Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 13.


__ADS_3

Ilustrasi Jin Mei



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jin Tian yang melihat cucu kesayangannya menjadi salah tingkah setelah di puji oleh Chen sedikit mengerutkan keningnya.


"Bahkan Mei'er yang biasanya dapat mengontrol diri, dibuat tak berdaya hanya dengan sedikit pujian." Ucap Jin Tian terkekeh dalam hati.


"Baiklah Tuan Muda, sedikit kuceritakan latar belakangku." Ucap Jin Tian.


"Aku berasal dari Wilayah Tengah, jantung Benua ini. Dan kebetulan pula aku adalah Pemilik Asosiasi Harta Duniawi, sedangkan Cucuku ini adalah Manager Asosiasi cabang wilayah timur."


"Sudah beberapa tahun ini aku berkeliling ke wilayah lain tapi tak menemukan jejak Yanzhu, hingga akhirnya aku bisa memastikan keadaan Yanzhu di wilayah timur melalui dirimu." Jelas Jin Tian.


Chen sedikit kaget mengetahui latar belakang keduanya, tapi wajahnya tetap menunjukkan ketenangan.


"Suatu kehormatan bisa mengenal sosok luar biasa yang berasa dari Jantung Benua dan Sosok Wanita Muda berbakat yang memiliki latar belakang luar biasa." Puji Chen.


Mei sekali lagi hanya bisa tertunduk tak bisa berkata apapun, bahkan dia merutuk dirinya sendiri yang tak mampu mengendalikan diri sendiri di hadapan Chen.


Jin Tian dengan cepat mengalihkan situasi; "Jujur, aku sangat terkesan dengan ceritamu dan sangat tertarik dengan tujuanmu nak. Tapi semua itu sangatlah sulit di wujudkan, namun mengingat bagaimana dirimu mampu membuat dua keajaiban di depan mata Si Tua ini, dimana kau mampu merubah pihak Kerajaan dan Memilki bawahan kuat di Hutan Kematian ini, aku sangat berharap kau mampu mewujudkannya." Ucap Jin Tian.


Lalu Jin Tian kembali berkata : "Ikutlah dengan kami ke Asosiasi, mungkin ada yang bisa kita bahas dan rencanakan. Aku sendiri sedikit tertarik membantumu, tapi aku juga ingin mendengar semua rencanamu terlebih dahulu."


Chen berfikir sejenak, lalu mengangguk dan berkata : "Baiklah, aku akan sangat merepotkan nanti."


"Tidak apa-apa Tuan Muda, kami akan sangat senang Tuan Muda mau mampir ke Asosiasi." Jin Mei tiba-tiba menjawab.


Jin Tian dan Chen sedikit terkejut dan melihat ke arah Jin Mei.


Mengetahui dirinya kelepasan berbicara, Jin Mei secara refleks menutup mulut dengan tangannya, lalu kembali menundukkan wajahnya.


"Mei.. Mei.. Apa yang terjadi dengan dirimu.. Oh tidak.. Jangan sampai reputasimu hilang.. Jangan Sampai.." Rutuk Mei dalam hati.

__ADS_1


Jin Tian tertawa lepas melihat tingkah cucunya.


"Ada apa dengan dirimu Mei'er? Baru sebentar bertemu Tuan Muda Chen, bahkan dirimu sampai salah tingkah. Apa aku harus mengikat Tuan Muda Nan Chen untuk dirimu?" Ucap Jin Tian dengan senyum lebar.


"Kakek.." Teriak Jin Mei dengan perasaan yang sangat malu.


Chen hanya bisa tersenyum kecut melihat Jin Tian menggoda cucunya, walaupun di dalam hatinya Chen juga sangat mengakui kecantikan Jin Mei, tapi Chen merasa sekarang bukan saatnya memikirkan wanita.


Chen dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah Yan Luo dan Yan Lui; "Paman berdua, aku mungkin akan sedikit merepotkan dengan permintaanku. Bisakah Paman tinggal disini dan mengurus makam Guru, lalu mengatur seluruh penghuni Hutan Kematian agar menghindari manusia terlebih dahulu? Jika saatnya tiba aku akan menjemput paman berdua untuk membuat perjanjian damai antara kedua Ras." Ucap Chen.


"Permintaan Tuan Muda pasti akan kami laksanakan, kami akan berusaha semampu kami memenuhi permintaan Tuan Muda." Jawab Yan Luo.


"Kami akan bergantian untuk mengurus dan menjaga makam guru serta mengawasi wilayah Hutan Kematian." Sahut Yan Lui.


Chen mengangguk paham; "Terima Kasih bantuan Paman Berdua, kalau begitu aku pamit terlebih dahulu. Semoga kita mampu mewujudkan keinginan Guru." Ucap Chen


Chen menghampiri Makam Gurunya, setelah melakukan sujud dan mendoakan gurunya lalu Chen berjalan ke arah Jin Tian dan Jin Mei.


"Kita bisa pergi sekarang Tetua Jin Tian dan Nona Jin Mei." Ucap Chen.


Lalu mereka bertiga melesat ke atas dan segera keluar dari wilayah hutan kematian menuju Asosiasi Harta Duniawi yang terletak tak jauh dari Wilayah Kerajaan Tang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di perjalanan.


"Jika tidak terburu-buru, malam ini kita akan mencari penginapan. Bagaimana Tuan Muda Chen?" Tanya Jin Tian.


"Tentu saja, Nona Jin Mei tetaplah seorang wanita dan tidak bagus kalau sembarangan tidur di hutan atau alam terbuka, jika tidak dalam situasi mendesak lebih baik mencari penginapan." Jawab Chen.


"Terima kasih Tuan Muda Chen." Timpal Mei yang kini mulai bisa mengendalikan diri karena malu jika harus digoda oleh Kakeknya.


Walaupun wajahnya terlihat biasa saja tapi jauh dalam hatinya, Mei merasa sangat cemas dan malu.


Setelah terbang santai hingga sore mereka akan segera tiba di Kota Merak wilayah Klan Xing, salah satu Klan Besar selain Klan Nan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gerbang Masuk Kota Merak.


"Identitas." Ucap penjaga Tegas.


Jin Tian menunjukkan Lencana Khusus Asosiasi Harta Duniawi.


Ketika melihat Lencana milik Jin Tian, penjaga Gerbang sedikit panik dan buru-buru menjura hormat lalu mempersilahkan mereka bertiga masuk tanpa pemeriksaan.


Sepanjang perjalanan menelusuri Jalanan Kota Merak, tidak ada yang begitu menyita perhatian mereka.


Selain sedikit berbincang santai sambil melihat-lihat situasi Kota Merak yang cukup terasa aman dan nyaman, tidak ada apapun yang mereka lakukan.


Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah Penginapan yang cukup mewah bernama "Penginapan Pintu Merah."


Setelah masuk, mereka cukup puas melihat lantai pertama penginapan yang terlihat sangat cantik dengan beberapa ornamen merah di hiasi ukiran Naga.


"Ingin menginap berapa hari dan memesan berapa kamar Tuan-tuan dan Nona?" Tanya seorang pelayan.


Dengan cepat Chen menjawab : "Hanya satu malam, tiga kamar terbaik."


"Baiklah, biayanya seratus keping perak per kamar." Ucap pelayan itu ramah.


Chen menyerahkan kantong ke pelayan tersebut; "isinya enam ratus keping perak, tolong antarkan makanan dan minuman terbaik untuk kami. Jika ada kekurangan aku akan menambahkan." Ucap Chen.


"Baik Tuan." Jawab pelayan singkat lalu bergegas ke arah kasir untuk menyerahkan uang dan meminta kunci.


"Yang tua ini bahkan sangat berterima kasih kepada Tuan Muda." Ucap Jin Tian dengan senyum tipis.


"Yakinlah, hartaku dan Klan ku bahkan tak sampai sebutir dari hamparan harta Tetua. Ini hanya bentuk rasa terima kasihku, semoga Tetua dan Nona berkenan." Jawab Chen sopan.


Tak lama pelayan datang membawa kunci dan mengantar mereka ke lantai atas tempat kamar pesanan khusus dan menunjuk kamar sesuai nomer kunci lalu pamit pergi untuk memesankan makanan.


Setelah berbasa-basi, mereka bergegas masuk ke kamar masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2