PERAN PENGGANTI

PERAN PENGGANTI
Part 48


__ADS_3

"Justin, periksa CCTV depan Max Cafe, dan atur pertemuan ku dengan Laura. Wanita licik itu sudah kembali!" perintah Scoot kepada asistennya. Sementara Luna tidur di kamar yang terdapat dalam ruangan kerjanya.


Mereka memutuskan untuk pulang bersama. Scoot tidak akan membiarkan Luna pergi sendiri atau dengan supir pribadi. Kejadian ini membuatnya trauma, untung saja semuanya baik-baik.


Melihat luka kecil di kulit Luna saja membuat hatinya ikut merasakan sakit. Padahal ini tak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan Luna di masa lalu yang berdasarkan atas perbuatannya.


*


Beberapa minggu kemudian. Justin berhasil menghubungi Laura untuk mengatur temu dengan atasannya yang tak lain adalah Scoot Brylee.


Sesuai kesepakatan mereka akan bertemu tepat makan siang, dengan tempat yang ditentukan oleh Laura sendiri. Dengan terpaksa Scoot menuruti karena sangat sulit menghubungi wanita berbahaya itu.


"Tuan, Nona Laura mengatur pertemuan di restoran X. Tepat makan siang," ujar Justin.


Scoot mengangguk. "Hmm, apa sudah ada hasil CCTV yang ku perintahkan?"


"Sudah saya kirim lewat email Tuan," ujar Justin.


Dengan tidak sabar Scoot memeriksa hasil CCTV, walau semuanya sudah diceritakan Luna, namun ia belum puas jika tidak melihat langsung.


Rahang kokoh itu mengeras melihat adegan wanitanya berada di atas tubuh pria asing. Ada rasa marah, namun kembali lagi karena semua itu terjadi begitu saja, bahkan pria itu menyelamatkan nyawa istrinya. Andai saja pria itu tidak tepat waktu, entah bagaimana keadaan Luna.


Ada perasaan lega karena apa yang diceritakan Luna sesuai dengan apa yang terjadi. "Maafkan suamimu ini sayang, tidak sepenuhnya mempercayaimu." Scoot bergumam. Bukan karena masalah tak percayanya, hanya saja Scoot khawatir semua ini ada kaitannya dengan Laura. Ia tidak ingin orang yang paling ia cintai nyawanya terancam.


Sebelumnya Scoot memberitahu Luna jika siang ini ia akan makan siang di luar, bahkan pria itu berkata jujur akan menemui siapa. Ada perasaan tidak rela bagi Luna, namun ia tidak boleh egois. Biarkan saja suaminya menyelesaikan masalah mereka dengan cara baik-baik.


Scoot beruntung memiliki istri seperti Luna, sangat jarang wanita akan menyetujui. Luna pun menyetujui makan siang dengan mertuanya, kebetulan Mom Ara baru pulang dari luar negeri.


Jam istirahat kantor oun tiba. Scoot mengendarai kendaraannya sendiri karena Justin yang akan mewakili dirinya untuk menemui klien.

__ADS_1


Hanya butuh waktu singkat untuk tiba di sebuah restoran berbintang. Sebenarnya ia tidak menyukai menu di restoran tersebut, namun karena pertemuan yang diadakan di sana membuatnya terpaksa.


Scoot memasuki restoran dengan gaya gagah tanpa ekspresi, membuat para pelayan tidak berani menatapnya. Aura dari pria itu sangat berbeda dari para pria lainnya.


Senyuman sesosok wanita di depan sana menyambut kedatangannya, bahkan wanita itu berdiri dengan menebarkan pesona, namun itu tak berlaku bagi pria tampan itu. Malah sebaliknya pria itu jijik, mengingat rendahnya harga diri wanita itu.


"Selamat siang mantan Adik ipar. Wah kau semakin gagah dan tampan saja, sepertinya sangat bahagia sekali." Sapa Laura dan sesekali mengagumi pria itu.


Scoot tidak menyahut, bahkan ia tak merespon uluran tangan Laura yang ingin menyalaminya.


"Kau masih tak berubah, tetap dingin. Apa sih kurangnya aku dibandingkan Lucu dan juga Luna?" ucapnya dengan sinis karena ia merasa lebih sempurna dari wanita yang menjadi bagian dari hidup pria dingin itu.


"Tentu saja ada perbedaannya. Lucy wanita tahu malu, sementara Luna wanita sempurna, dan kau adalah wanita tidak tahu malu dan menjijikkan!" seru Scoot tanpa perasaan.


Seketika Laura bungkam, tidak bisa berkata-kata mendengar mulut pedas pria itu. Namun bukan Laura namanya bila ia tebal muka.


"Tidak perlu karena kedatanganku ke sini bukan untuk makan. Hmm, apa kau akan merencanakan sesuatu lagi dengan mencampuri obat sialan itu?" sindir nya dengan tatapan mengejek.


"Kau!" Laura mengeram marah hingga tangannya terkepal.


"Aku ingin bertemu denganmu karena ingin memberi pelajaran. Kau sudah berani mencuci otak putriku, dengan memfitnah yang tidak-tidak. Aku kira sifat mu seperti Lucy, namun bertolak belakang!"


Laura yang terkejut tidka bisa membela diri, ternyata ancamannya tidak berguna bagi Luna.


"Kau juga berani mengancam istriku, ingin menyakiti Angel jika memberitahukan hal ini kepada keluarga ku! Dengar baik-baik, jika kau tetap bersikukuh dengan rencana-rencana busuk mu, maka perusahaan yang di dirikan almarhum Brow tinggal kenangan." Ujar Scoot tidak main-main.


"Aku tidak takut dan kau harus tahu jika kehidupanku terdahulu begitu keras!" bukannya takut dengan ancaman Scoot, Laura malah tertawa keras hingga menjadi perhatian para pengunjung, namun karena melihat sosok yang mereka kenal dalam sekejap semuanya bungkam.


"Oke! jika itu mau mu!" Scoot pun beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Prok prok!


Tepuk tangan Laura yang tiba-tiba membuat Scoot mengurungkan niatnya untuk berjalan.


"Kau lihat wanita yang sangat kau puja-puja, wanita yang sempurna katamu! Lihat dia sedang makan siang bersama pria lain," ucap Laura dengan wajah berbinar-binar sembari menunjuk ke arah pojokan.


Scoot mengikuti arahan tangan Laura, benar saja itu adalah wanitanya sedang mengobrol. Bukankah seperti yang di katakan Luna bahwa dia akan makan siang bersama Mom Ara, namun siapa pria itu.


Scoot meradang, namun ia harus dapat menjaga diri. Lama berpikir Scoot mengingat wajah pria itu, jika tidak salah pria itu adalah yang menyelamatkan Luna.


"Kau tidak ingin menyapa?"


"Tentu saja karena aku ingin tahu siapa pria itu." Scoot pun melanjutkan jalannya menuju tempat Luna dan juga pria asing itu. Laura bersorak-sorai dalam hati karena sebentar lagi ada kejutan, atau tontonan gratis dari pasangan itu.


Karena saking senangnya, Laura juga menyusul.


"Sayang," panggil Scoot hingga membuat Luna kaget karena tidak menyangka bakal bertemu di sini dengan suaminya.


Luna beranjak bangkit. "Sayang, kau di sini juga?" ucap Luna.


Scoot mengangguk, namun tatapannya kepada pria yang juga ikut berdiri.


"Mom, mana?" tanya Scoot ingin tahu.


"Ada, lagi di toilet. Oya sayang, kenalkan ini Samuel Johnson, beliau lah yang tempo hari menyelamatkan ku," ucap Luna dan sekaligus memperkenalkan pria itu. Bahkan Luna juga baru mengetahui namanya, tepat tadi mereka tidak sengaja bertemu di parkiran. Karena tidak enak hati untuk menolak, akhirnya baik Luna maupun Mom Ara menyetujuinya. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih.


"Hmm, apakah ini selingkuhan mu? Dasar wanita tidak tahu diri, suaminya bekerja, malah dia bertemu dengan pria lain untuk makan siang." Cecar Laura lantang hingga menimbulkan perhatian para pengunjung.


Plak!

__ADS_1


__ADS_2