Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 47


__ADS_3

"Arimbi Najwa Ardian Liem!!" Teriak seorang pria yang cukup umur dipagi itu.


Teriakannya dipagi buta itu cukup menggema di setiap penjuru kamar pribadinya Arimbi Najwa Ardian Liem anak keduanya itu.


Tapi, dengan bujukan, gelombang rayuannya yang tidak terhenti akhirnya pertahanannya tumbang dan runtuh juga. Hingga teriakan demi teriakan dari mulut Arimbi semakin terdengar saja. Rin tiii haann dan deee saaaa haaann mampu terucap dari bibirnya Arimbi.


Richard segera menggendong kembali Arimbi ke atas ranjang. Mereka melakukan hubungan yang terlarang, hubungan yang tak seharusnya terjadi begitu saja. Tapi, karena kesalahannya sendiri Richard akhirnya mereka sama-sama jatuh ke dalam kubangan lumpur kesalahan yang terdalam.


Arimbi dan Richard yang dalam posisi saling berpelukan tersentak mendengar teriakannya dari Pak Adam. Richard melototkan matanya saking terkejutnya melihat kedatangan pak Adam sebagai atasannya dan juga anak bungsunya Alfian Aiden Liem.


Richard melihat sekujur tubuhnya yang hanya tertutupi oleh bedcover. Raut wajahnya langsung pucat pasi dan ketakutan. Tubuhnya terlalu lelah setelah tubuhnya semalaman diterjang dan diserbu habis-habisan oleh perempuan muda yang terpengaruh oleh obat lucknut yang ia masukkan kedalam minuman perempuan itu.


Arimbi pun sama terkejutnya melihat Papanya sudah berdiri di depannya dalam keadaan yang sulit diartikan itu. Arimbi memegang kepalanya itu karena tiba-tiba merasakan sakit. Arimbi kembali kaget melihat tubuhnya yang tanpa ada kain selembar pun yang menutupi seluruh tubuhnya itu.


"Tidak!! Apa yang terjadi padaku!?" Tanyanya pada dirinya sendiri.


Arimbi berusaha untuk mengingat beberapa penggalan kejadian yang terjadi padanya sebelum kedatangan papanya itu. Ia tidak menyangka jika, dirinya sendirilah yang meminta hal menjijikkan itu pada pria yang selama ini bekerja sebagai asisten pribadi Papanya.


"Richard Emir Moeis apa yang telah terjadi padaku?" Ratapnya Arimbi yang sudah mengetahui dengan pasti apa penyebab dari kemurkaan Papanya.

__ADS_1


"Cepat pakai pakaian kalian, Papa tunggu kalian di luar!" Perintah Pak Adam sambil memijit pelipisnya saking pusingnya melihat kelakuan dua anaknya itu.


Arimbi berusaha sekuat tenaga untuk memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa walaupun tubuhnya bagian sensitifnya mengalami kesakitan, perih dan ngilu tapi,ia sekuat tenaga melawannya.


Richard ingin membantu Arimbi berpakaian tapi segera dicegah. Tangannya Richard terhempas dengan kuat.


"Stop! Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu! Aku yakin ini semua gara-gara kesalahan dan ulahmu sehingga aku harus seperti ini!" Sarkasnya Arimbi.


Richard sama sekali tidak menanggapi perkataan hinaan dari Arimbi, karena memang dialah yang penyebab semua insiden ini. Untungnya Richard semalam segera membuang ke dalam closed botol kecil yang berisi obat pee raan saang itu.


Arimbi dan Richard tidak saling bertegur sapa mereka hanya terdiam menundukkan kepalanya dan duduk di hadapan papanya itu.


"Apa!! Menikahi dengan Pria ini?!" Tunjuknya Arimbi yang tidak terima dengan keputusan Papanya.


"Benar sekali, kau akan papa nikahkan dengan pria yang sudah tidur denganmu, atau apa kamu ingin menikah dengan pria lain sedangkan kamu sudah seperti ini haa!!" Geramnya Pak Adam.


Sebenarnya Arimbi Najwa, Ayunda Aura anak kembar dari istrinya itu tapi bukanlah darah dagingnya. Karena waktu itu ketika mereka dijodohkan dengan istrinya sudah dalam keadaan hamil dua bulan.


Anita Aurora Borealis mencintai pria lain ketika itu hingga dia meninggal sekitar lima tahun lalu dalam keadaan masih mencintai pria hingga akhir hayatnya itu. Mereka juga sama sekali belum pernah berhubungan layaknya suami istri itu, karena kesepakatan pra nikah keduanya.

__ADS_1


Anita dan Adam sama-sama tidak rugi dengan keadaan itu. Bahkan Anita diam-diam kembali menjalin hubungan dengan William Henry Malik dibelakangnya Adam. Tapi, bagi Adam itu sama sekali tidak penting dan tidak merugikan dirinya malahan itu sangat bagus untuknya, karena dia tidak ingin menyentuh Anita hanya kekasihnya Sania Marwah Barata yang menjadi perempuan yang dia sayangi sampai kapanpun.


Dari hubungan gelap itu, lahirlah anak ketiganya Anita dengan William yaitu Alfian Aiden tapi, sesuai dengan kesepakatan pernikahan keduanya semua nama belakang anaknya memakai namanya untuk menutupi kejadian yang sebenarnya.


"Kamu tidak berhak untuk menolak keinginannya Papa,jika kamu menolak maka nama kamu akan papa coret dari daftar anggota keluarga kita, Ingat itu baik-baik!" Ancam Pak Adam Ardian Liem.


"Tapi Pa sebenarnya yang terjadi…," ucapannya Arimbi terpotong.


"Papa tidak mau dengar kata tapi lagi dari mulutmu, Alfian ayo kita pulang dari sini dan kamu Richard segera urus pernikahan kalian dengan baik dan hubungi kedua orang tuamu untuk segera menemuiku," pintanya Pak Adam lalu bergegas meninggalkan ruangan itu bersama putra bungsunya.


Sepeninggal kedua keluarganya itu, Arimbi berjalan ke arah Richard lalu segera memukul tubuhnya Ricard.


"Saya yakin ini semua gara-gara kamu yang sudah merencanakannya, iya kan?!" Tanyanya Arimbi yang terus memukuli tubuhnya Richard.


Richard segera menghentikan kegiatannya Arimbi malah ia menggendong tubuhnya Arimbi seperti karung goni saja. Richard lalu melempar tubuhnya Arimbi ke atas ranjang king size-nya itu.


"Aahh!! Brengsek apa lagi yang akan kamu lakukan padaku!" Jeritnya Arimbi.


Richard tersenyum penuh arti," saya akan melakukan apa yang terjadi pada kita semalam tapi, dalam keadaan sadar tanpa pengaruh obat yang sengaja aku berikan padamu," imbuhnya Richard.

__ADS_1


"Maksudnya apa katamu!?" Tanyanya Arimbi yang beringsut mundur ke belakang dan menutupi bagian seluruh tubuhnya.


__ADS_2