Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Episode 32.


__ADS_3

Dibawah tekanan itu, tak ada yang mampu bergerak.


Chen menghela nafas pelan, memejamkan matanya.


Lalu tiba-tiba saja tekanan yang menimpa mereka lenyap.


Chen mendorong Jin Tian, Yuan Lan, dan Ling Shi menjauh menggunakan energinya lalu setelahnya formasi kubus ilahi menutupi area Chen dan Pria Sepuh tersebut.


Mereka berdua terperangkap di dalam formasi kubus ilahi.


Chen membuka mata, menatap Pria Sepuh tersebut.


"Tetua pasti mengenal Ibu Guruku, Xue Chu Luan." Ucapnya.


Pria Sepuh itu mengangguk.


"Ternyata begitu, tapi tak akan semudah ini kau bisa bebas hanya mengandalkan latar belakang anakku." Balas Pria Sepuh tersebut.


Chen sedikit terkejut.


"Pantas saja sangat kuat, Guru dan Ibu Guru bisa dikatakan masih anaknya." Ucap Chen dalam hati sambil tersenyum kecut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan diluar kubus.


Ling Shi sampai ngos-ngosan dan keringat bercucuran di wajahnya, karena berusaha menghancurkan Formasi Kubus Ilahi.


Yuan Lan walaupun khawatir tapi masih bisa sedikit mengontrol diri, begitu pula Jin Tian.


"Ini formasi pertahanan yang sangat kuat." Gumam Jin Tian.


"Formasi ini bahkan mampu menahan dan menyerap tapak besar yang tadi di arahkan ke kami, aku yakin walaupun kami bertiga ingin menjebolnya itu percuma." Yuan Lan larut dalam fikirannya sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Guru sebenarnya melarangku melakukan ini jika tidak terdesak." Gumam Chen pelan.


Chen menatap tajam Pria Sepuh tersebut.


"Aku akan tetap menyatukan kedua Ras, ini semua adalah amanah dari Guru dan Ibu Guru." Ucap Chen.


Pria Sepuh itu mengangguk.


"Jika begitu, Kakekmu ini akan tegas." Ucapnya sambil tersenyum.


"Mencari anakku, bertemu muridnya. Setelah bertemu malah mendapat kejutan." Ucap Pria Sepuh itu dalam hati.


"Mulailah...." Ucapnya lagi.


Chen merobek bajunya tiba-tiba di dada Chen muncul rangkaian sulur berwarna hitam seperti rune. Dari tangan, bahu, pundaknya muncul Tulang yang Runcing dan Tajam.



Setelahnya Chen memejamkam mata, area di sekitarnya muncul energi berwarna merah dan sangat kuat mengelilingi tubuhnya.


Formasi Kubus Ilahi sedikit bergetar dibuatnya, bahkan Pria Sepuh itu sedikit mundur ke belakang.

__ADS_1


Tubuh Chen bertransformasi, kulitnya menjadi gelap, muncul sayap dari tulang di pundaknya.


Tak berhenti disitu, dari jari-jari tangannya muncul tulang-tulang panjang, dari sikunya muncul tulang yang sangat runcing, dari rusuknya tulang keluar seolah siap menusuk siapa saja yang mendekat.


"AAARRRRRRGGGGG...!!!!!!" Chen berteriak.


Fluktuasi energi bahkan semakin kuat setelahnya, kubus-kubus kecil segera bekerja saling menutup dan memperbaiki diri tiap ada retakan yang muncul.


Chen melayang dengan posisi terbaring, wujudnya benar-benar mirip manusia monster sekarang ini.


Lonjakan Energi yang keluar dari Tubuh Chen bahkan sangat kuat dan besar.


Andai tak ada Kubus Ilahi mungkin tanah sudah hancur dan akan terjadi badai angin besar.



"I..iini.. Apa ini." Ucap Pria Sepuh itu sedikit terkejut, bahkan dirinya yang sudah hidup sangat lama dan mengalami banyak pertarungan baru pertama kali melihat ada manusia yang bisa bertransformasi seperti Chen.


Chen perlahan turun dan berdiri dua puluh kaki di hadapan Pria Sepuh tersebut.


Perlahan tulang-tulang putih itu berubah menjadi merah, mengeluarkan hawa panas hingga asap mengepul di sekitar tubuh Chen.


Tsscchhhhh..... Tiba-tiba saja Chen sudah muncul di hadapan Pria Sepuh tersebut dengan tangan yang sudah akan menusuknya menggunakan tulang yang ada di jarinya, andai Pria Sepuh itu tidak refleks mengeluarkan tembok dari es mungkin dia akan terkena serangan cepat Chen.


Pria Sepuh tersebut dengan cepat melambaikan tangannya, dari tembok es itu muncul jarum-jarum es dengan cepat melesat ke arah Chen.


Tulang-tulang yang ada di rusuk Chen menutup dan membentuk sulur-sulur seperti tameng bulat.


Chen melompat mundur ke posisi semula, tapi belum sempat Chen bereaksi Pria Sepuh itu muncul di belakang Chen, menangkap kedua sayapnya dan...... Kreekkk... Traaarrrkkk..... Sayap itu patah dan lepas.


Pria itu menendang Chen dari belakang dan.... Dhuaarrr...


Chen menghantam Formasi Kubus Ilahi dengan telak..


Chen bangkit, menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Belum Cukup." Gumam Chen pelan.


"ARRRRRGGG............." Teriaknya.


Fluktuasi energi yang muncul kini bahkan samakin besar, Pria Sepuh itu bahkan sampai mengeluarkan Energi dari dalam tubuhnya untuk meredam Energi yang keluar dari Tubuh Chen.


Formasi Kubus Ilahi mulai membentuk mikro-mikro kubus dan berusaha meredam energi yang sudah terlalu besar seperti tak tertampung lagi itu.


Muncul Ekor dari belakang tubuh Chen, semua tulang Chen yang tadi muncul perlahan masuk kembali di dalam tubuhnya, tak lama Chen menarik tulang punggungnya hingga keluar dan tulang itu memanjang melengkung bagai cambuk panjang.


Tangan Kanannya muncul tulang-tulang runcing bagai tanduk, tangan kirinya muncul sulur-sulur panjang membungkus tangannya hingga tercipta sulur dan lilitan tulang membentuk seperti Mata Bor.


Dari Punggung Chen Keluar tulang-tulang besar dan panjang serta runcing menyeruak.


Perlahan Cambuk itu mengeluarkan hawa energi merah tipis tapi terasa sangat panas.


"Jangan lengah Tetua." Ucap Chen Pelan, suaranya serak dan berat.



Lalu setelahnya tulang-tulang itu memerah dan mengeluarkan hawa yang sangat panas.

__ADS_1


Fluktuasi Udara berubah ke titik sangat tinggi.


Pria Sepuh itu mengeluarkan Energi yang sangat besar dari tubuhnya, hawa dingin menyeruak dan berusaha menekan hawa panas yang keluar dari tubuh Chen.


Kedua energi besar dan berlawanan itu saling menekan dan menggetarkan formasi kubus ilahi.


Senafas kemudian, Pria Sepuh tersebut melompat ke udara dan menghantamkan tapaknya ke arah Chen.


"Seribu Tapak Abadi." Ucapnya.


Muncul siluet seribu tapak dan dengan sangat cepat melesat ke arah Chen.


Melihat itu Chen tak tinggal diam, menghantam cambuknya ke udara.


Dhuaarrr... Dhuaarrr..


Dhuaarrr... Dhuaarrr...


Tabrakan itu menyebabkan ledakan di udara dan kembali menggetarkan Formasi Kubus Ilahi.


Chen melesat, mengarahkan tangan kirinya yang telah terbungkus sulur tulang berbenuk bor lalu menghantam ke arah Pria Sepuh tersebut.


Pria Sepuh itu mengalirkan energi dingin di tangan kanan, tangannya terbungkus es yang sangat dingin dan kuat.


Dhuuuaarr....


BOOOOOMMMM......


Tabrakan akibat dua pukulan berkekuatan besar itu sampai membuat Kubus Formasi Ilahi pecah sesaat tapi tak sampai senafas kemudiaan kubus-kubus itu menutup kembali.


Chen melesat bagai meteor menghantam tanah, Pria sepuh itu menabrak dinding Perisai dan memuntahkan darah.


Pria sepuh itu turun kebawah, berdiri dua kaki dari lubang tempat Chen jatuh. "Sungguh kuat." Ucapnya.


Tapi belum sempat Ia bernafas lega, dari bawah tanah tiba-tiba saja cambuk panjang yang tercipta dari tulang belakang Chen melilit tubuhnya dengan kuat.


"Apa..!!" Ucap Pria Sepuh itu terkejut.


Belum sempat dia menghancurkan cambuk yang melilit tubuhnya, tangan kiri Chen telah menghantan tubuhnya.


Bruuuaaakkk...


Lilitan itu pecah bersama dengan tangan Chen yang menembus tubuhnya.


Tubuh Pria Sepuh itu berlubang dan darah mengalir di sudut bibirnya.


"Ugghhh.." Keluh Pria Sepuh itu kesakitan.


Pria Sepuh itu memegang tulang yang membungkus tangan Chen lalu sejurus kemudian tulang berbentuk bor itu membeku dan hancur bagai kepingan kaca.


Tangan Pria itu dengan cepat menghantam Perut Chen dengan kekuatan yang sangat kuat..


Crasssshhhh...


Tangannya menembus perut Chen.


"Aarrrggghhh..." Erang Chen kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2