Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 31.


__ADS_3

Chen berdiri memegang dadanya yang terasa sakit, tak lama Jin Tian dan Yuan Lan mendekat ke arahnya.


"Dia kuat sekali." Ucap Jin Tian.


"Aku tidak yakin, tapi orang itu lebih tua daripada diriku dan gurumu sekalipun. Mungkin seumuran monster-monster tua kami." Ucap Yuan Lan sambil melirik Chen.


Chen mengerutkan keningnya sejenak.


"Ini bahaya, jika memang orang tua itu bahkan telah hidup lebih lama dibandingkan Guru." Balasnya.


Pria sepuh tersebut memandang ke arah mereka dengan tatapan sangat marah dan nafsu membunuh yang kuat.


"Bagaimana bisa Ras Manusia seperti Kalian berteman dengan Ras Hewan yang hina itu?" Tanyanya penuh penekanan.


Chen dan semua orang yang mendapatkan pertanyaan itu merasakan hati mereka menjadi payau.


Tak lama seseorang tiba-tiba membuka suara.


"Ampun Tetua, kami hadir disini karena paksaan pemuda itu." Ucapnya sambil menunjuk Chen.


Chen mengerutkan keningnya.


"Siapa kau?" Tanya Chen dengan tatapan tajam.


Orang itu memandang Chen dengan perasaan senang.


"Aku Tetua Kelima Sekte Pedang Langit, kenapa Nak?" Tanya-nya congkak.


Patriark Sekte Pedang Langit yang melihat Tetua Kelima bertindak semaunya merasa sangat marah.


"Tetua Kelima.. Diam..!!!" Bentak Patriark Huo Xi Liang.


Tetua Kelima memandang ke arah Patriark Xi Liang.


"Untuk apa takut lagi Patriark." Jawab Tetua Kelima.


Pria Sepuh itu mengangguk.


"Yang merasa tidak menyukai Ras Hewan ambil posisi di belakangku dan menjauh." Tegasnya.


Banyak orang yang saling lirik tanda ragu melangkah, hingga Tetua Kelima tiba-tiba saja berjalan.


Melihat ada yang sudah bergerak, beberapa orang mulai ikut melangkah.


Beberapa orang dari Sekte kecil, Klan, serta keluarga Bangsawaan dan Kerajaan perlahan berjalan ke arah Tetua Kelima.


Pria Sepuh itu mengangguk puas, lalu menatap tajam sisa orang yang masih berada di posisinya.


Tak Lama Patriark Nan Bao berjalan ke arah Yan Luo dan Yan Lui, meliriknya sekilas.


"Aku bersama kalian." Ucapnya tegas.


Melihat Patriark Nan Bao seolah bergerak, hati mereka mulai merasakan keberanian dan berjalan ke arah Yan Luo dan Yan Lui.


Mungkin jika dahulu hal ini terjadi, mereka tak akan segan untuk berjalan ke arah Pria Sepuh tersebut.

__ADS_1


Tapi kebersamaan mereka dengan Ras Hewan, walau sesaat mulai mengubah pola fikir mereka.


Ras Hewan ini menurut mereka lebih setia kawan dibandingkan manusia sendiri.


Beberapa bahkan menganggap Ras Hewan itu keluarga mereka sendiri.


Chen yang melihat hal ini, mungkin dirinya tak begitu mengenal mereka.


Hanya beberapa orang seperti Jin Mei, Raja Tang Lio, Jendral Kerajaan, Leluhur Klan Nan, Klan Xing, beberapa orang dari Sekte Pedang Langit, Klan Yun, dan lainnya.


Tapi hatinya cukup senang melihat ini.


Yan Luo dan Yan Lui sampai meneteskan air mata, bahkan Yuan Lan sedikit terharu melihatnya.


"Masih ada kesempatan untuk menang, tapi butuh kerjasama Ketua Jin Tian dan Tuan Yuan Lan." Ucap Chen serius.


"Apa kau yakin nak?" Tanya Jin Tian.


Chen hanya mengangguk, sejurus kemudian Ling Shi muncul dari ketiadaan.


Ling Shi merasa bingung ketika mendengar Chen memanggilnya, tapi tak menolak permintaan Chen.


"Lihat orang tua yang terbang diatas sana?" Tanya Chen.


Ling Shi memandang keatas, lalu mengangguk.


"Kita harus mengalahkannya, dia sangat kuat tapi bukan berarti tak ada celah." Ucap Chen.


Chen memandang ke arah kerumunan Patriark Nan Bao; "Semuanya menjauhlah." Ucapnya.


Semua orang menjauh menjaga jarak.


Pria Sepuh itu mengangguk.


Sejurus kemudian Tekanan Energi yang sangat besar dari dalam Tubuh Pria Sepuh itu melonjak Kuat, bahkan tanah sampai bergetar.


Hawa Dingin menyeruak bahkan sampai membekukan tanah seluas puluhan kaki.


Chen tak menunggu lama, dari tangannya muncul tulang-tulang seperti duri dan mengeluarkan hawa yang sangat panas bahkan turut menggetarkan udara lalu sejurus kemudian Chen melesat hendak menghantamkan pukulan.


Tapi.... Tasssh..... Pukulan Chen ditepis begitu saja, Pria itu menangkap pergelangan tangan Chen lalu sejurus kemudian Chen dibanding kebawah.


Chen terpental dan melesat bagaikan batu meteor yang jatuh dari langit.


Booommm.......


Chen menghantam tanah hingga membuat lapisan es yang beku tadi hancur lalu membuat lubang yang cukup dalam.


Jin Tian melihat itu tak ingin mengulur waktu, mengarahkan tinjunya ke udara dan berteriak "Tinju Emas Ilahi.".... Siluet Energi berwarna Emas berbentuk Tinju melesat hendak menghantam Pria Sepuh tersebut.


Tapi ketika Tinju itu sudah dekat, hanya dengan sekali tepisan Tinju itu hancur begitu saja di udara.


Namun tak sampai disitu dari arah atas langit Siluet Phoenix Putih dan Hitam menukik tajam sambil bersiul nyaring mengeluarkan hawa dan energi sangat dingin dan kuat menghantam Pria Sepuh tersebut.


Booommm........

__ADS_1


Kedua Phoenix itu mengantam punggung Pria Sepuh tersebut dengan telak hingga membuatnya turun kebawah dan berdiri di tanah.


Yuan Lan dan Ling Shi membuka rahang lebar, serangan mereka bahkan hanya membuatnya terdorong kebawah.


Pria Sepuh tersebut menggerang marah.


"Kalian......!!!!" Teriaknya.


Tiba-tiba saja tubuh Yuan Lan, Jin Tian, dan Ling Shi tak bisa bergerak lalu tanpa bisa di kontrol tubuh mereka seolah bergerak saling mendekat.


Sejurus kemudian fluktuasi energi yang sangat kuat tiba-tiba saja mengarah ke mereka hingga membuat mereka berlutut dan menopang tangan di tanah yang sudah membeku tadi, masih kurang tekanan itu bahkan semakin kuat hingga lapisan es di tanah pecah dan tangan serta lulut mereka terjerembab sedalam satu jengkal.


Mereka bertiga memuntahkan darah dan merasakan tulang mereka hancur, tapi mereka masih mencoba bertahan sambil menggertakkan gigi.


Pria Sepuh itu membuka telapak tangannya lebar dan mengangkat tangan ke atas lalu bergumam : "Musnahlah di ketiadaan, Tapak Es Abadi..."


Lalu tangannya turun kebawah, sejurus kemudian dari udara Siluet Tapak yang sangat besar dan terasa kuat muncul dari ketiadaan hingga menciptakan hujan es di langit.


Fluktuasi Energi itu sangat kuat dan membuat langit gelap dan udara bergetar hebat.


Tak lama tapak itu meluncur ke arah ketiganya hendak menghantam tubuh mereka.


Jin Tian, Yuan Lan, dan Ling Shi hanya bisa memejamkan mata pasrah hingga tapak besar itu sudah sangat dekat hendak mengantam tubuh mereka.


Tapi, tiba-tiba muncul robekan ruang di dekat mereka dan Chen muncul dari dalam robekan itu.


Tak lama Muncul kubus-kubus kecil membentuk dinding di atas dan samping menutupi tubuh mereka.


Wusssshhhhhhhhhh....... Ketika tapak itu menghantam kubus-kubus tersebut, maka saat itu juga siluet tapak besar itu dengan cepat terbungkus oleh kubus-kubus kecil dan berikutnya terdengar suara ledakan teredam kecil.


Tapak itu lenyap bagai di telan ketiadaan.


Chen menarik mereka dan membawa ketiganya masuk ke dalam robekan ruang, lalu muncul sepuluh kaki di hadapan si Pria Sepuh.


Pria Sepuh itu terkejut melihat kubus-kubus yang tadi digunakan oleh Chen.


"Ini Formasi Kubus Ilahi." Gumamnya kecil.


"Darimana kau mendapatkan Formasi Kubus Ilahi?" Tanya-Nya dengan tatapan tajam yang di arahkan ke Chen sambil menekan tubuh ke-empatnya hingga ke-empatnya tak mampu bergerak tapi masih mampu berdiri.


...****************...


**Jujur, saya kemarin habis Vaksin dan beberapa jam setelahnya saya demam, pusing, dan kesulitan nafas. 😁🙏


Saya hanya beristirahat, setidaknya kondisi saya sekarang sudah mulai bisa bernafas normal tidak sesak lagi.


Saya sebenarnya tidak mau Up hari ini, karena kepala saya sangat pusing tapi jam 1 saya buka aplikasi banyak notif like dan komentar, saya merasa sangat senang dan berfikir baiknya saya paksakan bikin 1 chapter sekalian bikin catatan kaki disini.


Dari jam 1-an sampai sekarang jam 04 baru selesai, karena otak saya buntu bingung mau bikin alur gimana. 😁


Mohon maaf jika hari ini cuma 1 chapter dan kurang bagus.


Jika sudah sehat, siang mungkin saya up lagi dan perbaiki alurnya. 🙏🙏


Terima kasih yang udah Like dan Komentar.

__ADS_1


Sehat selalu semuanya dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.


Aamiin**.


__ADS_2