
Jin Mei sedang duduk di sebuah ruangan khusus, di hadapannya ada Jin Liang duduk sambil memainkan gelas.
"Jadi Anak Muda bernama Nan Chen itu memiliki kemampuan yang membuatnya bisa mengatur jumlah Lingkaran Energi miliknya sesuka hati." Ucap Jin Liang mengangguk paham, masih sambil mencerna semua yang sudah dijelaskan oleh Mei.
"Benar, sebaiknya Paman tidak menyinggungnya. Dia bagai api yang bisa menerangi tapi jika di permainkan api itu bisa membakar kita hingga hangus." Mei memperingatkan Jin Liang serius.
Jin Liang memandang Jin Mei dengan tatapan penuh arti.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Jin Liang sedikit tersenyum.
Jin Mei wajahnya sedikit merah, tapi dengan cepat mengendalikan diri.
"Bisa dikatakan begitu, aku akan jujur jika aku menyukai-nya. Tapi bukan karena itu aku mengingatkan Paman, aku bersungguh jangan usik Nan Chen." Jawab Jin Mei.
Jin Liang sebenarnya masih ragu, baru pertama kali dirinya mendengar jika ada teknik yang mampu membuat Lingkaran Energi terlihat berkurang.
Jika sebelumnya tidak mendengar langsung dari Jin Tian, Jin Liang akan menganggap ucapan Jin Mei sebagai kebohongan seorang wanita yang ingin melindungi lelaki yang dicintainya.
Itupun dirinya sempat berfikir, Jin Tian sengaja mengatakan Chen kuat karena ingin melindungi Chen.
"Aku harus sedikit mengetesnya, hanya ingin meyakinkan diriku sendiri." Ucap Jin Liang dalam hati.
Jin Liang melihat ke arah Jin Mei.
"Istiratlah Nak, aku akan mengurus makanan untuk kalian besok pagi." Ucap Jin Liang.
Jin Mei mengangguk, setelah berbasa-basi sedikit lalu Jin Mei beranjak dan kembali ke Kamarnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Masih di ruangan Jin Liang.
Tiga orang dengan Lingkaran Energi masing-masing berjumlah 10.000, duduk di depan Jin Liang.
Satu bertopi jerami, satu berambut-botak plontos, satu berambut cepak.
Tiga orang ini adalah pelindung Asosiasi Harta Duniawi.
Dengan kekuatan 10.000 Lingkaran Energi, ketiganya termasuk jajaran orang -sangat- kuat jika berada di Wilayah Timur tapi di Wilayah Utara ini mereka hanya termasuk orang kuat saja.
Jin Liang memandang mereka bertiga bergantian.
"Aku ingin kalian mengetes seseorang." Ucap Jin Liang.
Ketiganya terlihat bingung dan saling lirik.
"Siapa itu Tuan?" Tanya orang berambut cepak.
"Teman Nona Muda Mei, anak muda bernama Nan Chen." Jawab Jin Liang.
__ADS_1
Mereka sempat terkejut, tapi setelahnya mengangguk paham.
"Aku juga penasaran, namanya sangat santar hingga ke wilayah Utara tapi kudengar dari penjaga kekuatannya hanya 5000 Lingkaran." Ucap orang berambut cepak.
"Aku juga, jika anak muda itu penipu mungkin aku akan membuat satu tangannya hilang." Timpal orang berambut-botak sambil terkekeh.
"Baik kami akan melaksanakan Tugas yang......." Baru saja orang bertopi jerami ingin menyelesaikan ucapannya, mereka terkejut karena merasakan tekanan yang besar menimpa tubuh mereka.
Ke-empatnya kompak berdiri dari kursi dan refleks melompat ke arah sudut ruangan tersebut.
Senafas kemudian tiba-tiba muncul kubus-kubus kecil menutupi ruangan tersebut membuat ke-empatnya sangat panik.
Lima Nafas kemudian, tekanan itu bahkan semakin kuat dan membuat mereka berlutut dan mengerang kesakitan.
Belum hilang rasa sakit itu, mereka dikejutkan dengan robekan spasial yang berasal dari ketiadaan udara.
Aura yang keluar dari robekan itu bahkan membuat wajah ke-empatnya pucat pasih, hingga mereka melihat seseorang keluar dari celah robekan itu dan menatap mereka sangat tajam.
Jin Liang melihat orang yang keluar ternyata Chen, hatinya langsung terasa sangat dingin.
Chen melambaikan tangannya pelan..
Crasssh..... Sebuah tulang tajam berwana merah dan sangat panas melesat lalu memotong tangan kiri si rambut-biotak.
Si rambut-botak langsung berteriak dan jatuh terlungkup, ingin berguling tapi bahkan dirinya kini tidak bisa bergerak sama sekali.
"Satu ancaman, kubalas satu tindakan." Gumam Chen pelan.
"Aku jujur saja, ini bahkan belum setengah dari tekanan yang ku keluarkan." Ucap Chen lagi.
"Ku anggap, kita sudah impas. Saling mengetes sudah selesai, kedepan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik. Aku tidak ingin Ketua Jin Tian tau hal ini dan membuat kalian menyesal." Ucap Chen hingga akhirnya sosoknya ditutupi oleh kubus-kubus kecil dan menghilang bersama dengan kubus-kubus yang menutupi ruangan itu.
Setelah Chen hilang, orang berambut cepak itu segera memeriksa rekannya yang berambut-botak yang kini sudah tak sadarkan diri.
Sambil mengalirkan energi di area lengan si botak agara darahnya berhenti mengalir.
Jin Liang sendiri, jantungnya benar-benar berpacu kencang kali ini. Wajahnya pucat pasih keringat seukuran biji jagung menetes dari sudut keningnya.
Tak lama kemudian, Jin Tian menatap ketiganya masih dengan tatapan sedikit ketakutan.
"Rahasiakan ini, jangan pernah singgung anak muda itu ingatkan semua yang ada di asosiasi untuk tidak mengusiknya."
Pria bertopi jerami mengangguk dengan kaki yang sedikit bergetar, lalu memandang ke arah rekannya si rambut cepak yang sedang memapah si rambut-botak.
"Kita pergi." Ucapnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari, di kamar Chen.
__ADS_1
Tiga Nara sedang duduk di hadapan Chen, mereka menjelaskan lebih rinci tentang Kerajaan Ming, Klan Besar, Sekte Terkuat, dan Tempat tinggal para Ras Hewan.
Setelah merasakan semua informasi yang diterimanya cukup, Chen memandang ketiganya penuh arti.
"Apakah kalian mau menjadi Pasukan Bayanganku?" Tanya Chen.
Ketiganya bingung tapi mengangguk tanda tidak menolak permintaan Chen.
Chen mengangguk lalu menatap ketiganya bergantian.
"Kalian akan tinggal di sebuah tempat, bisa dikatakan tempat itu adalah dunia yang berada di dimensi yang berbeda dengan dunia ini."
"Aku ingin keberadaan kalian disisiku adalah sebuah Rahasia yang tidak bisa diketahui oleh siapapun selain orang terdekatku."
"Keuntungannya adalah disana waktu berjalan sangat cepat, sepuluh hari disana hanya satu hari disini tapi sama sekali tidak mengganggu metabolisme tubuh kalian, jadi kalian bisa berlatih dalam waktu lama disana padahal itu hanya waktu singkat disini."
"Disana ada banyak tanaman serta buah-buahan berkhasiat yang kutanam, jangan usik itu. Masih ada hewan-hewan kecil dihutan di dalam dunia itu yang bisa kalian buru dan konsumsi."
"Aku akan menyediakan sumber daya untuk kalian, kelak kalian akan menjadi salah satu yang terkuat di benua ini jika kalian tetap berada di sisiku." Jelas Chen kepada Tiga Nara.
Tiga Nara sempat terkejut mendengar penjelasan Chen, tapi mereka tidak sedikitpun meragukan Chen.
"Kami siap Tuan Muda." Ucap mereka kompak.
Chen mengangguk puas mendengar ucapan Ketiganya, senafas kemudian tiba-tiba saja Tiga Nara terkejut karena mereka kini berada di suatu tempat yang sangat asing bagi mereka.
Mereka melihat kedepan, ada Chen yang tersenyum kepada mereka.
"Tuan Muda, apakah ini tempatnya?" Tanya Nara Rongque.
Chen hanya tersenyum dan mengangguk pelan sebagai Jawaban.
"Luar biasa." Ucap Nara Rongjue melihat kearah sekitar.
"Tapi jangan usik rumah kecil disana." Ucap Chen sambil menunjuk rumah kediaman Xue Murong.
"Disana ada Kakek Angkatku, dari Klan Xue yang merupakan Patriark Klan Xue. Kekuatannya bahkan aku dianggap semut olehnya." Chen mengingatkan Tiga Nara.
"Eh...." Tiga Nara terkejut dengan wajah memucat.
Seolah mengerti kenapa ketiganya terlihat takut, Chen segera menjelaskan.
"aku akan memberitahu Kakek, kalian tenang saja. Ingat jangan terlalu menyiakan waktu, tetap jaga dan rawat Dunia Kecil ini. Ada saatnya kelebihan kalian sangat diperlukan dan kemungkinan nanti aku akan meminta salah satu dari kalian menuntun jalan ke Klan Xue." Jelas Chen.
"Baiklah, kami mengerti Tuan Muda." Balas ketiganya Kompak.
Chen mengangguk senang mendengar jawaban ketiganya.
"Aku siang ini akan mencarikan kalian rumah, sementara carilah tempat nyaman di dekat hutan."
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menemui Kakek dan kalian bisa menyesuaikan diri dengan tempat ini." Jelas Chen.