Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 11.


__ADS_3

Ribuan Botol bertumpuk di depan Chen.


"Di dalamnya masing-masing ada Tiga Butir Pil Pendobrak Energi Tingkat Tinggi. Aku sebenarnya ingin memberi senjata tapi untuk apa Klan Nan ini senjata?" Ucap Chen terkekeh.


Sebenarnya Chen ingin memberi senjata tapi Kekuatan Tulang Anggota Klan Chen setara Senjata Tingkat Rendah hingga Tinggi, memberi mereka senjata diatasnya sama saja pemborosan lebih baik diberikan ke Patriark agar dijual dan meningkatkan pendapatan Klan, pada akhirnya semuanya akan merasakan manfaatnya.


Lagipula seiring meningkatnya kekuatan mereka struktur tulang mereka juga akan bervolusi ke tingkat lebih keras.


"Ambil masing-masing satu jangan serakah, kita kuat bersama dan saling bantu bersama. Di dalam darah kita mengalir darah Klan Nan yang begitu kental, jika bukan kita yang saling membantu, siapa lagi? Jelas Chen.


"Siap Saudara.." Jawab mereka kompak.


Lalu masing-masing secara teratur membagikan Botol berisi Pil dengan cara estafet di mulai dari depan membagikan ke arah belakang.


Semua mendapatkan jatah masing-masing tanpa ada yang merebut milik saudaranya yang lain.


Setelah semua orang mendapatkan Pil, mereka kompak mengucapkan terima kasih.


Masih berdiri di hadapan Anggota Klan Nan.


"Apakah kalian tau perbedaan kita dengan Sekte atau Organisasi bahkan kerajaan? Tanya Chen.


Tidak ada jawaban, hingga salah satu dari mereka bertanya; "Apa itu saudara?


"Mereka yang ada di sekte itu berisi orang dari mana saja, yang tentu saja saling mengenal setelah dewasa. Sedangkan kita berasal dari Leluhur yang sama, darah yang mengalir-pun sama dan kita sudah mengenal bahkan sejak kita masih kecil. Ikatan yang terwujud di antara kita adalah Ikatan Saudara Sedarah yang lebih kuat daripada mereka. Sangat memalukan jika kita sampai terpecah dan saling bermusuhan. Maka dari itu, mari bersama kita saling menjaga ikatan ini hingga akhirnya kita sama-sama mengharumkan nama Klan Nan ini di posisi Puncak." Ucap Chen Tegas.


Semua orang merasakan gejolak kuat mendengar ucapan Chen, jantung mereka berdegup kencang semangat mengalir dari dalam diri mereka.


"Hidup Klan Nan.." Seru Chen Lantang.


"Hidup Klan Nan... Hidup Klan Nan.. Hidup Klan Nan.." Balas semua orang kompak dan suara mereka bergema hingga ke segala penjuru.


Leluhur, Patriark, dan Para Tetua merasakan sesuatu yang bergejolak dalam diri mereka.


Perasaan Bangga dan Terharu di dalam diri mereka bahkan hampir tak terbendung.


"Anak ini, benar-benar seorang pemimpin." Ucap Leluhur Kedua bangga.


"Lihatlah Adikku, anakmu ini kelak akan menjadi pemimpin yang di hormati dan di segani semua orang. Berbanggalah dirimu di Surga sana." Patriark Bao bergumam sambil menengadah ke atas langit, tak sadar air matanya menetes saking terharunya melihat Keponakannya sungguh Luar Biasa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gerbang Klan Nan.


"Selamat tinggal semua, ingat untuk saling membantu dan jangan menjadi sosok yang akan membuat Klan Nan malu." Ucap Chen


"Kami akan menjaga amanat dari Saudara Chen." Ucap mereka kompak.


"Selamat tinggal Leluhur, Patriark, dan Para Tetua. Yang bodoh ini mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah kalian berikan. Anak ini akan mengingat semuanya dan mengharumkan Nama Klan Nan di mata Dunia." Seru Chen.


"Pergilah Nak. Kami mendoakan-mu." Sahut Patriark Bao.


"Hati-hati Nak." Ucap Leluhur Pertama.


"Jangan lupa kembali dan bawa Wanita yang baik." Ucap Leluhur Kedua sambil terkekeh.


"Carilah wanita Cantik Nak." Seru Leluhur Ketiga sambil tertawa pelan.

__ADS_1


"Hati-hati Tuan Muda." Seru Para Tetua kompak.


Chen hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan Leluhur Kedua dan Ketiga, namun juga sangat tersentuh kepada mereka yang tulus dan selalu memberikan dukungan kepadanya, sambil mengangguk Chen melesat terbang ke langit dan menghilang dari pandangan semua orang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hutan Kematian.


"Baiklah dimulai dari sini." Gumam Chen.


Chen terus menelusuri area Hutan, sesekali Chen mengeluarkan Energi Besar bercampur aura Limba hingga membuat Para Hewan dan Hewan Monster sedikit takut lalu menjauh.


"Selain Guru, pasti ada Hewan lain yang setidaknya berada di bawah Guru kekuatannya dan pastinya sekarang menjadi penguasa hutan kematian ini." Gumam Chen dalam hati.


Setelah cukup lama menelusuri hutan, Chen merasakan Aliran Energi besar di arah selatan hutan.


Chen bergegas ke arah selatan sambil terus memantau keadaan sekitar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selatan Hutan Kematian.


Chen bersembunyi di balik pepohonan.


"Orang tua itu bahkan Energinya berjumlah 299.000 Lingkaran, sedikit di bawahku. Siapa dia? Gumam Chen pelan.


"Lalu dua orang yang berhadapan dengannya setidaknya masing-masing memiliki 100.000 Lingkaran Energi. Lebih baik aku memantau terlebih dahulu." Gumamnya lagi.


Sedangkan di tanah yang kini mulai lapang karena beberapa pohon mulai tumbang akibat energi yang tadi mereka keluarkan.


"Kau kira kami takut padamu Pak Tua?" Ucap salah satu Pria tersebut.


"Kalian akan mati jika tidak bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Pria Sepuh itu membalas.


"Terlalu banyak omong kosong bukankah percuma Pak Tua?" Balas Pria itu menyahut.


"Kalian ini.. Sialan..." Gerutu Pria Sepuh marah.


Lonjakan Energi yang Lebih besar keluar dari masing-masing tubuh mereka, baru setelah itulah kedua Pria itu wajah mereka memucat.


Sadar jika yang mereka hadapi ini kekuatannya sangat jauh di atas mereka.


"Sialan, aku mengira energi totalnya kisaran 200.000 hingga aku tak dapat melihatnya tapi ini terasa sedikit di bawah jumlah energi Ketua Limba." Gumam Pria itu.


"Cih, andai saja Ketua Limba masih ada, kau akan mati disini." Teriak salah satu di antara Pria itu.


"Matipun aku tak akan mundur" Ucapnya lagi.


Keduanya mengeluarkan Tombak dan seketika itu aliran energi dari tubuh mereka masuk ke dalam tombak, lalu energi berwarna ungu memancar kuat dari tombak yang mereka pegang.


Pria Paruh Baya itu mengumpulkan Energi di tangannya dan Seketika Cahaya Emas kuat merembes dan menitik di tangannya.


Secara bersamaan Kedua Belah Pihak melontarkan Energi untuk menyerang lawannya, seketika dua fluktuasi energi besar melesat di udara saling berbenturan dan menekan.


Sempat terjadi adu energi tapi itu tidak berlangsung lama karena energi berwarna emas jauh lebih kuat.


Lalu..

__ADS_1


Boomm... Boom... Boom....


Terjadi ledakan besar akibat hancurnya energi Ungu yang dilancarkan kedua pria itu.


Tapi tak sampai disitu, energi emas masih melesat cepat ke arah kedua pria itu dan menghantam mereka dengan telak.


Boommm......


Sekali lagi terdengar suara ledakan akibat Energi Emas yang menghantam Tubuh mereka berdua.


Keduanya terpental mengantam pohon dan menumbangkannya, tapi itu tak mengentikan tubuh mereka untuk tetap melesat bagaikan busur panah yang lepas ke udara sampai akhirnya tubuh mereka menukik dan membentur tanah bahkan membuat celah lubang sedalam lima kaki.


Asap mengepul dari dalam lubang tanah.


Tak lama kemudian, keduanya keluar dari dalam lubang di dalam tanah.


Darah mengalir di sudut bibir keduanya.


Masih sambil memegang dada yang terasa sakit, mereka tetap berusaha melawan dan memandang tajam ke depan.


Tak lama Pria sepuh terbang ke arah mereka dan berhenti di jarak dua puluh kaki dari mereka.


Sambil memandang ke arah bawah.


"Kalian bukan lawanku, Matilah." Ucap Pria Sepuh.


Lalu Pria Sepuh menghantamkan Tapaknya ke arah mereka sambil berteriak : "Tapak Emas Ilahi."


Energi berbentuk tapak raksasa dengan aliran energi berwarna emas dan sangat kuat dengan cepat melesat ke arah mereka.


Sadar tak akan menang, keduanya hanya memejamkan mata dan pasrah.


"Setidaknya kita akan berjumpa dengan Ketua." Ucap pelan salah satunya.


Tapi sebelum Energi berbentuk Tapak Raksasa itu menghantam keduanya, muncul sulur-sulur tulang runcing yang mengeluarkan energi sangat besar dan panas berwarna merah menghantam Energi Tapak Raksasa.


Booom... Boomm... Booom....


Ledakan dan guncangan dahsyat terjadi akibat hancurnya sulur-sulur tulang dan energi tapak raksasa yang berbenturan.


Bahkan banyak Pohon yang tumbang dan tanah yang retak akibatnya.


Pria Paruh Baya Terkejut melihat serangannya dapat di tahan.


Tapi kedua Pria itu bahkan lebih terkejut karena ada yang membantu mereka.


"Siapa yang membantu kami?" Tanya mereka dalam hati masih dalam keadaan terkejut.


.....................


Yang Suka Tolong Minta Like dan satu dua patah kata di kolom komentar.


Mohon maaf tulisan rusak ini adalah karya Pertama saya, sangat buruk dan banyak kekurangan.


Tak sebaik karya lain, tapi ini hanya untuk menghilangkan kejenuhan saya saja.


Terima Kasih banyak sudah membaca dan memberikan pengertian.


Sehat Selalu Semuanya. 🙏

__ADS_1


__ADS_2