Perempuan Di Ujung Senja

Perempuan Di Ujung Senja
Dinner


__ADS_3

...Happy Reading 🥰...


Sang surya mulai tenggelam, menyisakan siluet jingga yang membentang begitu indah. Suasana sekitar masih tampak ramai. Banyak anak-anak yang masih asyik mandi di laut. Mereka terlihat sangat bahagia. Tawa mereka lepas tanpa beban, Azalia menikmati tawa dari anak-anak polos Pulau Bunaken.


"Kamu menyukai senja?" tanya Alham masih dengan posisi yang sama.


"Iya."


"Kenapa kamu begitu menyukainya?"


"Entahlah, aku tak punya alasan untuk itu. Aku hanya menyukai warna jingga yang keluar begitu matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Aku hanya punya pemikiran ingin seperti senja," ucap Azalia.


"Kenapa? Apa ada pelajaran yang kamu dapatkan dari senja?" Alham begitu penasaran.


Ia menikmati kebersamaan ini karena Azalia tak lagi menolaknya. Walaupun ia tak tahu seperti apa hati wanita yang di peluknya itu.


"Ada. Kamu tahu? Senja itu akan selalu datang tanpa mengumbar janji. Tapi, begitu dia hadir, itu hanya sekejap. Dia harus pergi lagi hanya demi malam yang akan hadir ditemani bulan dan bintang. Aku ingin seikhlas senja, hadirnya sesaat, tetapi pasti besok dia akan datang," tutur Azalia.


"Aku seperti menangkap sesuatu yang sangat dalam dari apa yang kamu katakan. Kamu tidak akan meninggalkan aku, 'kan?" Alham menguraikan pelukannya.


Azalia tersenyum, lalu membalikkan tubuhnya. Senyum yang sangat manis sekali, ditambah dengan rambutnya yang dimainkan oleh angin membuatnya terlihat sangat cantik. "Aku tidak mengatakan hal itu. Biarlah waktu yang akan menjawabnya nanti," ucap Azalia.


"Apa kamu lapar? Aku sudah lapar karena hanya makan saat di pesawat tadi siang.

__ADS_1


"Iya. Mau makan ikan bakar?" tawar Alham. Ia hanya berharap semoga Azalia akan tetap bersamanya.


"Boleh."


Keduanya berlalu dari dermaga dan menuju salah satu resto yang berjejer di sepanjang pantai.


Alham menggenggam tangan Azalia membuat sang empu menatap ke arah tangan mereka yang bertautan. Sementara, Alham tersenyum bahagia.


***


Ikan bakar tongkol dan sambal dabu-dabu menjadi menu makan malam mereka kali ini. Alham mulai menyendok nasi ke piring yang bersusun dua.


Ia mulai mengambil daging ikan dan meletakkan di piring yang sudah berisikan nasi tersebut. "Mau aku suapi?" tawar Alham.


Saat akan mengambil piring untuk diisi nasi, Alham melarangnya. "Ini saja. Piring itu akan aku gunakan."


Azalia yang sudah lapar langsung mengambil piring tersebut dan mulai menikmati makanannya. Begitupun dengan Alham yang mulai mengambil makanan.


Di tengah-tengah acara dinner mereka, tiba-tiba ponsel Alham berdering. Ia pun mengambil dari saku celananya dan melihat siapa yang menelepon.


Alham menatap Azalia setelah tahu siapa yang menelepon. Sementara, Azalia yang tengah makan dan ditatap seperti itu tahu siapa yang menelepon suaminya. "Angkat saja. Barangkali dia kangen sama kamu," ucap Azalia cuek.


"Nanti saja. Aku ingin menikmati waktu kita berdua malam ini." Alham menonaktifkan ponselnya, lalu kembali menikmati makanannya.

__ADS_1


"Aku sudah selesai. Kamu lanjutkan saja makannya." Azalia berdiri dan langsung pergi begitu saja tanpa memedulikan Alham yang memanggil.


"Baru juga beberapa jam sudah ada masalah. Kenapa aku bisa lupa kalau Sesil pasti akan menelepon. Aku harus segera mengakhiri hubungan dengannya."


***


"Aku tak seharusnya terbawa perasaan tadi. Dia masih memiliki hubungan dengan Sesil. Aku pada akhirnya akan dicampakkan juga."


Malam kian larut, tetapi rasa kantuk belum juga menghampiri Azalia. Sejak Sesil menghubungi sang suami saat dinner mereka tadi, hatinya mendadak kacau. Ada setitik nyeri terasa menjalar di dadanya begitu melihat tatapan Alham.


Langit malam bertabur bintang, Azalia berdiri di depan jendela sembari menikmati suasana Pulau Bunaken pada malam hari.


"Bahkan dia tak ada niat menjelaskan padaku setelah dari resto tadi. Mengejarku saja tidak ada. Sadar, Azalia dia pasti hanya mempermainkan kamu," gumamnya.


...to be continued .......


Ok, terima kasih yang masih terus mengikuti cerita ini sampai saat ini 🙏🏻🥰


jangan lupa follow author, ya.


Ig siska.saidi


Fb Siska Saidi

__ADS_1


__ADS_2