Penguasa Benua Tengah

Penguasa Benua Tengah
Episode 51.


__ADS_3

Ilustrasi Pulau Es Abadi yang dipindahkan ke Dunia Kecil seperti Gunung Es yang berdiri diatas Hamparan Dataran Hijau, ditutupi rune-rune dan formasi dari artefak tingkat semesta.



Es di Dataran Hijau? Gak Mungkin?


Mungkin aja karena ini hanya imajinasi, dari awal semuanya adalah imajinasi yang menjadikan apa saja kemustahilan menjadi nyata walaupun hanya sebatas tulisan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah memindahkan Pulau Es Abadi di tempat yang pas dan tepat, Chen mengeluarkan salah satu Artefak Tingkat Semesta dari penyimpanannya.


Artefak ini termasuk peninggalan Gurunya dahulu, Artefak ini memiliki fungsi seperti sebuah kurungan energi yang membuat energi apa saja yang berada di dalam kurungan tersebut tidak akan merembes dan bocor keluar.


Chen berfikir jika menggunakan Formasi Kubus Ilahi tidak akan begitu efektif karena mereka semua akan terkurung di Dunia Es Abadi dan tidak bisa keluar, jadi Chen hanya menggunakan Artefak yang memiliki Fungsi Hanya Sebatas Menahan dan Mengurung etentitas sebuah Energi agar Energi yang Sangat Dingin dari Pulau Es Abadi tidak mempengaruhi area di sekitarnya, karena di sekitar Pulau Es Abadi banyak tumbuhan atau hewan yang tidak tahan dengan suhu yang terlampau rendah.


Artefak ini mungkin memiliki kegunaan yang sangat minim, tapi kekuatannya dalam menahan etentitas Energi jangan diragukan karena ini adalah Artefak tingkat Semesta.


Jika hanya menggunakan Artefak dibawah tingkat Semesta, maka jangan harap bisa menahan Tekanan Energi dingin dari Pulau Es Abadi yang sebenarnya juga sebuah Artefak tingkat Semesta.


Kini semua orang dari Klan Xue bisa keluar dengan bebas meninggalkan Zona Pulau Es Abadi tanpa kesulitan dan bisa Masuk kembali ke Zona Pulau Es Abadi dengan mudah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen muncul kembali di tempat pertamanya menghilang tapi kali ini ada seseorang di sebelahnya.


Semua orang disana tidak ada yang tidak kagum melihat wanita cantik yang berdiri disebelah Chen, kecantikan yang bisa dikatakan setara dengan Nona Muda mereka yang baru, Ling Shi.


Jin Mei memegang pedang putih yang mengeluarkan hawa sangat dingin, pedang ini adalah pemberian Murong saat dirinya berlatih di Dunia Kecil.


Pedang Tingkat Semesta, bernama Pedang Awan Semesta.


Chen memandang semua orang dari Klan Xue.


"Namanya Jin Mei, dialah wanita yang tadi kusebut sebagai wanita yang juga dekat denganku." Ucap Chen.


"Hormat kepada Nona Muda Jin Mei." Ucap mereka kompak.


"Perkenalkan namaku Jin Mei, mohon Tetua dan Tuan semua tidak perlu sungakan. Yang muda ini masih sangat jauh dari pantas untuk mendapatkan Hormat yang Berlebihan." Jawab Jin Mei sopan dengan nada bicara yang sangat lembut.


Semua orang tidak ada yang tidak kagum, ternyata Jin Mei tidak hanya cantik parasnya tapi juga tutur bahasanya sangat sopan.


Murong memandang semua orang yang ada disana.


"Mei'er adalah muridku, dia berada di bawah pengawasan dan pelatihanku. Jadi jangan anggap statusnya hanyalah sebagai Calon Istri Chen'er." Ucap Murong.

__ADS_1


"Baik, kami mengerti Pemimpin." Jawab mereka kompak.


Setelah hari berlalu, Chen sepuluh hari ini hanya berada di Dunia Kecil.


Selain mengatur tempat latihan Jin Mei, dimana Waktu di ruangan khusus Jin Mei diatur agar lebih cepat dimana 100 hari di ruangan Jin Mei setara 1 hari di dunia kecil.


Chen juga memberikan banyak pil untuk Jin Mei meningkatkan Lingkaran Energi di dalam tubuhnya, Chen juga memberikan beberapa artefak yang berguna bagi Jin Mei.


Sedangkan Murong sendiri, banyak memberikan Jurus dan Ilmu baru serta teknik khusus untuk Jin Mei.


Untuk Tiga Nara, Chen juga memberikan banyak sumber daya kepada ketiganya, Tiga Nara ini sangat cocok jika dijadikan mata-mata dan pasukan khusus tersembunyi.


Untuk Klan Xue sendiri kini sedang di seleksi setiap individu yang memiliki bakat dalam mempelajari jurus atau teknik untuk menjadi prajurit Dunia Kecil, yang berbakat dalam bidang penempa dan menciptakan artefak akan menjadi penempa senjata dan pembuat artefak, serta memilih beberapa orang yang cukup memiliki ketelatenan untuk merawat Kebun Buah dan Tanaman Bunga berkhasiat.


Chen sudah mengatur Dunia Kecil sedemikian rupa, sebuah bangunan tambahan yang di dalamnya ada beberapa hewan monster yang memiliki kekuatan mengeluarkan Energi Api yang sangat panas membantu mereka dari Klan Xue yang berbakat dalam bidang Penempa dan Pencipta Artefak.


Klan Xue yang memiliki Energi dasar Berhawa dingin sangat cocok untuk sedikit menetralisir hawa panas di ruangan tersebut.


"Hanya kurang mereka yang memiliki unsur Energi panas saja, semoga kelak aku memiliki orang-orang yang bisa belajar Alkemia." Gumam Chen pelan.


Chen terbang ke arah Hutan lebat di Dunia Kecil, melihat disana banyak hewan dan hewan monster yang hidup sangat rukun dan damai.


Mereka adalah beberapa Ras Hewan yang Chen ambil dari Hutan Kematian, Chen yang sudah bisa membelah Ruang sebenarnya bisa kemana-saja dengan cepat asalkan tempat itu pernah di lewatinya tapi Chen tidak akan menggunakan sembarangan jika tidak dalam kondisi sangat membutuhkan waktu yang cepat atau dalam kondisi terdesak, mengingat perjumpaan Chen dan Murong adalah karena Murong mengikuti Celah Robekan Ruang yang Chen buat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Chen sudah keluar dari Dunia Kecil, kali ini Ling Shi tidak ikut karena ingin memimpin Klan Xue sebentar.


Chen bersama Dua Pria Sepuh yang merupakan Wakil Murong dari Klan Xue, menaiki Elang Petir.


Kedua Pria Sepuh ini bernama Xue Jingmi dan Xue Fengbuo.


Mereka bertiga duduk santai diatas punggung Elang Petir sambil sedikit berbincang-bincang, hingga tiba-tiba saja dari jarak Lima Puluh kaki di depan mereka muncul sebuah robekan ruang, dari robekan itu muncul sosok yang wujudnya sangat mirip Hewan Monster tapi hawa kehidupannya adalah hawa kehidupan manusia.


Sosok itu melemparkan Bola Energi kecil beratribut Petir melesat ke arah Elang Petir.


Chen yang terkejut, refleks menggunakan Formasi Kubus Ilahi menutupi tubuh Elang Petir yang mereka naiki.


Bhumm... Terjadi ledakan kecil yang teredam akibat Bola Petir itu ditekan oleh Formasi Kubus Ilahi.


Chen muncul disebelah sosok itu, menghujamkan Tinju berbalut Tulang Tajam nan Panas ke arah dada.


Tapi tinjuan Chen ditepis begitu saja, lalu tangannya mencengkram Tulang Chen yang panas itu dengan santai..


Kreekkk.... Draakk.... Tulang itu dipatahkan dengan mudahnya, patahan tulang itu ditusukkan ke arah Chen tapi Chen menangkapnya dan memegang Patahan Tulang Runcing itu dengan Erat sambil menatap sosok itu dengan Tajam.

__ADS_1


"Siapa kau." Tanya Chen dengan tatapam tajam.


Sosok itu tertawa kecil, wajahnya sangat seram mirip wujud Chen ketika sedang bertransformasi.


"Ternyata ini sosok pemuda yang disebut dan di eluh-eluhkan semua orang." Ucapnya pelan.


Chen mengerutkan keningnya, tanpa menunda langsung mengalirkan energi yang sangat besar dan panas untuk menekan sosok itu.


Tapi sosok itu bahkan terlihat tidak tertekan sama sekali, melepaskan Patahan Tulang yang masih berada di tangan Chen lalu bergerak mundur terbang sejauh dua puluh kaki.


Tangannya kanannya direntangkan ke atas, dari telapak tangannya muncul kilatan petir yang berderak liar dan sesekali menyambar di udara.


Langit menjadi gelap dan muncul fluktuasi energi yang sangat besar bahkan sosok Elang Petir yang sudah sangat jauh tetap memilih terbang lebih jauh karena merasakan bahaya jika tetap berada di posisinya saat ini.


Chen terkejut, mencoba mengukur sosok di hadapannya tapi seketika Jantung Chen berdegup kencang karena sosok di depannya ini tidak bisa di ukur olehnya.


"Aku adalah Jenderal Utama dari Ras yang belum kalian ketahui, Kami berasal dari Ras Demi-Human. Bisa dibilang kami adalah hasil dari Manusia dan Hewan."


"Sebagai perkenalan, aku akan memberimu hadiah kecil." Ucap sosok itu.


Sosok itu melempar Energi Petir yang tadi terkumpul di telapak tangannya, Energi Petir itu menggelegar dan melesat ke Arah Chen.


Chen tidak memiliki waktu, membungkus tubuhnya dengan Formasi Kubus Ilahi.


Trark... Trark... Trark... Energi Petir itu menghantam Formasi Kubus Ilahi tapi tekanan dari serangan petir yang terlihat kecil itu sangat kuat hingga tubuh Chen melesat terjun ke dasar lautan.


BOOOOOOMMMM...!!!!!!


Lautan sampai terbelah dan bergelombang kuat akibat ledakan besar yang berasal dari Energi Petir yang menghantam tubuh Chen, bahkan Formasi Kubus Ilahi untuk kali pertama jebol dan hancur berkeping-keping.


Laut yang terbelah itu langsung menutup kembali setelah ledakan itu lenyap.


Sosok itu merobek ruang, menatap ke arah lautan tempat Chen jatuh.


"Selamat tinggal, kita akan berjumpa lagi." Ucapnya lalu menghilang di dalam Celah Robekan Ruang.


Di dasar lautan, tubuh Chen tak sadarkan diri didalam sebuah kawah yang tercipta akibat tubuhnya menghantam dasar lautan.


Sosok bayangan emas yang ternyata adalah Marui melesat cepat lalu meraih tubuh Chen dan membawanya terbang ke atas langit.


Marui melihat di kejauhan ada hewan Elang yang berbalut energi petir dan di atasnya ada dua orang paruh baya yang terlihat khawatir dan cemas.


Marui menghilang dan muncul di dekat Elang Petir tersebut, lalu memandang Kedua Pria Paruh Baya yang terkejut dan panik melihat Marui tengah menggendong Chen di pundaknya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2