
"Baiklah! Jika kalian tidak juga bertekad untuk mengatakan yang sebenarnya. Itu tidak masalah bagi kami, namun itu masalah buat kalian. Kembali lagi saya tegaskan kepada para awak media yang berada di sini maupun di luar sana, bahwa berita ini tidaklah benar. Foto-foto yang sengaja di sebarluaskan adalah sosok mendiang Nona Lucy, bukan Laura!" ucap Luna dengan tegas. "Justin, bawa sosok yang akan mengatakan semuanya!" titahnya kepada asisten Justin.
Justin mengangguk, kemudian berjalan menuju ruangan. Tidak lama kemudian, Justin kembali dengan seorang pria bertato.
"Ini orangnya Nona," ujar Justin sembari menyerahkan sosok sangar itu.
Luna beranjak dari tempat duduknya, berjalan mendekati pria itu. Scoot wanti-wanti karena tidak tahu ada apa dengan pria itu. Karena tidak ingin sesuatu terjadi kepada istrinya, ia juga beranjak. Sementara Laura maupun Samuel kelihatan panik, bahkan wajah ke-duanya memucat.
"Katakan yang sebenarnya!" seru Luna dengan tegas tanpa merasa takut sedikitpun. Hal itu membuat Scoot termangu karena ternyata wanitanya adalah wanita pemberani.
Pria itu melirik ke arah Laura maupun Samuel sekilas. Di sana tatapan Laura maupun Samuel punya makna, namun mereka tidak punya keberanian mengatakan sesuatu.
"Katakan! Kau lebih takut kepadaku atau dia? Kelanjutan hidupmu aku yang dapat menentukannya. Membusuk di penjara atau berkata jujur!" seru Luna kembali karena pria itu tak kunjung menjelaskannya.
"Berita itu adalah bohong! Sayalah di utus untuk menyebarluaskan berita bohong tersebut, seolah-olah Nona Laura yang ada di foto tersebut. Saya minta maaf Tuan, mohon jangan penjarakan saya. Saya terpaksa melakukan kejahatan tersebut demi uang, karena anak saya menjalani operasi ginjal, sedangkan kami tidak memiliki biaya. Dengan terpaksa saya menerima tawaran tersebut!" akui pria itu dengan mata berkaca-kaca.
"Dasar brengsek!"
Buk buk
Terlalu emosi Scoot melayangkan dua buah pukulan di perut serta wajah pria tersebut. "Akan ku buat kau membusuk di penjara! Begitu juga dengan orang yang memerintah mu!"
Deg!
Laura maupun Samuel ketakutan mendengar ancaman Scoot yang tak main-main kali ini.
__ADS_1
"Tangkap mereka!" seru Scoot kemudian.
Posisi segera menangkap ketiganya, tanpa ada perlawanan sedikitpun. Tapi jangan salah, tatapan tajam Laura kepada Luna menusuk sampai ke ulu hati. Syarat tatapan itu mengatakan aku tidak akan membiarkan kau hidup senang di atas penderitaan ku!
Luna menghembuskan nafas karena sudah merasa lega. Sejak tadi ia berusaha menahan suaminya agar tak terpancing emosi yang lebih besar.
"Sayang, terima kasih. Kau lebih cerdik dariku," bisiknya di telinga Luna.
Luna hanya bisa mengangguk sembari tersenyum lebar.
"Kalian semua sudah paham bukan? Segera bubar! Justin bersihkan nama keluarga besar Brylee!" titah Scoot tak terbantahkan.
Tanpa ingin menanyakan apapun lagi semua wartawan dari berbagai media berbondong-bondong meninggalkan lobby perusahaan dengan saling mengumpat atas kesalahpahaman berita tersebut. Mereka merasa sangat di rugikan karena membuang tenaga serta waktu untuk mengorek berita yang tidak benar dan sangat merugikan dari pihak mereka.
Hari ini adalah perayaan ulang tahun pertama Alexei dan Anya. Untuk merayakan ulang tahun twins diadakan di Mansion utama, khususnya di taman depan Mansion.
Scoot mengundang seluruh rekan bisnisnya maupun semua karyawan kantor dan rumah sakit untuk ikut serta dalam perayaan ulang tahun mewah tersebut.
Baik Scoot maupun Luna tampil dengan elegan, mereka menggenakan busana yang sama. Tidak ketinggalan putri sulung mereka Angel. Angel tampak bahagia dalam perayaan ulang tahun pertama ke-dua Adiknya.
Baik Alexai maupun Anya sudah bisa berjalan di usianya baru menginjak sembilan bulan. Itu membuat ke-duanya semakin mengemaskan.
"Sayang, apakah kau sangat bahagia?" bisikan lembut di telinganya membuat Luna menghentikan gerakan tangannya.
"Tentu saja sayang. Tidak terasa twins berusia satu tahun, rasanya baru kemarin saja mereka lahir," sahut Luna sembari merapikan dasi yang sudah dikenakan suaminya.
__ADS_1
Cup
Scoot mencium cukup lama bibir merah mudah tersebut dengan senyuman bahagia.
"Sayang, pliss deh. Nanti lipstik ku meluber kemana-mana." Luna protes sembari memperhatikan kembali penampilannya di meja rias.
"Tanpa memakaikan lipstik pun kau sudah cantik sayang. Hmm, aku lebih suka melihatmu tanpa lipstik. Warna bibirmu asli merah muda, inilah yang membuat suami tampan mu ini candu dan terus saja menginginkannya."
Luna memutar bola matanya dengan malas. Pria yang tengah memeluknya dari arah belakang ini memang pantai ngegombal, namun justru itulah yang mendukung keharmonisan rumah tangga mereka.
"Apakah kita tetap di sini? Beberapa menit lagi acara akan dimulai," cibir Luna dengan bibir mengerucut. Suaminya itu tetap mengunci tubuhnya hingga sulit untuk bergerak.
Scoot terkekeh kecil sembari mengecup bertubi-tubi pundak Luna yang terbuka, karena ia memakai gaun yang lehernya terbuka.
"Sayang, aku sangat mencintaimu dan juga anak-anak kita. Mari menua bersamaku! Selalu genggam tanganku di manapun kita melangkah. Kau wanita yang ditakdirkan Tuhan untuk mendampingiku hingga nafas terakhir."
Luna terpaku mendengar ungkapan kebahagiaan hati prianya. Luna membalikkan tubuhnya dengan ke-dua tangan melingkar di leher Scoot, menatap dengan intens penuh damba.
"Aku juga sangat mencintaimu. Mari kita menua bersama-sama, hingga nafas terakhir. Scoot dan Luna ditakdirkan Tuhan untuk menjadi pasangan sehidup semati. Mari kita membesarkan putra-putri kita bersama-sama." Luna juga ikut mencurahkan isi hatinya dengan mata berkaca-kaca, bahkan sekali kedipan saja bukit bening itu tak akan mampu bertahan.
Tangan Scoot membekap dagu Luna, kemudian melumatt bibirnya dengan penuh damba. Ke-duanya menikmati ciuman bahagia itu hingga melupakan tamu yang sudah berdatangan menghadiri acara perayaan ulang tahun twins.
"Rasa bahagia kerap menjadi emosi yang diinginkan oleh setiap orang. Di dunia ini hampir tak ada seorang pun yang tidak menginginkan bahagia. kebahagiaan merupakan tujuan utama dikehidupan manusia. Namun, kebahagiaan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya uang, kehidupan sosial, kesehatan, pendidikan, pasangan dan banyak lainnya. Bersama orang-orang terkasih, membuat kita merasa aman, nyaman, dan tentram. Dengan kebersamaan, semuanya terasa begitu mudah."
...~TAMAT~...
__ADS_1