
Arsyad Shafiyyur Rahmany Daud Yordan masih tidak percaya dengan kelakuan dari sahabatnya itu yang tega mengkhianati kepercayaannya dan menghancurkan kehidupan dan perasaan adik satu-satunya itu.
"Farel, apa lagi yang kamu tunggu laksanakan sesuai dengan keinginannya Tuan Muda Afrizal," perintah Bu Sania.
Arsyad dan mamanya setuju dengan usulan dari Afrizal mengingat kekuasaan yang dimiliki oleh pria muda yang seumuran dengan Arsyad itu adalah pengusaha muda yang sukses. Jika mereka dibandingkan dengan Vero tidak akan ada apa-apanya laki-laki brengsek itu.
Pratiwi Andien Utomo dengan Bu Sania Marwah berjaga di sekitar tempat perawatan Arsyila Ardila. Mereka sama sekali tidak ingin beranjak sedikit pun dari tempat itu.
Raut wajah mereka masih tersirat ketakutan, kecemasan,kekhawatiran dan kebencian bercampur menjadi satu bagian di dalam hati mereka. Bu Sania masih tidak percaya jika, nasib putrinya akan seperti ini. Pria yang sangat dicintainya itu telah tega berselingkuh di depan matanya.
"Vero Arlando Juno dengan kekasihmu itu Tania Kuswadi boleh kalian berbangga dan bahagia dengan apa yang terjadi pada putriku, tapi ingatlah baik-baik jika karma itu real dan aku tidak akan membuat kalian bisa tertawa bahagia di atas penderitaan putriku,"
Afrizal Rayanza Dirgantara setelah mengganti pakaiannya, segera menemui Arsyad sesuai dengan permintaan Arsyad untuk bertemu dengannya untuk membahas ucapan Afrizal yang mengatakan jika, dia yang akan menggantikan posisinya Vero sebagai calon suaminya Arsyila.
Afrizal menarik sebuah kursi yang ada tepat di depannya Arsyad di dalam kafe rumah sakit.
__ADS_1
"Maaf saya terlambat," ujarnya Afrizal.
Arsyad menengadahkan kepalanya ke arah Afrizal pria yang berniat untuk menggantikan posisinya Vero dari layar hpnya itu.
"Tidak apa-apa kok, lagian aku juga baru nyampe," sanggahnya Arsyad.
Mereka terdiam sesaat dan belum ada yang berniat untuk membuka percakapan mereka lagi. Arsyad masih kepikiran dengan sikap dari sahabatnya itu yang dikenalnya ketika mereka sama-sama kuliah di Inggris London. Pria yang selalu dia andalkan untuk mencari informasi keberadaan kekasih sekaligus tunangannya itu.
"Tuan Arsyad niat saya mengundang Anda kesini adalah untuk berbincang-bincang tentang niat saya untuk menikahi adik Anda," imbuhnya Afrizal.
"Apa niat Anda ini tulus atau karena hanya sekedar kasihan kepada adikku saja, sedangkan dia jika tidak terjadi musibah dan cobaan ini mungkin satu minggu lagi mereka akan menikah, tapi saya sangat bersyukur dan bahagia karena, sebelum mereka terlanjur menikah Allah SWT membuka mata kami untuk mengetahui siapa Vero sebenarnya sebelum terlambat, jadi apa niat Anda ini serius dan tulus atau karena ada maksud lain?"
Tanya Arsyad lalu mulai menyeruput kopinya yang sudah agak dingin itu. Afrizal tersenyum tipis menanggapi perkataan dari calon kakak iparnya itu.
"Maaf mungkin ini terbilang dan terkesan terburu-buru dan cepat, saya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arsyila Ardila Daud Yordan putri tunggalnya Tuan Daud Yordan dengan Nyonya Sarah Helena yang tidak lain adalah adik Anda pak Arsyad, mungkin siapapun mendengarnya akan terkesan lucu dan mengada-ada tapi, saya sangat serius dengan semua perkataanku akan membahagiakan dan mencintai Arsyila sepenuh hatiku, setulusnya cintaku dan aku berjanji akan berusaha membuat Arsyila melupakan pria brengsek itu Vero hingga bayang-bayangnya Arsyila tidak akan ingin melihatnya lagi, ini janjiku padamu, dan siap berkorban apapun asalkan saya bisa menikahi perempuan yang aku sayang itu," terangnya Afrizal dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Arsyad terkejut dan tidak menyangka jika CEO muda yang kadang kala menjadi tutor pesaingnya untuk memenangkan tender proyek besar akan menjadi calon adik iparnya itu.
"Tapi, apa kau sudah melupakan siapa kami ini, saya adalah CEO DY yang sering menjadi pesaing berat Anda selama ini," tuturnya Arsyad lagi.
Afrizal tersenyum tipis," saya akan melakukan apapun ingat itu dan anda perlu mengingatnya dengan baik jika saya akan melakukan apapun untuk Arsyila yang dia bahagia dan bisa tersenyum seperti pertama kali saya bertemu dengannya, masalah tender proyek perusahaabku akan mengalah dan menyerahkan semua proyek itu jika Anda menginginkannya dengan senang hati aku ikhlas memberikannya, karena tanpa tender yang kita perebutkan perusakan ku masih bisa berdiri kokoh, aku tidak merasa rugi dan kekurangan uang jika hanya beberapa proyek saja lagian perusahan ku bergerak diberbagai bidang bukan hanya IT saja," jelas Afrizal dengan penuh keyakinan.
Arsyad dan Veri Ahmed Ali cukup terkejut mendengar perkataan dari pria muda itu yang seumuran dengannya.
"Ya Allah… Tuan Muda sebesar ini kah cintanya pada gadis yang pertama kali ia temui itu, rela mengalah pada kompetitornya selama ini, apa dunia sudah terbalik ataupun mungkin matahari sudah terbit di ufuk barat," batinnya Veri asisten pribadinya Afrizal.
"Cukup mengesankan,tapi jujur kebahagiaan adikku diatas segala-galanya, kami selama ini tidak pernah membatasi pergaulan adikku Arsyila ataupun menjalin hubungan dengan laki-laki manapun yang dia pilih, kami hanya memikirkan kebahagiaannya, karena mama tidak ingin anak-anaknya mengalami perjodohan pernikahan yang tidak mereka kehendaki, tapi kita lihat kedepannya setelah kondisinya Arsyila sadar dan membaik aku serahkan keputusannya pada adikku saja." Terangnya Arsyad.
"Aku akan buktikan padamu jika Arsyila tidak akan mampu menolak lamaranku ini dan semoga saat itu kita segera menjadi ipar," tukasnya Afrizal seraya berjabat tangan dengan Arsyad yang penuh percaya diri.
Keduanya pun sepakat dan berbincang-bincang santai seputar bisnis dan uang pastinya. Afrizal sedikit mengorek informasi tentang kebiasaan dan hal apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh Arsyila calon istrinya itu.
__ADS_1