
Setengah batang dupa berlalu.
Yuan Lan memandang Chen penuh arti.
"Kami ini berasal dari Ras Phoenix yang sedikit angkuh dan sombong ketika bertemu sosok yang tak dikenal, karena kami adalah ras hewan suci. Cucuku itu bukan sosok yang angkuh dan sombong tapi karakternya sedari kecil memang sangat pendiam dan terkesan dingin, sulit berbicara dengan orang terdekat sekalipun, dan satu hal yang penting dia tidak suka menyimpan apapun yang di rasakan."
"Ling Shi terlalu jujur untuk mengungkapkan apapun yang Ia rasakan dan fikirkan, jadi terkadang dia hanya menjawab ketika bertanya dan sangat jarang memulai pembicaraan."
"Tapi, di depanmu bahkan dia bisa tersenyum dan berbicara panjang, seolah kau adalah orang terdekatnya." Jelas Yuan Lan panjang.
Chen terkejut mendengar penjelasan Yuan Lan.
Kini Chen sedikit cemas dan dilema harus bersikap bagaimana.
Jin Tian akhirnya mengangguk paham dan tersenyum.
"Nona Ling Shi sepertinya memiliki perasaan terhadapmu Nak." Ucap Jin Tian.
Yuan Lan tak menampik, Ia juga mengangguk tanda setuju dengan pernyataan Jin Tian.
Tapi tidak dengan Jin Mei, mendengar itu wajahnya murung dan entah mengapa merasakan sakit di dalam hatinya.
Chen hanya bisa terdiam, tak tau harus bagaimana menyikapi masalah ini.
"Ayolah Nan Chen, kau bukan orang seperti ini. Cari solusi." Chen membatin.
Lama tak ada suara, akhirnya Chen memberanikan diri membuka suara.
Chen melirik Ling Shi sekilas.
"Dia wanita yang cantik dan kuat, tapi ini tentang perasaan. Aku tidak bisa bermain-main atau aku akan menyakiti banyak orang." Ucap Chen dalam hati.
"Nona Ling Shi, katakan apa yang kau rasakan padaku saat ini." Chen akhirnya memberanikan diri bertanya langsung kepada Ling Shi.
Ling Shi menatap Chen sedikit menunjukkan kemarahan hingga membuat Chen sedikit terkejut.
"Sudah jelas, aku menyukai Chen Gege. Lalu apa yang harus ku jelaskan lagi." Ucapnya lalu tertunduk.
Chen menghela nafas pelan.
"Cinta dan Rasa suka itu berbeda, ketika kau menyukai seseorang mungkin kau tertarik dengannya tapi bukan berarti kau berfikir untuk bisa mencintai orang tersebut."
"Karena untuk mengubah rasa suka menjadi rasa cinta itu Butuh Proses, kau harus benar-benar mengenal seperti apa karakter orang tersebut dan dapat menerima semua kekurangannya."
__ADS_1
"Akan ada banyak proses dan waktu yang tidak sedikit untuk bisa mengerti apakah itu benar-benar cinta atau hanya rasa suka."
"Aku paham, mungkin kau sedikit tau tentang diriku mendengar pembicaraanku dengan kakekmu dan aku bahkan sudah menyelamatkan nyawamu. Tapi itu bukan berarti kau langsung mencintaiku, bisa saja itu hanya rasa suka sesaat karena yang kau rasakan itu adalah tentang sifat baik-ku, kau bahkan belum tau sifat buruk-ku dan semua orang pasti memiliki sifat buruk karena tidak ada manusia sempurna di duni ini."
"Biarlah waktu berjalan apa adanya, jika kita berjodoh maka kau akan tau seperti apa diriku ini dan aku juga akan tau seperti apa dirimu. Barulah mungkin rasa cinta itu timbul." Chen mencoba menolak Ling Shi secara halus dan tidak menyinggung perasaan Ling Shi.
Mendengar penjelasan Chen yang bijak, Jin Tian dan Mo Yuan Lan mengangguk dan tersenyum puas.
"Aku bangga padamu Nak." Ucap Jin Tian tersenyum cerah.
"Kau cukup bijak." Tambah Yuan Lan.
Bahkan kini wajah Jin Mei memerah dan semakin kagum dengan sifat Chen yang pintar menempatkan diri dan bijak dalam mengambil keputusan.
Ling Shi memandang ke arah Chen, lalu sesaat kemudian wajahnya kembali cerah dan senyum indah langsung menghiasi wajahnya.
"Jika begitu, aku akan ikut Chen Gege kemanapun mulai saat ini agar kita bisa saling mengenal." Jawab Ling Shi.
Tapi jawaban itu malah membuat Chen terkejut seolah ucapan Ling Shi bagai senjata makan tuan bagi dirinya.
Tidak hanya Chen, Yuan Lah bahkan sampai melotot dan kaget mendengar Cucunya memanggil Chen dengan sebutan Chen Gege.
Jin Tian hanya bisa tersenyum kecut sedangkan Jin Mei hatinya terasa hancur saat itu juga.
Dirinya tak menampik, suatu saat Ia akan mencari pendamping.
Ling Shi ini sangat cantik, kuat, dan berkarakter.
Tak ada salahnya mencoba, kalaupun sudah bersama maka waktu yang akan menentukan.
"Baiklah, aku setuju." Ucap Chen.
"Tapi, kau harus meminta Izin kepada Kakekmu. Tanpa Izinnya, maka aku tak ingin mengambil risiko membawamu." Lanjut Chen.
Ling Shi beranjak dari kasurnya perlahan, berjalan ke arah Yuan Lan dan menekuk lututnya.
"Izinkan aku Kakek, aku akan menjaga diri." Pinta Ling Shi.
Yuan Lan hanya terdiam.
Sejenak dia ragu mengiyakan permintaan cucunya, tapi memikirkan Chen selama Ia kenal memiliki karakter yang sangat bijak, bisa mengontrol diri, dan bertanggung jawab serta bisa menjaga amanah. Lagipula Chen adalah sosok yang akan berdiri di puncak di masa depan nanti, tidak ada salahnya mengizinkan.
Ini juga akan menjadi awal bagi cucunya mengenal dunia luar dan belajar banyak tentang kehidupan.
__ADS_1
Umur Ling Shi mungkin sudah menginjak ratusan tahun, tapi pola fikir dan sifatnya tak lebih seperti gadis remaja.
"Baiklah aku mengizinkan." Ucap Yuan Lan sambil mengelus kepala cucunya.
"Terima Kasih Kakek." Jawab Ling Shi sambil tersenyum.
Yuan Lan sedikit terenyuh cucunya tersenyum terhadapnya, tak terasa matanya mulai sembab tapi Ia masih bisa mengontrol diri.
Yuan Lan menatap Chen Tajam.
"Jaga dia, jangan berbuat hal tercela terhadapnya, ingat ini adalah amanah yang harus kau jaga." Ucap Yuan Lan.
Chen hanya bisa menundukkan kepala, bukankah dia ini Korban disini tapi seolah dialah pelakunya.
Sambil memaksakan senyum, Chen menjawab : "Aku akan menjaga kepercayaan Tuan Yuan Lan."
"Ling Shi, duduklah dulu di kasur. Kau masih harus banyak istirahat." Ucap Chen pelan dan mendapat jawaban anggukan dan senyuman dari Ling Shi.
Chen mulai berubah serius wajahnya dan memandang Yuan Lan.
"Ini mengenai apa yang ingin aku bicarakan sebelumnya." Ucap Chen.
"Baik, katakanlah." Jawab Yuan Lan.
Chen mencoba mengatur nafas dan merangkai kata yang tepat.
"Di wilayah Timur ini, mungkin untuk Kekuatan Yang Terlihat hanya aku dan Tuan yang terkuat. Tapi tidak menampik kemungkinan masih banyak hal yang tersembunyi dan memiliki kekuatan besar."
"Menyatukan kedua Ras agar bisa hidup berdampingan tentu membutuhkan usaha besar."
"Jujur aku ingin Tuan Yuan Lan mewakili Kedua Ras dan menjadi pelindung Wilayah Timur, tentu saja aku tidak serta merta memanfaatkan Tuan."
"Dengan Tuan menjadi Pelindung Wilayah Timur ini dan Tuan berasal dari Ras Hewan, selain karena kekuatan Tuan yang sangat kuat, Tuan akan sekaligus menjadi sosok yang akan di andalkan oleh Ras Manusia kedepan nanti. Mungkin ini terkesan merugikan, tapi sebenarnya tidak sama sekali."
"Dengan begini maka Manusia tidak akan secara sembarangan lagi berburu hewan mengingat pelindung mereka berasal dari Ras Hewan dan takut pelindung mereka marah dan menghancurkan mereka."
"Di sisi lain, manusia juga akan berfikir ternyata tidak semua ras hewan itu buruk buktinya sosok kuat dari ras hewan mau bergabung dan melindungi mereka. Maka timbal baliknya mungkin Manusia akan sedikit Terbuka untuk menerima ras hewan hidup berdampingan bersama mereka."
"Sisanya hanya perlu Tuan untuk mengatur Ras Hewan agar sedikit terbuka dengan Ras Manusia. Wilayah Hutan Kematian nanti ada yang akan membantu, jadi Tuan hanya perlu mengurus Ras Hewan di wilayah Tuan."
"Ini sedikit berat dan terkesan aku melimpahkan segala tanggung jawab di tangan Tuan, padahal tidak sama sekali. Aku akan mengurus semuanya terlebih dahulu hingga semua berjalan dengan baik, dan Gelar Pelindung itu sendiri hanya untuk mengikat Kedua Ras agar bisa saling menahan dan perlahan nanti akan terbuka."
Chen mencoba menjelaskan kepada Yuan Lan.
__ADS_1