Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 71


__ADS_3

Setelah pernikahan antara Afrizal dengan Arsyila diselenggarakan dengan begitu meriah dan mewahnya semua anggota keluarganya kembali kegiatan mereka seperti biasanya.


Arsyila dan Afrizal hari ini berangkat ke Amerika Serikat USA tepatnya NewYork City. Mereka rencananya akan bulan madu selama dua minggu.


Afrizal memeluk pinggang ramping istrinya itu dengan penuh posesif dan kemesraan di dalam kamarnya sebelum bertolak ke Australia negara kangguru tujuan pengantin baru itu.


"Makasih banyak sudah bersedia mau menerima lamaran dan pinangan ku, aku sangat mencintaimu Arsyila Aryana Loil Daud," ucapnya Afrizal sembari mengecup bibir istrinya itu.


Arsyila yang diperlakukan seperti itu segera membalas ciuman suaminya dengan penuh kasih sayang.


"Mas kalau seperti ini terus kapan kita berangkatnya?" Arsyila terkekeh melihat reaksinya Afrizal yang harus meredam rasa yang tiba-tiba muncul dari dalam tubuh dan pikirannya itu.


Afrizal tertawa cengengesan mendengar perkataan dari mulut istrinya itu," hehehe sampai lupa, ayo sayang buruan kita berangkatnya untungnya kita sudah pamitan kepada papa,mama,papi dan mami juga jadi tersisa berangkat saja," ujarnya Afrizal.


Kedua pasangan pengantin baru itu tersenyum penuh kegembiraan karena keduanya bahagia dengan kehidupan baru mereka.

__ADS_1


Arsyad bahagia melihat adiknya akhirnya menikah sedangkan dia belum berencana untuk menikah dalam waktu dekat ini. Ia cukup bahagia dengan hubungannya dengan Pratiwi Andien. Walau keduanya belum menikah tapi, Arsyad bersyukur karena Tiwi sudah mengingat kembali ingatannya m itulah yang membuat Arsyad bersyukur karena Tiwi sudah bisa hidup normal seperti dulu lagi.


"Abang aku ingin melanjutkan sekolahku terlebih dahulu dan jika sudah ada waktu yang tepat barulah kita ke kampung untuk bertemu dengan kedua orang tuaku agar Abang bisa melamar aku lagi," ucapnya Tiwi ketika mereka makan siang di salah satu restoran ternama yang mereka datangi.


"Itu ide Bagus juga sayang, tapi kalau bisa jangan lama-lama aku juga pria normal yang pengen juga segera bahagia masa hanya adik dan ipar ku yang sudah bahagia dengan kehidupan mereka sedangkan saya akan hidup membujang, ingat umurnya Abang sudah cukup matang untuk menikah dan punya anak, jadi aku harap kamu bisa mempertimbangkan perkataan ku ini," tuturnya Arsyad disela makannya itu sambil menatap intens wajah kekasihnya itu.


Tiwi memegangi punggung tangan kekasihnya itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, "Insya Allah… kalau aku sudah kuliah pasti kita akan balik ke kampung, kuliah perdanaku kan dua hari lagi Abang jadi insha Allah bulan depan kita ke kabupaten S, gimana apa Abang sudah bisa tenang?" Tanyanya Tiwi dengan berusaha untuk meyakinkan dan membuat kekasih pujaan hatinya bisa tenang.


"Oke, Abang pegang kata-katamu sekalian aku ingin menjemput bibi dan paman dari desa untuk tinggal bersama kita,"


"Angkat saja Abang mungkin Veri ingin bicara penting dengan Abang," ucapnya Tiwi ketika tanpa sengaja melihat layar hpnya Arsyad tertuliskan namanya Veri Ahmed Ali Miller.


"Assalamualaikum,"


"Waalaikum salam Abang, aku minta Abang datang ke apartemenku karena aku akan melamar seorang perempuan besok pagi, apa Abang boleh datang? Kalau enggak datang bunda Sandra akan ngomel-ngomel gara-gara kamu enggak mau datang," ujarnya Veri dari seberang telepon.

__ADS_1


"Pasti kamu sudah buat perempuan itu hamil makanya kamu ngotot dan ngebet pengen nikah, karena aku tahu kamu tidak bakalan menikah jika belum mencicipi perempuan itu dan membuatnya hamil, Iya kan," sarkasnya Arsyad.


"Sudah itu cerita lama sudah berlalu, aku sekarang serius mau menikah dengan perempuan itu, dia cukup cantik, kaya,dia seorang dokter muda jadi aku mohon besok bantulah aku untuk menemani bunda melamar tidak mungkin aku yang datang lagi ke sana kan," imbuhnya Veeri.


"Baiklah besok jam berapa dan alamatnya dimana aku juga akan mengajak mami untuk menemani kamu untuk meminang kekasihmu itu yang sangat kamu puja-puji," pungkas Arsyad Hakim Daud Yordan.


"Sesudah magrib dijalan xx nama perempuan itu dokter Najwa Ayumi Ariestya Rizaldi, aku jemput kalian besok, assalamualaikum."


"Siap dilaksanakan Abang, waalaikum salam," tukasnya Arsyad.


"Huh! mentang-mentang atasannya berangkat bulan madu makanya nyuruh saya yang harus menemaninya melamar perempuan yang disukainya itu," keluhnya Arsyad dengan santai.


"Wajarlah Abang kan temannya yang paling dipercaya jadi makanya meminta Abang bertindak sebagai anggota keluarganya," pungkas Tiwi Andien Utomo.


Mereka kembali menikmati hidangan yang disajikan di atas meja makan mereka malam itu. Hingga kedatangan seseorang membuat mereka mengalihkan perhatiannya dari makanannya yang sungguh lezat itu.

__ADS_1


"Arsyad apa boleh saya berbicara denganmu?" pintanya seorang pria yang cukup berumur tapi masih cukup muda diusianya yang sudah kepala lima itu siapa lagi kalau bukan Adam Ardian Liem mantan kekasihnya Bu Sania Marwah Daud Ibrahim yang menjalin hubungan terlarang beberapa tahun silam.


__ADS_2