Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 29.


__ADS_3

Tujuh Hari Berlalu.


Berita tentang Klan Nan yang kini hidup berdampingan dengan Ras Hewan menjadi topik pembicaraan dimana-mana, kembali Nama Nan Chen menyeruat dan membuat Gempar Wilayah Timur.


Seorang pemuda yang mampu menyatukan kedua ras yang selama ini saling bunuh.


Bahkan berita ini sudah mulai masuk ke wilayah Selatan, Utara, Barat, dan Jantung Benua.


Di depan Gerbang Klan Nan kini selain dua penjaga anggota Klan Nan, mereka ditemani seekor Hewan Monster.


Bahkan ketika seseorang memasuki Klan Nan untuk melakukan transaksi membeli Pil dan Senjata, sepanjang jalan mereka akan melihat situasi tak lazim dimana Manusia dan Hewan membaur saling tolong.


Hewan besar membawa barang yang banyak dan berat, sedangkan anggota Klan Nan sendiri terlihat memberi makan para Hewan itu.


Beberapa Klan Sedang dan Klan Kecil serta sekte mendatangi Klan Nan, mereka selain penasaran juga memiliki harapan bisa hidup bersama Ras Hewan namun untuk sementara dari Patriark Nan Bao sendiri atas intruksi Chen masih melarang ras hewan untuk keluar selain ke Wilayah Klan Nan, hutan belakang Klan Nan, Hutan kematian, serta cakupan wilayah yang merupakan tanggung jawab Klan Nan.


Sedikit berbeda dengan Klan Xing yang menjadi Klan Pelindung Kota, Klan Nan dianggap besar karena memang wilayah mereka yang sangat luas dan kekuatan mereka memang bisa disetarakan dengan Klan Besar.


Sedangkan untuk Yan Luo dan Yan Lui kini diangkat menjadi Pelindung Dua Ras.


Tugas mereka memang sedikit sibuk.


Setidaknya mereka kini berfikir Tuan Muda Chen benar-benar memikirkan mereka dengan mengambil tanggung jawab mengurus makan Ketua mereka dan kini apa yang di citakan oleh Ketua mereka sedikit tercapai.


Walau lelah dan letih, mereka menjalani dengan Penuh Semangat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wilayah Kerajaan Tang.


Raja Tang Lio duduk sambil memejamkan mata.


"Semua berjalan mulus, semoga tidak ada halangan." Gumamnya pelan.


Di hadapannya seorang Pria sedang berlutut.


Tak lama Raja Tang Lio membuka mata, memandang Pria itu.


"Pastikan Klan Yun tiba dengan selamat dan aman, kerahkan pasukan khusus untuk mengawal dan pasukan bayangan untuk memantau dari jauh." Ucapnya pelan.


"Siap melaksanakan Perintah Yang Mulia Raja." Jawab Pria itu.


Raja Tang Lio mengangguk.


"Pergilah." Ucapnya.


"Mohon undur diri Yang Mulia Raja." Balas Pria itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Asosiasi Harta Duniawi.


Mei duduk di depan Jin Tian sambil melaporkan tentang Lelang Akbar yang terpaksa harus di undur tiga hari lagi.


Setelah membahas beberapa hal, Mei segera keluar dari ruangannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sekte Pedang Langit, sekte nomer satu wilayah Timur.


Terjadi rapat yang berjalan sedikit alot.


"Maaf Leluhur, aku sendiri tidak setuju jika harus hidup berbaur dengan ras hewan. Bagaimana mereka membunuh anakku, hal itu tidak akan kulupakan." Ucap seorang Pria Tua, Tetua kelima Sekte Pedang Langit.


Beberapa Tetua mengangguk tapi beberapa hanya diam tanpa memberikan tanggapan.


Huo Xi Liang, Patriark Sekte Pedang Langit hanya mendesah pelan.


"Nanti akan kubicarakan dengan Leluhur Pelindung Sekte, bagaimana menanggapi hal ini." Ucap Patriark Xi Liang.


"Tapi Patriark, seharusnya selain kita juga akan banyak yang tidak setuju jika sampai Ras Manusia berbaur dengan Ras Hewan. Bisa saja suatu saat mereka berkhianat." Jawab Tetua Kelima.


Patriark Xi Liang sedikit mengerutkan kening memandang Tetua Kelima.


"Pastikan Kau tidak memakai kata "Kita" karena belum ada keputusan, dan pastikan Kau Tidak bertindak ceroboh yang akan menghancurkan Sekte kita."


"Nan Chen itu, bahkan seorang diri sudah sangat cukup membuat kekacauan besar di Sekte ini. Di belakangnya ternyata ada dua orang yang kekuatannya juga tidak kalah besar serta seorang wanita yang selalu bersamanya dan bisa dipastikan wanita itu adalah wanita yang sempat di culik oleh pemuda dari Klan Xing."


"Kuharap kau mengesampingkan dendam dan emosi atau Sekte Pedang Langit akan hancur." Tegas Huo Xi Liang.


Semua orang yang hadir tertunduk tak terani mengangkat wajah, mereka sadar ucapan Patriak Xi Liang bukanlah ancaman tapi kenyataan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dunia Kecil milik Chen.


Chen membuka mata, lalu bernafas lega.


"Kufikir butuh waktu lama, tapi ternyata waktu yang ku-gunakan untuk menyempurnakan Formasi Kubus Ilahi ini lebih cepat dari dugaanku." Gumam Chen.


"Kini bahkan aku bisa membuat kubus ini sangat panas dan serangan mendadak menggunakan tulangku mungkin akan menjadi kejutan jika tiba-tiba tulang-tulangku menyerang dari balik kubus yang bahkan tak tertembus." Ucapnya lagi sambil tersenyum senang.


Chen melihat tangannya, memikirkan waktu lebih cepat tapi tubuhnya sama sekali tidak berubah berarti Hukum Waktu disini hanya akan memutar aliran waktu tanpa merubah metabolisme Tubuh.


Tapi Chen sedikit bingung dengan Kebun Tanaman dan Pohon-pohon berkasiat itu, mereka ikut berubah lebih cepat besar dan berbuah.


"Mungkin akibat Kubus Ilahi." Gumam Chen sambil mengendik bahu.


Lama Chen berfikir dan menimbang akan melakukan apa, Ia ingin sekali ikut lelang tapi dirinya tidak membutuhkan Buah itu karena bahkan dirinya memiliki banyak.

__ADS_1


Lalu ingin menjual sesuatu-pun dirinya memiliki harta yang tak akan habis sampai Ia mati.


"Sebaiknya aku mempelajari Teknik Ruang dan Waktu, ini sangat penting." Gumam Chen.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiga Puluh hari di dunia luar, Tiga Ratus Hari di Dunia Kecil.


"Uh... Susah sekali mempelajari Teknik Ruang dan Waktu, aku bahkan baru menguasai Empat Puluh Persen." Keluh Chen.


Chen berfikir sejenak, lalu tersenyum cerah.


Segera Ia menutupi ruangan kamarnya dengan formasi kubus ilahi, setelahnya Chen mengubah hukum waktu bahkan lebih cepat hingga satu hari di dunia kecil setara dua puluh hari di kamarnya.


Tapi Chen segera panik ketika terasa metabolisme tubuhnya ikut bergerak cepat.


"Ah.. Bagaimana ini." Panik Chen.


Lama berfikir, akhirnya Chen mencoba mensirkulasi Aturan Ruang di kamarnya hingga lebih lambat daripada Aturan Waktu.


Chen bernafas lega, caranya berhasil.


"Baiklah, saatnya belajar." Ucap Chen semangat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiga Puluh Hari di Dunia Kecil, Tiga Hari di Dunia Luar, Enam Ratus Hari di Kamar Chen.


"Ah... Mudahnya." Ucap Chen riang.


"Sebaiknya aku segera keluar." Gumamnya pelan.


Chen menerobos Formasi Kubus Ilahi lalu membuka pintu dan keluar dari kamar.


Ternyata Ling Shi sudah keluar, menatapnya lembut dan tersenyum.


Chen mengukur Lingkaran Energi Ling Shi ternyata tidak bisa, sedikit terkejut pastinya.


"Bagaimana pelatihanmu? Berapa Lingkaran Energimu sekarang?" Tanya Chen.


Ling Shi mengangguk pelan; "Sudah, Empat Ratus Ribu Chen Gege." Jawabnya.


Chen membalas mengangguk.


"Mau ikut ke dunia luar?" Tanya Chen.


Ling Shi tak menjawab tapi langusung menghampiri Chen, kali ini tangannya menggandeng tangan Chen.


Chen sedikit terkejut, tapi segera mengendalikan diri dan tersenyum.

__ADS_1


Sejurus kemudian, mereka sudah kembali ke Dunia Luar.


__ADS_2