Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Episode 46.


__ADS_3

Istana Kerajaan Ming, Wilayah Utara.


Raja Ming Wu-Jian duduk di Singgasananya ditemani Ratu Zhang Hua, Pangeran Ming Wu-Tian dan Putri Ming Wu-Ruan.


Di depannya berlutut Jenderal Utama Lu Jui, menundukkan kelapa sambil menceritakan hasil penyelidikannya di Hutan Cemara.


Raja, Ratu, serta Pangeran dan Putri sangat terkejut mendengar hasil laporan Jenderal Utama Lu Jui, bukankah Anak Muda bernama Nan Chen ini sudah terlalu kuat.


"Jika fenomena luar biasa di Hutan Cemara beberapa hari lalu ada sangkut pautnya dengan Anak Muda itu, bisa dikatakan kemunculannya yang tiba-tiba di depan kalian saat itu adalah tanda jika Anak Muda itu sudah mengalahkan Penguasa Hutan Cemara." Ucap Raja Ming Wu-Jian.


Ratu Zhang Hua memandang Jenderal Utama Lu Jui.


"Untuk sementara tutup area Hutan Cemara, jangan biarkan siapapun masuk." Ucapnya.


"Siap melaksanakan Perintah Ratu." Jawab Jenderal Utama Lu Jui.


Raja mengangguk, lalu menyuruh Jenderal Utama Lu Jui pergi.


Setelah memberi Hormat, Jenderal Lu Jui meninggalkan Aula Kerajaan.


Hening, kini Aula Kerajaan Ming sangat hening karena semua yang ada disana larut dengan pemikiran masing-masing.


"Aku sedikit mengerti cara kerja Anak Muda itu, setelah ke Hutan Cemara pasti dia akan ke Lautan Perbatasan Wilayah Utara." Ucap Raja Ming Wu-Jian pelan.


Ketiganya mengangguk tanda setuju dengan ucapan Raja.


"Anak Muda itu saat ini pasti sedang menuju Perbatasan Laut Utara." Ucap Ratu Zhang Hua.


"Jika dia berhasil menaklukkan Penguasa Laut Perbatasan, maka dia akan ke Klan Xue." Pangeran Ming Wu-Tian menyambung ucapan Ibu Ratu Zhan Hua.


"Jika dia juga berhasil merangkul Klan Xue, berarti dia akan kesini dan Ayahnda akan menjadi kunci baginya untuk mengundang Klan, Sekte, serta Organisasi lainnya tentu saja mencoret Asosiasi Harta Duniawi yang sudah jelas berada di sisinya." Tambah Putri Ming Wu-Ruan.


"Berita tentang Anak Muda itu pasti sudah menyebar sekarang ini, akibat Fenomena di Hutan Cemara, setidaknya ini akan sedikit memudahkan Yang Mulia Raja." Ratu Zhang Hua kembali membuat kesimpulan.


Raja Ming Wu-Jian kini merangkai satu demi satu ucapan Istri serta Anaknya, mulai membuat kesimpulan dan menyiapkan langkah terbaik apa yang harus Ia ambil.


"Semoga saja Kakek Buyut Ming Wo-Aotian muncul disaat yang tepat, setidaknya aku tidak akan pusing jika nanti Kakek Buyut Ming Wu-Aotian muncul setelah Anak Muda itu pergi." Gumam Raja Ming Wu-Jian pelan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dua Puluh hari berlalu.


Chen, Ling Shi, dan Nara Rongjue duduk diatas punggung Elang Petir.


"Disana pasti perbatasan Lautnya." Ucap Chen sambil menunjuk lautan luas di depannya.

__ADS_1


"Uhmm.." Jawab Ling Shi sambil mengangguk.


Chen memerintahkan Elang Petir turun, lalu setelah ketiganya Turun dari pundak Elang Petir, Chen memasukkan Elang Petir dan Nara Rongjue kembali ke Dunia Kecil.


Mata Chen memandang lurus lautan yang tenang tapi seolah tak berujung itu, hatinya sedikit gelisah melihat lautan luas.


Chen menenangkan diri, menghela nafas pelan.


"Shi'er tunggu aku, carilah tempat aman dan nyaman." Ucap Chen lembut.


"Berhati-hatilah Chen Gege." Jawab Ling Shi pelan lalu melesat terbang ke udara.


Chen melihat ke arah sosok Ling Shi yang sudah terbang menjauh.


"Saatnya Mandi." Ucap Chen pelan lalu tersenyum lebar.


Chen melesat ke arah Lautan dan masuk ke laut dalam, sedikit merasakan tidak nyaman ketika dirinya kesulitan untuk bernafas tapi setelah mencoba menyelimuti tubuhnya menggunakan Energi, Chen mulai bisa bernafas normal.


Chen masuk lebih dalam, sekelilingnya ada banyak sekali hewan yang berenang, ada pula beberapa hewan monster yang sudah setengah bertransformasi tapi melihat Chen yang mampu mengeluarkan Energi yang sangat besar semua makhluk laut itu menjauh.


"Penghuni Lautan ini ternyata lebih kuat dibandingkan daratan, bahkan yang sekuat Yan Luo dan Yan Lui bisa kutemui." Ucap Chen dalam hatinya.


Masuk lebih dalam, situasi di dalam lautan mulai gelap karena Cahaya Matahari semakin sulit menembus air laut.


Chen mengandalkan matanya yang tajam, terus masuk dan sesekali berkeliling di lautan.


Di sebuah batu karang yang terdapat di dasar lautan yang paling dalam, berdiri seorang Pria berotot besar, rambutnya panjang sebahu dan sedikit bergelombang, memiliki jenggot dan kumis tebal, matanya begitu tajam, tubuh kekarnya diselimuti sisik berwarna emas yang terlihat tebal dan kuat, tangannya memegang Tombak Trisula berwarna Emas, Air Laut bahkan seolah tidak bisa membuat tubuhnya basah.



Senafas kemudian, Sosok Pria itu menghilang hanya menyisakan riak air yang sedikit bergelombang dan bebatuan karang kecil yang berhamburan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen menelusuri Lautan semakin masuk lebih dalam, hingga tiba-tiba Chen merasakan sebuah serangan menyasar ke arah dirinya.


Chen melihat Cahaya berwarna Emas melesat cepat hendak menghantam tubuhnya, dengan cepat pula Chen mengibaskan tangannya lalu Energi berwarna Merah dan Panas melesat ke arah Cahaya Emas itu..


Boooommm.....


Terjadi ledakan teredam di dalam lautan, air laut beriak kuat dan menciptakan gelombang besar menerpa apa saja yang dilewatinya.


Di hadapan Chen, Sosok Pria itu berdiri dan menatapnya tajam.


"Siapa Kau?" Tanya Pria itu dengan tatapan tajam.


Chen mengukur Pria di hadapannya sejenak.

__ADS_1


"Tidak bisa ku ukur, ini akan merepotkan jika dia mengamuk." Gumam Chen pelan.


Chen sedikit membungkuk.


"Namaku Nan Chen, tujuan kedatanganku untuk menemui Penguasa Wilayah Lautan Utara ini." Ucap Chen sedikit hormat.


Pria itu masih menatap Chen tajam.


"Apa tujuanmu?" Tanya-nya lagi.


"Aku ingin mengajak Tuan berdamai dengan kami ras manusia, hidup berdampingan dan saling menjaga." Jawab Chen tegas.


Pria itu mengangguk, tidak terkejut sama sekali.


"Memiliki 410.000 Lingkaran Energi, bukan berarti kau yang terkuat dan bisa merangkul siapa saja. Aku bisa saja menurutimu, jika kau bisa mengalahkan-ku." Ucap Pria itu.


Chen mengangguk, memang akan selalu seperti ini. Walaupun selalu berawal dengan pertempuran tapi Ras Hewan ini selalu lebih baik daripada Ras Manusia.


"Siapa Nama Tuan?" Tanya Chen masih sangat sopan.


Pria itu sedikit tersenyum mendengar Chen menanyakan namanya.


"Marui.. Namaku Marui." Jawabnya.


Chen tidak ingin bertanya lagi, mengalirkan energi yang sangat besar dan menyerap seluruh energi alam masuk ke dalam tubuhnya.


Perlahan Tubuh Chen berubah gelap dan menjadi coklat, muncul ekor di belakangnya, tulang-tulang Chen menyeruak keluar.


"Aaarrrrgggghhhh...." Teriak Chen.


Fluktuasi energi yang Chen keluarkan bahkan menciptakan pusaran air yang luar biasa besar hingga air laut berputar dan menciptakan gelombang yang sangat besar.


Bahkan di tempat Chen berdiri, air laut terbelah hingga terlihat dasar lautan yang dalam dari atas langit.


Marui sedikit terkejut, melihat Chen bisa bertransformasi dan mengeluarkan Energi yang setara dirinya.


"Anak ini tidak bisa diremehkan." Gumam Marui pelan.


Mata Marui berubah menjadi berwarna Emas, energi berwarna Emas menyeruak dari dalam tubuhnya dan kini energi Emas itu dibaluti petir-petir yang berderak di dalam lautan.


Air Laut bergejolak kuat dan meletus hingga menyiprat keluar menciptakan Gelombang Badai Air Besar, bahkan air laut tempat Marui berdiri ikut terbelah hingga ke tempat Chen berdiri.


Terbelahnya lautan itu benar-benar menciptakan Gelombang Air Besar yang menerpa daratan, untung Ling Shi bergerak cepat menciptakan dinding es hitam yang besar dan tebal hingga Gelombang Besar Air Laut hanya menghandam dinding es hitam.


"Chen Gege." Ucap Ling Shi sedikit terkejut dan wajahnya sedikit cemas.


Baru kali ini Ling Shi melihat wujud Transformasi Chen, karena terakhir kali Chen bertarung dengan Murong, Chen menutupi area bertarung mereka dengan Formasi Kubus Ilahi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keduanya saling menekan membuat dasar lautan bergetar dan terbelah lalu berhamburan ke udara.


__ADS_2