia tak segan-segan menggunakan seluruh energinya membentuk petir biru yang menggelegar dan melempar kuat ke arah tulang kecil yang Chen lontar.
Tabrakan dua energi kuat itu bahkan menciptkan cahaya berwarna merah yang terasa sangat panas dan cahaya berwarna biru yang berbalut petir liar yang kian membesar dan mengeluarkan energi yang sangat kuat.
__ADS_1
Perlahan cahaya merah yang terasa sangat panas mulai mendesak dan mulai meretak-kan energi cahaya biru berbalut petir.
Pria sepuh itu terkejut dan segera membendung energi besar menciptakan perisai petir besar melindungi tubuhnya, sudah tak sempat untuknya melesatkan serangan susulan jadi dia hanya mampu bertahan.
Hingga akhirnya.....
Dhuaaarrrrr...........
Ledakan besar akibat hancurnya Energi Biru Berbalut Petir menggelegar memekak-kan telinga, tapi cahaya merah nan panas itu tetap melesat maju ke arah pria sepuh hingga akhirnya bertabrakan dengan perisai petir yang telah Ia ciptakan.
Tabrakan energi yang sangat besar sudah tak terbendung, cahaya Merah dan Biru meledak bersamaan menciptakan daya hancur udara yang sangat besar bahkan tanah di bawahnya sedikit cekung.
Andai saja pertarungan ini tidak dilakukan di udara mungkin akan banyak korban berjatuhan dan banyak yang hancur.
Sosok Pria Sepuh itu meluncur ke bawah sangat cepat bagaikan meteor yang jatuh ke bumi, menghantam tanah dan menciptakan lubang selebar lima kaki.
Pria sepuh itu tergeletak tak sadarkan diri, pakainnya sudah tak tersisa sedikitpun bahkan tubuhnya, tangannya, wajahnya menderita luka bakar berat dan rambutnya yang panjang hangus terbakar.
Tak ada yang berani bersuara, semua orang terlalu terkejut akan kejadian yang baru saja mereka lihat.
Bahkan Raja Tang Lio yang sangat mengenal sosok itu memucat wajahnya.
"Leluhur Pelindung Kerajaan di kalahkan hanya dengan satu serangan. Tidak.. Tidak.. Tidak Mungkin." Batin Raja Tang, sangat terpukul dirinya.
Setelah melihat ke arah tempat Pria Sepuh yang tergeletak tak sadarkan diri itu, lalu Chen melihat sekeliling sebentar.
Sambil menghela nafas pelan, dia menghilangkan energi kuat yang digunakan menekan semua orang.
Akhirnya semua orang bisa merasakan tubuh mereka ringan seolah terbebas dari beban yang menindih tubuh mereka.
Tapi tetap saja tidak ada yang berani untuk sekedar menengadahkan wajah ke atas, semua orang masih sangat terkejut dan takut untuk sekedar berdiri.
Kejadian ini bagaikan pukulan telak dan hal paling memalukan yang mereka alami.
Seorang Pemuda datang dan menekan mereka bahkan mengalahkan Leluhur Pelindung hanya dengan satu serangan.
Bukankah nyawa mereka sekarang berada di genggaman pria muda ini?
Fikiran mereka tak menentu bahkan memikirkan nyawa mereka kini sudah berada di ujung tanduk, tak ada yang merasakan ketenangan sama sekali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yang Suka Tolong Minta Like dan satu dua patah kata di kolom komentar.
Mohon maaf tulisan rusak ini adalah karya Pertama saya, sangat buruk dan banyak kekurangan.
Tak sebaik karya lain, tapi ini hanya untuk menghilangkan kejenuhan saya saja.
Terima Kasih banyak sudah membaca dan memberikan pengertian.
Sehat Selalu Semuanya. 🙏
__ADS_1