Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Episode 52.


__ADS_3

Chen masih terbaring tak sadarkan diri, Elang Petir masih terbang melayang di posisinya saat ini tidak bergerak kemanapun.


"Aku tidak menyangka, ada yang bisa membuatnya seperti ini." Ucap Marui pelan.


"Bagaimana kejadiannya." Tanya Marui pelan tapi pandangannya tidak bergeming dan tetap melihat ke arah Chen yang sedang tak sadarkan diri.


"Awalnya kami hanya berbincang seperti biasa, hingga tiba-tiba muncul robekan ruang sekitar lima puluh kaki di depan kami, lalu sosok makhluk aneh muncul." Ucap Xue Jingmi.


Xue Jingmi menceritakan bagaimana sosok aneh itu muncul dan menyerang mereka hingga terjadi pertempuran singkat yang berakhir Tuan Muda mereka kalah telak.


Xue Jingmi juga mengatakan jika sosok itu berwujud seperti hewan monster tapi memiliki hawa kehidupan manusia.


Marui mengerutkan keningnya tanda bingung, apalagi dirinya tidak pernah kemana-mana selain wilayah Lautan Utara, walaupun makhluk yang seperti itu banyak Ia temui tapi dengan wujud seperti Hewan Monster harusnya makhluk itu tidak memiliki kekuatan sampai bisa menandingi Chen yang bisa dikatakan kekuatannya setara Ras Hewan yang sudah Berevolusi, apalagi Mahluk ini memiliki hawa kehidupan Ras Manusia.


"Sebaiknya tunggu Chen sadar." Ucap Marui pelan dan mendapat anggukan Keduanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen membuka mata dan melihat sekitarnya, dirinya saat ini seperti berada di sebuah ruang hampa yang kosong dan bercahaya redup.


Chen melihat sekitar dan terbang mengelilingi tempat tersebut.


"Benar-benar tidak ada daratan disini." Gumam Chen pelan.


Chen terus terbang hingga dirinya melihat dari kejauhan ada semacam Bola Energi berwarna Merah yang mengeluarkan Hawa Panas, lalu di sebelah Bola Energi Merah tersebut ada Bola Energi Kecil berwarna Ungu Gelap yang mengeluarkan petir-petir kecil.


Chen mengernyit melihat kedua Bola Energi tersebut.


"Dimana sebenarnya aku saat ini." Gumam Chen pelan.


Saat ini Chen sedang kebingungan dengan tempat dirinya berada dan masih memikirkan cara keluar dari tempat ini.


Chen melihat Bola Energi Merah tersebut, mencoba mendekatinya hingga jarak mereka hanya berjarak dua kaki.


"Tidak terasa menyakitkan, mungkin karena aku juga memiliki Energi Api yang Panas." Gumam Chen pelan.


Chen semakin mendekati Bola Energi Merah tersebut, lalu sedikit ragu mencoba menyentuhnya.


Saat tangan Chen menyentuh Bola Energi Merah tersebut, tiba-tiba Bola Energi Merah itu berdengung dan bergetar.


Swuusshh... Swussshhh... Swusssshhh...


Bola Energi Merah Panas itu tiba-tiba berubah warna menjadi Putih Transparan tapi Hawa Panas yang Dikeluarkan kini bahkan terasa lebih panas lagi.


Bola Energi Putih Transparan itu menjalar dan mengalir serta menyelimuti seluruh Tubuh Chen.


Chen terkejut, tapi dirinya juga merasakan sangat nyaman saat Energi Putih Transparan yang Sangat Panas itu menyelimuti seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Chen bermeditasi memejamkan matanya, dirinya sangat merasakan kenyamanan dan ketenangan saat ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan di dunia Luar, Elang Petir menjerit saat tubuh Chen tiba-tiba mengeluarkan semacam Energi yang sangat-sangat panas tapi mereka tidak bisa melihat ada apapun di tubuh Chen, hanya fluktuasi hawa yang sangat-sangat panas ketika mereka berada di dekat Chen.


Elang Petir yang sudah tidak tahan, akhirnya terbang menukik ke bawah di ikuti Marui dan Xue Jingmi serta Xue Fengbuo yang juga ikut menjauh dari Chen.


Tapi mereka terkejut ketika Tubuh Chen tidak terjatuh sama sekali, Chen masih melayang dengan posisi terbaring tak sadarkan diri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kembali ke Chen.


Chen masih larut dalam meditasinya saat ini, Energi Putih Transparan itu benar-benar memberikan sensasi sangat nyaman untuknya hingga sesaat kemudian Chen membuka mata, lalu tersenyum senang.


Chen mencoba mengumpulkan Energi Putih Transparan tersebut di telapak tangannya, perlahan seluruh Energi Berwarna Putih Transparan berkumpul dan terpusat di telapak tangannya, Energi itu memutar lalu membentuk seperti sebelumnya.


Setelah dirasa cukup, Chen mengembalikan Bola Energi Putih Transparan tersebut ke tempat semula.


Chen memandang Bola Energi Ungu Gelap yang mengeluarkan Petir, mendekatinya lalu menyentuhnya.


Trarkk... Trarkk... Trarkk....


Bola Energi itu menghilang dan seketika tubuh Chen di aliri petir Ungu Gelap yang menyambar kearah mana saja.


Chen mengangguk paham.


"Ini sepertinya adalah kedua Energi milikku, Energi Putih Transparan adalah manivestasi dari Api Merah yang mungkin sudah berevolusi ke tahap lebih tinggi sedangkan petir ini pasti berasal dari orang yang kulawan tadi. Mungkin ini yang dimaksudnya sebagai hadiah, tapi Ras apa Demi-Human ini sebenarnya." Guman Chen pelan.


Chen mencoba seperti sebelumnya, memusatkan petir-petir ungu gelap tersebut ke telapak tangannya.


Benar saja, tak lama petir-petir itu terpusat di telapak tangannya dan kembali menjadi Bola Energi Ungu Gelap yang mengeluarkan petir-petir kecil.


Setelah beres menaruh kedua Bola Energi ke tempat semula, Chen sedikit menjauh dan memejamkan matanya kembali pada posisi meditasi.


"Aku harus bisa keluar, akan percuma jika aku terperangkap disini selamanya." Ucap Chen dalam hati.


Chen berkonsentrasi, mencoba merasakan keberadaan dirinya sendiri.


Tiga batang dupa kemudian, Chen mulai merasakan jika Ia sebenarnya tidak kemanapun hanya berada jauh di dalam jiwanya sendiri karena Samar Chen bisa melihat keadaan diluar sana.


Chen semakin berkonsentrasi, perlahan mulai merasakan dirinya kembali ke tubuhnya seperti semula.


Chen membuka mata lalu mengangguk pelan.


"Benar, aku sudah bisa keluar." Gumam Chen pelan lalu berdiri melayang.

__ADS_1


Chen melihat Marui, Xue Jingmi dan Xue Fengbuo yang melayang dua puluh kaki di depannya.


Mereka yang melihat Chen sudah membuka mata dan sudah mengubah posisinya menjadi berdiri melayang, segera mendekati Chen.


"Apa yang terjadi kepadamu?" Tanya Marui.


Chen hanya menggeleng pelan.


"Aku hanya tak sadarkan diri lalu masuk ke dalam jiwaku sendiri." Jawab Chen jujur.


"Apakah Tuan Muda tidak apa-apa?" Tanya Xue Fengbuo khawatir.


Chen mengangguk pelan.


"Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Chen.


"Tapi tadi Tuan Muda mengeluarkan Fluktuasi Energi yang sangat panas namun kami tidak menemukan apa-apa selain itu dan sesuatu yang keluar itu seperti Energi Panas Tanpa Warna." Balas Xue Fengbuo masih khawatir.


"Dan setelahnya Tuan Muda juga mengeluarkan petir berwarna ungu gelap dari Tubuh Tuan Muda." Timpal Xue Jingmi.


Marui mengangguk tanda membenarkan ucapan keduanya.


Chen hanya tersenyum mendengar keduanya mengkhawatirkan dirinya.


"Tenanglah, aku baik-baik saja." Ucap Chen menenangkan keduanya.


"Eh kemana Elang Petir?" Tanya Chen terkejut karena baru sadar tidak ada Elang Petir disini.


"Dia terbang karena kepanasan tadi." Jawab Marui.


Chen hanya tersenyum kecut mendengar Jawaban Marui.


"Baiklah, aku akan memanggilnya dan kita cari tempat nyaman untuk berdiskusi. Ada yang ingin aku bicarakan mengenai sosok yang tadi muncul, sosok itu mengaku sebagai Ras Demi-Human, Ras yang mungkin tidak kita ketahui selama ini, bisa dikatakan mereka adalah Ras Baru akibat percampuran Ras Manusia dan Ras Hewan." Ucap Chen dengan tatapan serius.


Ketiganya sempat terkejut, sedikit larut akan Ucapan Chen barusan.


"Ras Demi-Human, Ras apalagi ini." Fikir mereka dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chapter 51 sudah saya Up tanggal 24 kemarin jam 11 malam tapi sampai saya selesai menulis Chapter 52 jam 4 subuh tanggal 25 hari ini, status Chapter 51 tetap masih Review.


Saya minta maaf akan hal ini, tapi ini diluar kemampuan saya.


Saya hanya menulis, sisanya adalah bagian Pihak NT/MT yang me-review dan menerbitkan Chapter Novel ini.


Sekali lagi saya minta maaf atas keterlambatan Up hari ini, semoga Chap 51 dan 52 bisa segera terbit. 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2