Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Episode 54.


__ADS_3

Di sebuah goa yang sangat gelap dan lembab.


Seorang wanita berumur 25 tahun sedang berdiri tenang, di hadapannya seorang pria yang tempo hari menampakkan diri di hadapan Chen sedang berlulut di depan wanita muda itu.


"Bagaimana menurutmu Jendral Utama Ho Shing?" Tanya wanita itu.


"Pemuda bernama Chen itu memang sangat berbakat dan kuat, tapi jika Kaisar sampai turun tangan karena merasa terganggu dengan sepak terjangnya bisa dipastikan pemuda itu akan habis." Jawab Jendral Utama Ho Shing jujur.


Wanita muda itu mengangguk pelan.


"Keinginannya untuk menyatukan kedua Ras memang bisa mengacaukan rencana Ayahnda, tapi Ayahnda harus dihentikan jika tidak maka akan sangat berbahaya bagi keseimbangan dunia ini."


"Apa Petir Emas sudah kau berikan padanya?" Tanya Wanita muda itu.


"Sudah Tuan Putri." Jawabnya.


Wanita muda itu mengangguk.


"Petir emas adalah salah satu eksistensi terkuat, jika Ayah benar-benar tidak bisa dibujuk maka harapan kita adalah pemuda itu." Ucapnya pelan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Chen, Xue Fengbuo, dan Xue Jingmi sampai di Wilayah Ibukota Kerajaan Ming.


Setelah melalui sedikit usaha, kini mereka sudah berada di Aula Kerajaan di dampingi Jenderal Utama, beberapa Jendral biasa, dan beberapa Menteri.


Menunggu kira-kira tiga batang dupa lamanya akhirnya yang ditunggu datang juga, Raja Ming Wu-Jian, Ratu, serta Pangeran dan Putri memasuki Aula Kerajaan.


Raja Ming Wu-Jian memandang Chen lekat.


"Ternyata ini pemuda yang sedang ramai diperbincangkan itu." Batin Raja Ming Wu-Jian.


Setelah memberi Hormat dan berbasa-basi, Chen mulai mengutarakan maksud dan tujuannya.


"Aku disini membawa dua orang dari Klan Xue yang merupakan Wakil Langsung dari Klan Xue, Tetua Xue Jingmi dan Tetua Xue Fengbuo." Ucap Chen.


Raja Ming Wu-Jian mengangguk pelan, cukup terkesan Chen mampu merangkul Klan Kuno Xue berdampingan dengannya.


"Aku mengerti maksud dan tujuanmu, tapi bagaimana jika aku menolak?." Tanya Raja Ming Wu-Jian.


Chen mengangguk pelan, lalu tersenyum lembut.


"Hanya ada dua pilihan, bergabung atau ku paksa." Ucap Chen pelan.


Semua yang ada disana kecuali Xue Fengbuo dan Xue Jingmi, tidak ada yang tidak terkejut karena Chen sangat berani di hadapan Raja.


Jenderal Lu Jui sedikit tidak terima.


"Anak Muda, jaga ucapanmu.!!" Bentaknya.


Tapi senafas kemudian semua yang ada disana kecuali Chen, semuanya merasa sangat tertekan, karena Xue Jingmi dan Xue Fengbuo mulai mengeluarkan Energi yang lumayan besar untuk menekan mereka.


"Jaga ucapanmu, orang yang kau bentak adalah orang yang sudah mengalahkan Penguasa Hutan Cemara, Penguasa Laut Utara, dan Pemimpin Muda Klan Xue karena Pemimpin Muda Chen adalah calon suami Cucu Angkat Ketua Xue Murong." Ucap Xue Jingmi menatap Jenderal Lu Jui tajam.


"Bahkan jika Kalian memiliki Koneksi dengan Wilayah Jantung Benua, itu masih belum cukup untuk menekan Ketua Xue Murong ditambah Penguasa Hutan Cemara dan Penguasa Lautan Utara yang kini sudah berada dalam komando-nya." Tambah Xue Fengbuo.


Semua yang ada disana tidak ada yang tidak terkejut, ternyata Chen ini bukan hanya sudah mengalahkan Penguasa Hutan Cemara tapi Penguasa Wilayah Perbatasan Lautan Utara juga sudah dikalahkan, dan ternyata sosok Chen ini adalah Calon Pemimpin Klan Kuno Xue.


Jenderal Lu Jui sampai bergetar badannya karena merasa takut, bahkan Kerajaan Ming akan lenyap jika Chen sampai memutuskan berperang dengan mereka.


"Ma..Maafkan Aku Pemimpin Muda Nan Chen." Ucap Jenderal Lu Jui terbata.


Chen hanya memejamkan mata sesaat, lalu melirik ke arah Xue Jingmi dan Xue Fengbuo.


Keduanya mengerti arti lirikan Chen langsung menarik kembali Energi yang menekan semua orang disana.


Raja Ming Wu-Jian hanya menghela nafas pelan, ucapan Chen bukanlah bualan belaka. Jika Chen ini ingin memaksa mereka, maka mereka akan menerima kerugian yang tidak kecil.


"Tidak ada pilihan selain bergabung dengan Tuan Muda Chen." Ucap Raja Ming Wu-Jian pelan.


Chen tersenyum kecil, sangat terkesan akan sikap bijak Raja Ming Wu-Jian.


"Aku hanya meminta di Kawasan Istana, biarkan beberapa Ras Hewan bisa bebas keluar-masuk."


"Mereka tidak akan mengacau, aku bisa memastikan itu. Bahkan kehadiran mereka mungkin bisa sedikit membantu Kerajaan Ming ini." Ucap Chen kepada Raja Ming Wu-Jian.


Semua orang sangat terkejut mendengar Ucapan Chen, bahkan mereka semua terlihat ragu.


Chen yang mengerti ini, hanya tersenyum lembut.


"Bayangkan jika Para Jenderal dan Jenderal Utama pergi kemana-mana memiliki Rekan yang kekuatannya mungkin setara atau lebih kuat?".


"Bayangkan jika Raja, Ratu, Pangeran serta Putri juga memiliki pengawal yang jauh lebih bisa diandalkan?".


"Bayangkan jika di kerajaan ini, ada banyak sekali hewan yang bisa membantu semua orang dalam pekerjaannya. Membawa barang berat, mengurus taman, mengawal, menjaga, dan banyak lainnya. Bukankah itu baik?"


"Aku tidak munafik untuk mengakui, Ras Hewan jauh lebih setia dibandingkan kita Ras Manusia. Bahkan mereka jauh lebih bisa diandalkan, Aku menjamin itu semua." Ucap Chen mantap.

__ADS_1


Semua orang mulai berfikir, apa yang Chen ucapkan ada benarnya.


Banyak keuntungan jika Ras Hewan ini bisa bekerja sama dengan baik.


Pangeran Ming Wu-Tian menatap Chen sejenak.


"Apa kau berfikir akan menjadikan Kerajaan ini pencetus untuk memancing minat semua orang?" Tanya-nya.


Chen mengangguk.


"Pangeran benar, jika di wilayah timur aku memiliki Klan Nan maka lebih mudah tapi disini tidak ada siapa-siapa."


"Hanya saja, aku bisa memastikan jika ini semua akan berjalan dengan baik."


"Selain Kerajaan Ming, Asosiasi Harta Duniawi wilayah Timur ini juga akan melakukan hal yang sama." Jawab Chen.


Raja Ming Wu-Jian mengangguk paham, ternyata Chen ini akan mulai dari pengenalan dahulu tidak memaksakan keinginannnya. Awalnya Ia sempat berfikir Chen akan langsung memanggil seluruh Klan, Aosisasi, serta Sekte dan Keluarga Bangsawan tapi ternyata tebakannya salah.


"Kapan bisa dilaksanakan?" Tanya Raja Ming Wu-Jian.


"Sekarang boleh." Jawab Chen.


Semua orang terkejut, tapi Raja Ming Wu-Jian juga tersenyum lebar mendengarnya.


"Baiklah, dimana akan memulainya?" Tanya Raja.


"Di halaman luar saja, kumpulkan beberapa orang penting dan prajurit." Jawab Chen lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halaman Khusus Para Prajurit berkumpul adalah Halaman yang sangat luas, bahkan manusia bila berkumpul bagaikan kumpulan semut jika dilihat dari langit.


Di halaman itu sudah banyak prajurit yang berbaris rapi.


Raja serta semua orang penting kini sudah duduk diatas sebuah altar besar dan tinggi yang memang menjadi tempat bagi Raja, Ratu, Pangerang, Putri, serta Petinggi dan Orang Penting.


Chen duduk tenang menatap semua prajurit tersebut, setelah semua dirasa sudah siap Chen melihat ke arah Raja Ming Wu-Jian dan mendapat anggukan dari Raja.


Chen yang mendapat persetujuan langsung terbang ke atas langit.


Semua orang terkejut terutama para prajurit, mereka di panggil untuk alasan apa bahkan mereka tidak tau.


Tidak ada ucapan atau apapun, hanya tiba-tiba saja ada seorang pemuda yang terbang ke atas langit.


Tapi itu tidak berlangsung lama, jarak setengah batang dupa tiba-tiba dari atas langit berpekik seuara hewan.


Tentu saja ini membuat semuanya menjadi riuh, menjadi heboh, dan sedikit kacau.


"TENANG....!!!!" suara Jenderal Utama bergema dan meminta semua orang tenang.


Setelah semuanya lebih tenang, burung-burung raksasa itu turun perlahan dan terbang melayang dua puluh kaki diatas lapangan itu, Chen sendiri melayang di depan kawanan burung-burung raksasa tersebut.


"Minta kesediaannya untuk memberi kami ruang." Ucap Chen menggema.


"Turuti." Ucap Raja Ming Wu-Jian bergema pula.


Semua Prajurit walau ragu dan masih terkejut, mulai mundur memberi tempat kosong yang cukup luas.


Setelahnya, Chen mendarat di ikuti burung-burung raksasa tersebut dan seluruh hewan darat juga melompat turun dari punggung Burung Raksasa.


"Perkenalkan SAUDARA baru kalian." Ucap Chen menggema.


Tidak ada jawaban apapun, semuanya sangat bingung sedangkan Raja dan yang lainnya di Altar sangat ragu dan sedikit takut.


Hingga Xue Jingmi yang dari tadi diam, akhirnya mengambil inisiatif meminta Raja, Ratu, Pangeran serta Putri turun.


Walau ragu, tapi akhirnya Raja memberanikan diri terbang dan turun kebawah di ikuti Pangeran, Putri, barulah Ratu.


Saat sudah dibawah, Raja menghampiri Chen.


"Inikah mereka?" Tanya Raja membuka percakapan.


Chen mengangguk pelan.


"Carilah satu yang Anda Sukai, aku pastikan mereka tidak berbahaya." Jawab Chen.


Walau ragu, Raja mencoba memberanikan diri. Dirinya memandang kerumunan Hewan Monster itu sejenak lalu berjalan pelan mendekati seekor Hewan Monster Singa Petir yang berukuran 3 kali lebih besar dibandingkan Singa Biasa.


Singa itu tau jika Raja berjalan ke arahnya, lalu berjalan pula mendekat ke arah Raja, setelah jarak keduanya hanya setengah kaki, Singa Petir sedikit membungkuk memberikan kepalanya ke dekat tangan Raja Ming Wu-Jian.


Raja Ming Wu-Jian dengan tangan bergetar, membelai surai rambut Singa Petir pelan, tangannya seperti tangan bayi memegang wajah pria Dewasa, saking besarnya Singa Petir.


Tapi rasa takut itu tak lama, karena Raja Ming Wu-Jian tersenyum lebar setelahnya dan mulai menggosok surai Singa Petir dan sedikit memainkan surainya.


Raja lalu menatap ke Arah Chen.


"Bolehkah aku memilikinya?" Tanya Raja Ming Wu-Jian.

__ADS_1


Chen tersenyum dan mengangguk.


"Namamu adalah Zi Jian." Ucap Raja Ming Wu-Jian girang seolah mendapat hadiah berharga.


Zi Jian adalah Hewan Monster tentu lebih cerdas dibandingkan hewan biasa yang belum berevolusi.


Zi Jian mengaum, merendahkan punggung depannya lalu menatap Raja Ming Wu-Jian.


Raja Ming Wu-Jian tanpa ragu lalu menaiki punggung Zi Jian, setelahnya Zi Jian kembali bangkit.


Semua orang tidak ada yang tidak terpana, Raja mereka yang Agung duduk gagah diatas punggung Seekor Hewan Monster yang besar.


Raja Ming Wu-Jian sambil tersenyum lebar melihat Istri dan kedua Anaknya.


"Tunggu apalagi? Jangan sampai yang terbaik diambil oleh Jenderal serta Menteri." Ucapnya lalu tertawa.


Raja membelai Surai Zi Jian, dan seolah tau apa maksud Raja, Zi Jian mengaum lalu berlari cepat dan melompat pelan seolah sedang bermain dengan Raja.


Raja Ming Wu-Jian bahkan sampai tertawa keras duduk diatas Punggung Zi Jian.


Melihat Raja Ming Wu-Jian seperti itu lalu Ratu, Pangeran dan Putri bergegas menghampiri Chen dengan wajah senang dan girang, mereka sangat berminat dan ingin seperti Raja Ming Wu-Jian yang bisa bermain dengan Seekor Hewan Monster.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen tersenyum lembut melihat kini semua Hewan Monster yang tadi Ia keluarkan sudah memiliki rekannya sendiri, walaupun tidak semua orang terutama prajurit karena hanya beberapa saja dari mereka yg kebagian sisa jatah dari Jenderal dan Menteri, karena Chen hanya mengeluarkan puluhan ekor saja dari Dunia Kecil.


"Tidak sia-sia aku membawa lumayan banyak Hewan dan Hewan Monster dari Hutan Kematian tempo hari." Gumam Chen.


Ras Hewan dari Hutan Kematian sudah lebih dahulu mengenal manusia, jadi mereka tidak terlalu sulit untuk berbaur dengan manusia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen, Mei, dan Ling Shi duduk di ruangan khusus di Asosiasi Harta Duniawi cabang Utara, sedangkan Xue Jingmi dan Xue Fengbuo sudah kembali ke Dunia Kecil.


Di depan mereka duduk Jin Liang masih sedikit takut dan canggung terhadap Chen.


Setelah Mei menjelaskan maksud dan tujuan mereka kemari, Jin Liang mulai tampak berfikir sejenak.


"Baiklah, beberapa ekor saja cukup." Ucap Jin Liang.


Mei mengangguk lalu menatap ke arah Chen.


Chen yang mengerti itu meminta Jin Liang menyiapkan tempat terlebih dahulu seperti sebuah lapangan atau ruangan kosong yang sangat luas.


Jin Liang mengerti dan berjanji akan segera menyiapkan sebuah Ruangan Kosong yang sangat luas, agar keberadaan Hewan ini tidak terlalu menarik perhatian.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Berita tentang Kerajaan Ming yang kini memiliki Hewan Monster sebagai penjaga bahkan Raja Ming Wu-Jian kini kemana-mana selalu menaiki seekor Singa Besar, dengan cepat menyebar.


Beberapa Patriark Sekte dan Klan Besar bahkan sampai datang langsung untuk meng-konfirmasi hal tersebut.


Dan setelah sampai di kerajaan, mereka benar-benar dibuat terkejut melihat Raja, Ratu, Pangeran, serta Putri, duduk kini disebelahnya ada Singa, Harimau, Serigala, serta Musang.


Keempat hewan ini sangat besar karena keempatnya adalah Hewan Monster.


Bahkan bukan hanya itu, kini Jenderal Utama kemana-mana ditemani seekor Macan Kumbang Hitam beratribut Api.


Masih kurang tentang itu saja yang mereka lihat, para Jendral Biasa dan Mentri juga memiliki rekan Hewan Monster tersendiri.


Kurang terkejut, mereka bahkan hampir melebarkan rahang saat ke lapangan Kerajaan yang kini dibagian pinggirnya terpasang tenda sangat besar dan dibawah tenda ternyata ada dua puluh burung raksasa sedang istirahat disana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Para Patriark itu mulai pulang dan akan segera menceritakan ini, berita ini ternyata lebih dari yang mereka dengar.


Apa yang mereka lihat ini lebih seperti Manusia kini memiliki Rekan Terbaiknya dan kemana-mana mereka selalu bersama rekannya tersebut.


Chen sendiri sudah pernah ke Kerajaan Ming untuk sedikit memantau para Hewan Monster disana dan terkejut ternyata pihak Kerajaan Ming justru lebih terbuka dibandingkan saat dirinya di wilayah Timur.


"Hal bagus seperti ini, semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk nantinya saat akan dilakukan perjanjian damai." Gumam Chen pelan.


"Tenanglah Gege, semua akan baik-baik saja." Sahut Jin Mei pelan.


"Huu..um.." Tambah Ling Shi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


AUTHOR BEBERAPA HARI INI SIBUK SEKALI, MOHON MAAF TIDAK UP 🙏🙏🙏


HARI INI SAYA USAHAKAN CRAZY UP BERTAHAP 🙏🙏


TIAP SATU CHAPTER KHUSUS HARI INI SAJA SAYA BUAT KURANG LEBIH 2000 KATA, JADI SETARA DUA CHAPTER SATU KALI UP.


JIKA SAYA BISA, HARI INI SAYA COBA UP BERTAHAP TIGA SAMPAI EMPAT CHAPTER YANG SETARA ENAM SAMPAI DELAPAN CHAPTER NORMAL.. 🙏🙏


SEKALI LAGI, SAYA MINTA MAAF ATAS KESALAHAN SAYA INI 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2