Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Chapter 5.


__ADS_3

Pagi ini matahari bersinar sangat cerah, burung bernyayi bersahutan, sangat damai.


Tapi ada yang berbeda dengan hari-hari lainnya. Hari ini akan tercatat dimulainya petualangan baru dan kisah hidup baru seorang manusia.


Seorang yang akan menyatukan dunia yang begitu rusak ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen berdiri di pinggir batas hutan, memejamkan mata dan menghirup nafas dalam.


"Akhirnya.... Awal dari perjalananku, awal dari langkah pertamaku..."


Chen sedikit mengingat semua kejadian yang sudah Ia lalui 5 tahun silam, siapa sangka perjalanannya saat itu akan mengubah total kehidupannya dan masa depannya.


Benua ini terdiri dari Lima wilayah.


Benua Wilayah Timur ada beberapa klan kecil dan sedang, serta dua Klan besar yaitu Klan Nan dan Klan Xing yang di pimpin oleh satu Kerjaan yang menjadi Tombak Utama wilayah timur.


Kerajaan yang menguasai wilayah timur bernama Kerajaan Tang, di pimpin oleh Raja Tang Lio.


Benua Wilayah Selatan juga sama terdiri dari beberapa klan kecil, sedang, dan dua klan besar serta di pimpin oleh satu kerajaan besar bernama Kerajaan Xiao.


Benua Wilayah Barat dan Utara juga sama dengan wilayah lain, di pimpin Kerajaan Bai di wilayah barat dan Kerajaan Ming di wilayah utara.


Sedangkan Jantung Benua terletak di tengah, di apit ke-empat wilayah pinggir, dinamai Wilayah Tengah, terdiri dari banyak klan kecil, klan sedang, serta Lima Klan Besar dan Satu Kerajaan Raksasa bernama Kerajaan Ling.


Gambaran peta kasar ini tentu saja hanya mencakup informasi umum, masih banyak kekuatan yang setara bahkan lebih kuat di banding Klan-klan yang menyebar bahkan lebih kuat daripada kekuatan tempur pihak Kerajaan sekalipun.


Seperti kehadiran Perguruan/Sekte, Serikat Dagang dan Organisasi kuat lainnya yang menyebar di lima wilayah, serta hutan-hutan keramat yang di huni hewan monster dan letak kekuatan tersembunyi lain yang tak bisa di sentuh oleh sembarangan orang.


Dunia yang luas ini penuh misteri, banyak hal yang bahkan belum bisa terjamah dan ternalar oleh akal fikiran.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di depan Gerbang Klan Nan.


Chen menghampiri dua orang penjaga gerbang Klan yang langsung terkejut melihat sosok yang diyakini mungkin sudah tewas tapi kini sosok itu tepat berdiri di depan mereka.


Kaget bukan main, itu yang di alami dua orang penjaga Klan Nan.


"I..i..i...ni... Tuan Muda Chen?" Ucapnya tergagap dan berawajah pucat, sedangkan penjaga di sampingnya hanya bisa diam dengan wajah pucat karena belum pulih dari keterkejutannya.


Chen hanya bisa menghela nafas pelan, Ia sadar betul ketidak-pastian akan nasibnya yang menghilang lima tahun silam pasti akan menjadi kejutan bagi siapa saja yang berhubungan dengan dirinya.


"Sedikit keberuntungan menyelamatkan nyawaku dari tragedi besar di hutan kematian. Wajar jika kalian terkejut dengan kemunculanku yang tiba-tiba ini, tapi lebih baik kalian segera menenangkan diri dan melaporkan segera kedatanganku." Ucap Chen.


Penjaga gerbang langsung pulih dari keterkejutannya dan berlari ke arah kediaman Patriark Klan.


Selang setengah batang dupa, muncul empat orang menuju arah gerbang Klan, mereka berjalan secara tergesa-gesa.


Tapi segera mereka dengan cepat pulih dari keterkejutan dan salah satunya berkata : "Kau.. Chen.. Bagaimana bisa..." Ucapnya yang tak lain adalah Patriark Klan Nan.


Dua orang yang mendampingi adalah Tetua Pertama dan Tetua Ketiga, mereka juga sangat terkejut dan ingin bersuara tapi mereka lebih memilih diam dan memberikan Patriark hak bersuara.


"Paman..." Ucap Chen pelan.


Tidak ada yang bersuara untuk beberapa saat hingga akhirnya Patriark segera menyuruh Chen masuk terlebih dahulu demi menghindari kerumunan orang yang semakin lama semakin ramai karena penasaran dengan apa yang terjadi di depan gerbang Klan Mereka.


Sepanjang perjalanan menuju Aula Rapat para anggota klan tidak ada yang tidak terkejut melihat siapa yang berjalan bersama Patriark dan Kedua Tetua.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di dalam Aula, setelah menunggu tiga batang dupa, ruangan aula sudah terisi oleh para Tetua yang juga di panggil mendadak perihal kembalinya Nan Chen.

__ADS_1


Sambil melihat sekitar dan merasa semua Tetua sudah hadir, Patriark Nan Bao mengarahkan pandangan ke Nan Chen dan bertanya : "Ceritakan apa yang terjadi Nak." Ucapnya.


Chen hanya menoleh sekitar sebentar lalu pandangannya kembali ke arah Patriark Bao dan mulai menceritakan semua yang Ia alami secara detail tanpa ada yang di tutupi.


Bagaimana Ia dan Fei terjebak pertarungan pelik, Fei mengorbankan diri, Ia di selamatkan oleh Limba yang ternyata adalah Hewan yang sudah berevolusi ke tingkat sempurna, hampir mati di tangan Orang yang ternyata adalah sesama Ras Manusia, berguru ke Limba, bagaimana Limba melatih dan memberikan seluruh kekuatannya hingga harus mengorbankan nyawa dan apa yang menjadi keinginan Gurunya itu.


Semua Chen ceritakan tanpa ada yang di tutupi, lagipula percuma Ia harus menutupi kebenaran yang sebenarnya.


Banyak yang harus Ia kerjakan, dan kejujuran adalah hal terpenting untuk memulai sesuatu yang Baik.


Setelah mendengar cerita Chen, Patriark dan Tetua hanya bisa terdiam dan mencerna semua kejadian yang Chen alami.


Mereka seolah di tampar oleh sebuah kisah yang di ceritakan dari mulut seorang pemuda, bagaimana ketamakan dan ke-egoisan menutup mata seseorang hingga rela membunuh sesama dan bagaimana bisa Ras yang selama ini mereka benci dan mereka buru justru memberikan cinta dan kasih ke mereka.


Patriark Bao memandang Chen dengan sudut pandang berbeda kini, matanya seolah menggambarkan sebuah kekaguman terhadap seseorang.


"Nak, aku sendiri kini sadar dan sangat merasa tertampar atas ceritamu. Sebisanya aku pribadi akan berada di belakangmu walaupun akan banyak yang menghadangmu. Tapi untuk mewujudkan itu semua, kisah saja tidak cukup. Untuk ketenangan dan kedewasaan aku sekarang tidak akan meragukanmu, tapi kau juga butuh kekuatan yang besar Nak. Ada kalanya seseorang bisa sadar dan mau mendengar setelah berada di ambang kematian." Ucap Patriark Bao.


"Aku Pribadi tidak ada perbedaan dengan Patriark." Ucap Tetua Pertama dan mendapat anggukan semua Tetua.


Chen hanya memejamkan mata dan tersenyum, lalu Ia berkata : "Guruku sudah hidup Jutaan Tahun bahkan sebelum Klan Nan berdiri, apa yang Ia tinggalkan bukanlah isapan jempol belaka. Sebagai penguasa Hutan Kematian, Guruku mungkin bisa mengguncang wilayah Timur ini." Ucap Chen.


"Patriark memiliki 10.000 Lingkaran Energi, para tetua memiliki 8000 hingga 9000 Lingkaran Energi, bahkan aku bisa mengalahkan Patriark dan Tetua dengan satu kali lambaian tangan. Mungkin ini tidak akan cukup untuk menaklukkan dunia ini, mengingat bahkan ada yang bisa mengimbangi Guru. Tapi Guru tidak menyuruh aku untuk menundukkan Semua Ras melainkan Guru mengamanatkan aku menyatukan semua ras hingga bisa hidup berdampingan." Lanjut Chen menjelaskan.


Patriark Bao dan para Tetua terkejut Chen bisa mengetahui jumlah Lingkaran Energi mereka.


"Nak, apa kau tidak sedikit keterlaluan meremehkan kami." Ucap Patriark.


"Izinkan anak ini untuk sedikit menunjukkan kemampuan yang sudah di ajarkan oleh gurunya agar tidak membuat reputasi gurunya buruk." Ucap Chen sambil Menjura.


"Oh, baiklah aku paham maksudmu anak nakal." Ucap Patriark sambil melebarkan senyumnya.


"Ku tunggu di hutan kecil belakang Klan." Jawab Chen singkat.

__ADS_1


Lalu Chen berdiri dari kursi dan terbang menuju area hutan kecil di belakang Klan, di ikuti oleh Patriark dan Para Tetua.


__ADS_2