Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 25.


__ADS_3

"Kemarilah." Pinta Xue Chu Luan.


Keduanya bangkit lalu mendekat ke arah Chu Luan.


"Mendekatlah Shi'er" Ucap Chu Luan.


Ling Shi mengangguk dan tersenyum kecil lalu wajahnya kembali datar, setelahnya mendekat ke arah Chu Luan


Chu Luan sampai tertawa kecil melihat sikap Ling Shi yang unik, sangat kaku dan dingin tapi sangat patuh sekali.


Chu Luan menyentuh kening Ling Shi menggunakan jarinya dan seketika bayangan Teknik Tubuh Yin masuk ke dalam ingatan Ling Shi..


Tak berapa lama semua teknik sudah terserap, Chu Luan berucap : "Pelajari dulu, carilah tempat nyaman."


Ling Shi mengangguk mengerti lalu mencari tempat nyaman di pojok ruangan.


Chu Luan memandang ke arah Chen, lalu dari telapak tangannya muncul kubus-kubus kecil yang berputar beserta huruf dan rune-rune kuno yang terlihat mengitarinya.


Tak lama Kubus-Kubus kecil itu mendekat ke arah Chen, lalu kubus-kubus itu menyebar dan terus bertambah hingga membungkus tubuh Chen, huruf dan rune-rune kuno menyebar dan bersinar terang tak lama kemudian kubus-kubus itu lenyap masuk ke dalam tubuh Chen.


Chen merasakan sesuatu di dalam dirinya, tapi tak melawan dan membiarkan proses itu hingga selesai.


Satu batang dupa kemudian, semua proses sudah selesai dan terlihat Chu Luan wajahnya sedikit pucat dengan nafas yang terengah-engah.


Chen sedikit khawatir melihat kondisi Chu Luan, tapi Chu Luan hanya mengangguk pelan dan tersenyum tanda dirinya baik-baik saja.


"Ibu Guru, aku memiliki banyak Pil yang bisa menyembuhkan Ibu Guru. Bolehkah...." Belum selesai Chen berkata, kata-katanya terhenti ketika Chu Luan sedikit mengangkat tangan.


"Gurumu itu alkemis hebat, bahkan pil-nya bukan pil sembarangan. Jika aku ingin, sudah lama aku sembuh. Tapi aku menolaknya, jika aku sembuh maka aku tidak akan disini dan dengan posisi kami sebagai ras yang berbeda tapi sudah menikah, apa yang akan terjadi nak?" Tanya Chu Luan.


"Tapi setidaknya, Ibu Guru bisa kembali sehat dan tak perlu keluar dari area Hutan Kematian ini." Sanggah Chen.


Chu Luan menggelengkan kepala.


"Aku bisa bersamanya ketika sakit, tapi aku tak mampu berjanji akan bisa menahan diri untuk terus disini jika aku sehat. Aku tak tau akan ada konflik apa dalam kisah kehidupan kami dan aku tak bisa menjamin jika aku tidak akan egois untuk tidak meninggalkannya jika aku sehat. Lebih baik aku seperti ini, mati dan bersamanya daripada suatu hari aku harus meninggalkannya." Jawab Chu Luan.


Chen hanya bisa menghela nafas pelan, sungguh pengorbanan besar.

__ADS_1


"Kemarilah." Ucap Chu Luan.


Chen mendekat lalu Chu Luan menyentuh kening Chen dan mentransfer cara penggunaan Formasi Kubus Ilahi.


Setelah selesai, Chu Luan berkata : "Pelajari dulu, jika sudah selesai maka temui aku lagi."


Chen mengangguk dan menghampiri Ling Shi, setelahnya mencari posisi nyaman untuk bermeditasi mempelajari Formasi Kubus Ilahi.


Xue Chu Luan memandangi mereka berdua dengan tatapan teduh.


"Kalian adalah generasi penerus dari masing-masing ras, semoga langit memberkati kalian." Gumamnya pelan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tujuh hari berlalu.


Chen membuka mata.


Tak lama Chen merasakan hawa dingin dari arah Ling Shi, Chen berbegas bangun sedikit menjaga jarak.


Chen memperhatikan Ling Shi dengan seksama, energi dari segala arah seolah tersedot masuk ke dalam tubuhnya lalu merembes dan mengeluarkan hawa dingin hingga menciptakan butiran Es tapi sedikit aneh Butiran Es ini berwarna hitam kristal.


Tak lama Ling Shi membuka mata, mengarahkan pandangan ke arah Chen lalu tersenyum.


"Kemarilah." Ucap suara kepada mereka berdua, suara itu berasal dari Chu Luan.


Chen dan Ling Shi berjalan ke arah Chu Luan lalu sedikit membungkuk memberi hormat.


Chu Luan tersenyum dan menatap teduh ke arah mereka.


"Chen, mendekatlah Nak." Ucap Chu Luan.


Chen segera mendekat, lalu jari Chu Luan menempel di keningnya.


Masuklah sebuah jurus ke dalam ingatan Chen.

__ADS_1


Setelah selesai, Chu Luan tersenyum lalu muncul seperti Bola Unik berbentuk bulat mengeluarkan aura biru yang teduh di telapak tangannya.



Setelahnya Bola itu mengecil dan hilang, lalu muncul kembali dan perlahan membesar hingga seukuran telapak tangan.


Chu Luan memandang ke arah Chen.


"Ini adalah artefak tingkat semesta, aku menamainya Dunia Kecil. Karena aku yang menemukan ini dan setelah ku pelajari ini adalah Dunia Kecil yang bisa memuat siapapun dan apapun di dalamnya."


"Artefak ini kemungkinan tercipta dari Alam, jadi jangan ragukan lagi fungsinya. Dunia kecil ini bisa merubah ukuran yang bahkan lebih kecil dari debu dan membesar seukuran telapak tangan. Aku dan Limba bahkan pernah mengetes Artefak ini dengan kekuatan penuh kami tapi tak ada goresan sedikitpun akibat serangan kami."


"Kau bisa menggunakan ini untuk keadaan darurat, bersembunyi bukan berarti takut tapi masih banyak yang harus kau pikul dan penuhi. Selain itu, kau bisa membangun Dunia-mu sendiri di dalamnya. Tapi bijaklah untuk tidak memasukkan sembarangan orang, jika sampai artefak ini diketahui, mungkin posisimu akan sedikit berbahaya."


"Di dalam Dunia kecil ini sudah banyak ku tanam berbagai tanaman obat dan buah-buahan langka, serta beberapa hewan biasa dan tumbuhan. Aku juga membuat sungai kecil, membuat gunung, dan hutan serta Rumah."


"Aku sudah mengubah aliran waktu di dalam dunia kecil menjadi lebih cepat dibandingkan dunia luar, perbandingannya 10:1 kecuali di area kebun dan tanaman aku mengubahnya menjadi 1000:1 dengan cara mengurung kebun menggunakan formasi kubus ilahi."


"Pelajari teknik Ruang dan Waktu yang baru saja aku kirimkan, setelahnya kau bisa mengatur sendiri dunia kecil ini. Cobalah ikat Dunia Kecil ini menggunakan energimu, agar dunia kecil ini selalu mengikutimu." Jelas Chu Luan panjang lebar.


Chen sedikit terkejut tapi dalam hatinya sangat bahagia, ini benar-benar Artefak yang sangat berguna bagi dirinya.


Segera Chen mengalirkan energi dari tubuhnya lalu mencoba mengikat Artefak Dunia Kecil, tak berapa lama Artefak Dunia Kecil bergetar dan terbang ke arah Chen.


Chen melebarkan senyum tanda sangat bahagia berhasil mengikat Artefak Dunia Kecil, lalu segera bersujud tiga kali dan berterima kasih kepada Chu Luan.


Chu Luan hanya tersenyum, lalu berkata : "Cobalah bayangkan dirimu masuk, lalu bayangkan dirimu keluar. Apapun yang kau inginkan masuk, kau cukup membayangkannya begitupun sebaliknya. Tidak akan ada yang bisa masuk tanpa izinmu dan tidak ada yang bisa keluar tanpa izinmu."


Chen memandang ke arah Ling Shi, meraih tangannya lalu tiba-tiba saja mereka merasa pandangan sedikit gelap, sejurus kemudian mereka muncul di suatu tempat yang sangat indah.


Sepanjang mata memandang, hamparan rumput hijau nan luas dihiasi gunung dan beberapa hewan yang bermain dan berjalan, ada aliran sungai yang airnya sangat jernih, dan rumah yang terlihat sederhana tapi sangat indah.


Chen sampai tak mampu mengucapkan sepatah katapun karena terlalu terpesona akan keindahan Dunia Kecil ini, bahkan Chen bisa merasakan sirkulasi energi di dunia kecil ini lumayan besar dibanding dunia luar.


"Luar Biasa.." Ucap Chen sambil tersenyum lebar merasa sangat puas.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2