
...Happy Reading Guys 🥳🥳🥳...
Sang surya perlahan menepi, kicauan burung begitu merdu memasuki gendang telinga. Siluet jingga yang ditampilkan menambah indah suasananya.
Mendekati salat Magrib barulah mereka tiba di rumah. Bukan apa-apa, tetapi Alham mengajak Azalia berjalan-jalan terlebih dahulu di kota Makassar sebelum akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Sebuah bangunan minimalis berlantai dua telah menyambut mereka. Di dalam mobil, Alham tersenyum melihat sang istri yang tengah terlelap di bahunya. Ia mengusap pipi yang sebelumnya tirus itu dengan lembut. "Maafkan aku. Kamu pasti tersiksa selama ini. Buktinya pipi kamu jadi tirus gini," gumamnya.
"Cieee, udah mengakui perasaannya. Gimana? Udah plong hatinya?" celetuk Raja dari balik kursi kemudi.
"Thanks, ya. Berkat saran dari lo, gue jadi bisa meraih kebahagiaan gue sendiri," ucap Alham.
Honeymoon yang dilakukan oleh Alham dan Azalia adalah saran dari Raja kepada orang tua Alham. Bukan Raja memberitahu perihal rumah tangga keduanya, ia hanya meminta agar sepasang pengantin baru akan lebih bagus jika melakukan honeymoon.
Perihal kejadian di kantor, bukan tak mungkin jika Papa Bayu tak mengetahui hal tersebut. Namun, Mama Tina tak mengetahui hal tersebut karena memang sengaja di sembunyikan untuk menghindari penyakit Mama Tina kambuh.
"Iya, iya. Sama-sama, udah sana turun, nyokap lo udah karatan berdiri di situ dari tadi," tunjuk Raja pada wanita paruh baya yang berdiri di teras.
"Ok. Lo bantu turunin barang gue, ya. Mobilnya lo bawa aja dan langsung ke rumah, nggak usah keluyuran! Ingat istri!" peringat Alham dengan wajah serius.
"Dih, gue nggak lupa kalau sudah punya bini. Emang lo! Udah sana turun!"
Suara Raja yang begitu keras membuat Azalia terbangun. "Udah sampai?" tanyanya dengan suara khas orang bangun tidur.
"Belum. Tidur lagi aja." Alham merengkuh tubuh sang istri dan mengusap punggungnya seperti seorang ayah pada anaknya.
__ADS_1
Raja berdecak dan langsung turun daripada harus melihat kemesraan sepasang pengantin yang baru saja baikan. Sementara, Azalia kembali tertidur karena rasa nyaman yang ia dapatkan.
"Raja, Alham sama Azalia mana?" tanya Mama Tina saat melihat sahabat anaknya membawa barang-barang dari bagasi mobil.
"Ada di dalam mobil tante," jawab Raja.
"Kenapa nggak turun? Azalia nggak apa-apa, 'kan?" Gurat khawatir mulai tergambar di wajah wanita paruh baya tersebut.
"Dia lagi tidur. Tadi sempat bangun, cuma tidur lagi. Nah, itu mereka." Raja langsung menunjuk Alham yang menggendong Azalia ala bridal style.
"Aku ke kamar dulu, ya, Ma, Pa. Azalia, dia kayaknya capek," ucap Alham yang diangguki oleh mamanya.
***
Ia keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga. Terlihat kedua orang tuanya berada di sana.
Ia duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya. "Alham, Mama ingin tanya sesuatu sama kamu." Ia menatap mamanya.
"Kamar tamu, kenapa ada barang-barang perempuan? Siapa yang menempati kamar itu?" tanya Mama Tina penuh selidik.
Alham menatap pada papanya seolah bertanya. Namun, yang ditatap hanya diam tak memberi respon. "Itu, memang ada yang menginap di sini," jawabnya.
"Siapa? Kamu baru menikah Alham dan langsung menerima tamu perempuan? Kamu nggak selingkuh secara terang-terangan di depan Azalia, 'kan?" cecar Mama Tina.
"Ma, yang nginap di sini itu Sesil. Saudaranya Azalia, ipar aku. Masa aku tolak, sementara istri aku mengiyakan," jawab Alham tak sepenuhnya berbohong.
__ADS_1
"Oh, Sesil. Kirain siapa. Tapi, kamarnya Mama beresin, Mama mau nginap di sini. Sekarang kita makan dulu, kamu pasti sudah lapar, 'kan? Ayo, Pa," ajak Mama Tina.
"Temui Papa di ruang tamu sehabis makan," ujar Papa Bayu begitu istrinya telah lebih dulu keluar dari ruang keluarga.
...***...
"Papa mau bicara apa?" tanya Alham begitu mereka berada di ruang tamu.
"Segera akhiri hubungan kamu dengan Sesil. Jangan menyakiti Azalia dan jangan kamu rusak hubungan baik Papa sama Papa mertuamu." Papa Bayu selama ini tak pernah ikut campur, tetapi kali ini dia harus turun langsung untuk mengingatkan sang anak.
"Maksud Papa?"
"Kamu pikir Papa tidak tahu apa yang kamu lakukan? Bahkan liburan kalian saja, Papa tahu apa yang kalian lakukan di sana," ucap Papa Bayu.
"Jadi, Papa selama ini selalu mengintai aku?" Alham benar-benar tak habis pikir kali ini.
"Alham dengarkan, Papa! Kamu baru satu langkah, Papa sudah berada tiga langkah di depan kamu. Segera akhiri putuskan Sesil sebelum semuanya terlambat."
Papa Bayu menepuk bahu Alham sekali sebagai tanda semangat untuk anaknya itu. Ia berlalu ke kamar tamu di mana sang istri berada.
Sementara, Alham masih dengan seribu pikirannya yang melayang entah ke mana.
...to be continued .......
ok, ini author sempatkan untuk menulis agar kalian yang masih mengikuti cerita ini tidak lupa dengan alurnya. Terima kasih sebelumnya buat kalian. Semoga kalian semua sehat selalu 🤲🏻😊
__ADS_1