Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 25


__ADS_3

Arsyad menenteng sebuah kantong kresek yang berisi kotak bekal makanan ke dalam ruangan pribadinya. Vero Rolland Juno yang pagi itu sengaja datang ke kantornya Arsyad berniat untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi di kampung halamannya Priska Oktaviani Rahman, tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan oleh Arsyad Shafiyyur Rahmany hanya menaikkan kedua alisnya melihat tingkahnya Arsyad.


"Oke, tetap awasi dan perhatikan apapun yang mereka berdua lakukan, dan tolong kirim seseorang untuk menjaga keamanannya perempuan itu jangan biarkan terjadi apapun padanya,"


Sambungan telpon pun terputus,Nely cukup terkejut dan keheranan dengan keputusan dan perintah yang diamanahkan untuknya.


"Sepertinya gadis ini spesial dan istimewa dalam kehidupan Tuan Muda Arsyad Shafiyyur Rahmany Yordan."


"Ada yang jatuh cinta rupanya," gumamnya Vero.


Vero segera berdehem untuk mengalihkan perhatiannya Arsyad," hemmm!"


Arsyad segera memutar kepalanya ke arah sumber suara," aku kira kamu masih tidur di rumahmu," sarkasnya Arsyad karena cukup jengkel melihat sahabatnya itu yang sedari tadi ditelpon sama sekali tidak menggubris telponnya.


"Hahaha, enggaklah hari ini aku kedatangan tamu cantik di rumahku jadi aku mana ada waktu untuk mengangkat teleponmu," balasnya Vero dengan bercanda pula.


"Kamu seperti anak abg saja, tapi aku cukup penasaran siapa gerangan perempuan yang mampu mengalihkan perhatiannya duren sawit ini," kelakarnya Arsyad seraya menekan tombol pintunya setelah kartu akses sudah terpasang dikuncinya.


"Kau juga akan tahu siapa perempuan cantik itu, saya hanya berharap jalan saya mudah untuk mendapatkannya," imbuhnya Vero yang sudah duduk di depan meja kerjanya Arsyad.

__ADS_1


Arsyad menyimpan bekal makanannya yang dibuat khusus oleh Priska selaku officer girl di perusahaannya itu dengan sangat hati-hati seolah sangat takut terjatuh dan isinya tumpah.


"Gimana dengan hasilnya,apa keluarga angkatnya Priska sudah di Jakarta dan juga hutang piutang kedua orang tua angkatnya juga apa sudah kamu tangani dengan baik?"


"Alhamdulillah semuanya sudah beres dan aman terkendali, juragan beras itu cukup baik diajak berbisnis dengan sejumlah uang mampu mengubah keputusannya, hanya saja putranya sedikit menentang keinginan pak Kosim sang juragan itu," ungkap Vero.


"Kerja yang bagu Bro, kamu memang selalu bisa diandalkan, kirim nomor rekening bank kamu, aku akan transfer bonus yang aku janjikan," ujarnya Arsyad dengan tatapan matanya yang berbinar cerah saking bahagianya karena usahanya berjalan mulus sesuai dengan harapannya itu.


"Tidak perlu tf segala, karena kali ini aku ingin bayaran yang berbeda dari biasanya," ujarnya Vero dengan penuh teka teki.


Arsyad mengerutkan keningnya," Maksudnya?"


Arsyad cukup dibuat terkejut mendengar perkataan dari mulut sahabatnya itu.


"Maksudnya kamu ingin menikahi adikku yang super manja itu? Apa kamu sudah pikirkan baik-baik dan juga apa Arsyil menyukaimu?" Tanyanya Arsyad yang penasaran apa alasan yang mendasari Vero ingin melamar adik satu-satunya yang dimilikinya itu walaupun mereka berbeda ayah tapi, kasih sayangnya Arsyad tetap sama.


"Aku sudah memikirkan semuanya dengan matang dan baik-baik, saya jatuh cinta pada pandangan pertama kalinya, apalagi adikmu mampu membuat kedua anakku bahagia dengan alasan apa lagi yang perlu aku cari untuk mempersunting adikmu secepatnya," terangnya Vero.


"Kalau aku tidak masalah dengan siapa orang yang akan menikah dengan Arsyila yang paling penting dia bahagia dan tanpa ada paksaan dan keterpaksaan,"

__ADS_1


"Kalau gitu kamu tidak keberatan kan jika aku dekati adikmu itu untuk membuatnya jatuh cinta padaku?" Tanyanya Vero dengan memutar hpnya di atas meja kerjanya Arsyad.


"Tapi, ingat awas jika kamu berbuat macam-macam dan berani menyakiti hatinya adikku maka aku akan menghancurkan hidupmu siapa pun orangnya itu aku tidak akan pandang bulu dengan hal seperti itu!" Tegasnya Arsyad sambil membuka beberapa berkas yang kembali sudah menumpuk di atas meja mejanya.


"Kalau gitu aku langsung datang ke rumahmu untuk melamarnya gimana?"


Arsyad tanpa pikir panjang langsung menyetujui dan mengiyakan usulnya Vero," itu ide yang sangat bagus malah, tidak baik-baik berlama-lama pacaran karena akan mengundang syaitan yang akan selalu menggoda kalian untuk melakukan hal yang tidak baik, jadi kalau aku jangan ditunda lagian nanti kamu ditikung oleh pria lain lagi,"


Vero terdiam mendengar perkataan dari calon iparnya itu," apa yang kamu katakan benar juga sebelum ada banyak pria yang datang melamar adikmu itu aku harus bergerak cepat kalau gini,"


Vero segera berdiri dari duduknya sambil berjalan ke arah luar. Arsyad tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.


"Kamu termakan juga hasutanku, aku ingin melihat adikku bahagia,"


Arsyad kemudian membuka bekal makan paginya yang khusus dan spesial dibuat oleh Priska. Arsyad membuka penutup kotak makanan itu dan ia sangat bahagia karena, makanan yang selama ini selalu dibuatkan oleh Pratiwi Andien Utomo ketika mereka di kampung dulu.


"Tiwi kenangan kita yang lainnya kamu sudah lupakan, tapi makanan dan minuman kesukaanku sama sekali engkau selalu mengingatnya," lirihnya Arsyad yang meneteskan air matanya jika harus kembali mengingat beberapa penggalan memory kenangannya.


Dalam kotak bekal itu ada nasi uduk, tempe bacem, udang tumis tahu dan juga sayur capcay goreng. Semua makanan itu paling sering direquest oleh Arsyad ketika mereka bertemu secara diam-diam.

__ADS_1


"Aku harus segera menyuruh anak buahku untuk menjemput Paman Budi Jaya dengan Bibi Hanifah pasti mereka akan sangat bahagia jika mengetahui kalau Tiwi masih hidup."


__ADS_2