
...Happy Reading Guys 🥰...
Malam kian larut, gelapnya langit semakin pekat. Sepi menyelimuti ruangan berukuran empat kali lima itu. Di tempat tidur tampak seorang laki-laki yang tidur dengan posisi duduk bersandar di kepala sambil tangannya memegang salah satu tangan istrinya.
Perlahan kelopak mata milik Azalia terbuka. Ia berusaha menormalkan penglihatannya yang sedikit kabur, tetapi rasa sakit di kepalanya membuat ia meringis dan tersadar bahwa tangannya digenggam seseorang.
Alham yang merasakan ada pergerakan langsung terbangun. Pertama ia lihat adalah wajah sang istri yang tengah menatapnya. Ia lantas tersenyum. "Kenapa? Apa ada yang sakit?" tanyanya penuh kelembutan.
Azalia diam dan larut menikmati ciptaan Tuhan yang begitu sempurna. Alis tebal, hidung mancung, serta rahang yang tegas. "Kenapa, sih? Kok, lihatin akun begitu? Ada iler, ya?" Alham langsung mengelap sudut bibirnya dengan tangan.
Azalia terkekeh melihat tingkah polos Alham. Ia langsung dibantu oleh Alham ketika ingin bangun. "Ada yang kamu butuhkan? Atau ada yang sakit kamu rasakan? Beritahu aku." Ia menggeleng.
"Aku tahu kamu belum bisa memaafkan aku, bahkan menerima aku saja enggan. Aku tidak menyalahkan itu, semua memang salah aku. Sekarang, katakan aku harus apa agar hati kamu merasa puas? Katakan kamu maunya apa biar hati kamu senang?" Alham benar-benar tak tahu harus bagaimana agar istrinya itu bisa sedikit luluh.
"Aku tidak menginginkan apapun kecuali perpisahan. Untuk apa mempertahankan hubungan yang tidak sehat? Aku takut akan jatuh terlalu dalam di hubungan ini. Jika kita berpisah, kamu akan mendapatkan kebahagiaan dengan menikah bersama orang yang kamu cinta."
Cup
Alham langsung membungkam mulut Azalia dengan sebuah kecupan singkat. "Apa yang kamu bicarakan? Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu. Istirahatlah, besok kita akan pulang. Aku akan ke kamar sebelah untuk tidur."
__ADS_1
Alham langsung beranjak keluar dengan perasaan kesal, meninggalkan sang istri yang diam bak patung.
"Ciuman pertamaku," gumamnya seraya menyentuh bibirnya.
Sementara itu, Alham langsung menghempaskan tubuhnya di kasur. "Ini sepertinya akan lebih sulit daripada melobi proyek besar," gumamnya.
"Kalau aku tahu akan seperti ini, aku tidak akan melakukan hal konyol di awal pernikahan! Bodoh! Bodoh! Bodoh!" Ia menjambak rambutnya sendiri, sesekali memukul kasur.
...***...
Sang mentari menyapa pagi dengan senyumannya yang sangat mengagumkan hati. Senyumannya mengantarkan kehangatan yang selalu ingin diraih oleh jiwa yang berada dalam rangkulan hawa dingin di pagi hari.
Azalia bangun dan melihat jam di ponselnya. Setengah tujuh, ia lantas pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Tak butuh waktu lama untuk ia bersiap-siap. Saat sedang mengoleskan lipstik, terdengar ketukan di pintunya. "Siapa?" tanyanya sedikit berteriak.
"Aku. Apa aku boleh masuk?"
Azalia diam sejenak saat tahu siapa orang di balik pintu kamarnya. "Kalau tidak boleh, kamu yang keluar untuk mengambil sarapan ini. Setelah itu aku akan pergi."
__ADS_1
"Kamu boleh masuk."
Suara decitan pintu yang ditimbulkan tak membuat Azalia menoleh. Ia masih malu dengan kejadian semalam. Pipinya langsung merona saat pria berbadan tegap itu menaruh nampan di samping meja rias.
"Kamu sarapan dulu, baru dilanjutkan dandannya. Setengah jam lagi kita akan bertolak dari sini," ucap Alham lembut.
Azalia mengangguk. "Terima kasih."
"Sama-sama. Aku keluar dulu, ya. Nanti kalau aku tidak ada di kamar sebelah, telepon aku saja. Soalnya aku akan mengurus kepulangan kita." Alham menaruh secarik kertas dan mengusap kepala sang istri dengan sayang.
Azalia merasakan ritme jantungnya menjadi cepat, tangannya terulur memegang dada sebelah kiri. "Jantungku," gumamnya.
Ia menggeleng dan mengambil secarik kertas yang diberikan Alham tadi. Ternyata nomor hp. "Ternyata kamu ingat kalau kita belum saling tukaran nomor hp." Ia tersenyum dan beralih menatap makanan yang dibawa oleh sang suami tadi.
Nasi goreng dengan campuran ikan serta segelas teh hangat. Sederhana, tetapi mampu membuat Azalia sedikit melupakan pertengkaran mereka semalam.
......to be continued ...........
jangan lupa tinggalkan jejak, ya🥰
__ADS_1
Follow author, Ig siska.saidi Fb Siska Saidi