Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 30


__ADS_3

"Baik Tuan Muda,apapun kami lakukan jika esok hari Nona Priska datang lagi berkunjung nanti," imbuhnya Pak Firman yang baru bisa bernafas lega karena tidak mendapatkan amarah khusus ditujukan untuknya.


"Kamu, Diah aku angkat kamu jadi menejer pemasaran di toko ini dan tolong packing semua baju yang telah disentuh oleh tunanganku,"


Arsyad segera meninggalkan ruangan itu dan berjalan ke arah luar diikuti oleh beberapa anak buahnya.


Priska Oktaviani terkejut melihat begitu banyaknya barang yang sudah di packing oleh beberapa pelayan toko.


"Makasih banyak yah Nona Muda berkat Anda jabatan pekerjaan saya naik, saya sangat berterimakasih kepada Anda dan Tuan Besar Arsyad," ujarnya Diah Sari yang dari insiden tersebut membawa berkah tersendiri untuknya.


Priska yang berdiri mematung gelagapan menjawab perkataan dari Diah," Ehh a-ku a-nu itu karena kerja kerasnya Mbak sendiri yang kebetulan pemilik Mall hadir langsung di tempat sehingga melihat langsung kinerjanya Mbak Diah."


"Maaf Non katanya Tuan Muda Anda ditungguin di atas lantai lima sekarang juga," ucapnya salah satu dari anak buahnya Arsyad.


Priska menatap ke arah pria yang menundukkan kepalanya itu," baik,tapi saya mengganti pakaianku dulu enggak enak berjalan di dalam mall sebesar ini dengan memakai seragam kerja seperti ini," ucap Priska.


"Baik Nona Muda," jawabnya yang kembali memundurkan langkahnya beberapa langkah kakinya ke belakang lalu berdiri tegak.


"Mbak Diah tolong jaga kamar pasnya saya mau ganti pakaian dulu," pintanya Priska.


"Siap Non Priska," balasnya Diah.


Sedangkan Bu Biah sudah dipecat dengan tidak terhormat tanpa pesangon sedikitpun. Dengan banyak drama yang mewarnai pemecatan itu. Bahkan Biah tidak ingin pergi dari ruangan HRD dia malah bersikeras untuk bertahan dan terus memohon belas kasih dari semua orang. Tapi, tidak mungkin ada yang berani untuk menentang keputusan dari pemilik mall jika tidak pekerjaan mereka menjadi taruhannya.

__ADS_1


Priska memilih sepasang pakaian yang paling cocok dia pakai sore itu. Dia tidak ingin berpenampilan asal selama mendampingi Arsyad selaku atasannya, apalagi dia sudah bekerja sebagai seorang asisten pribadi.


"Maaf Mbak Priska ini semua pakaian barunya Mbak di antar di jalan mana?" Teriaknya Diah Sari Pitaloka yang kebingungan setelah semua pakaian itu di dalam paper bag.


Pak Farhan selaku penanggung jawab mall tersebut melihat Diah yang kebingungan.


"Diah apa yang terjadi padamu, kenapa raut wajahmu seperti orang yang kebingungan saja," imbuhnya Farhan.


"Ini Pak, saya tidak tahu mau kirim kemana semua pakaian ini karena, Pak Arsyad tidak menginformasikan kepada kami akan dikirim langsung ke rumahnya beliau atau ke rumahnya Nona Priska," jelasnya Diah.


Pak Farhan melihat ada beberapa body guard yang masih berdiri di sekitar toko pakaian tersebut.


"Maaf Tuan apa kami bisa meminta tolong sampaikan kepada Pak Arsyad semua barang belanjaannya di kirim ke alamat tujuan mana, karena kami mengalami kendala itu," pintanya Pak Farhan.


"Siap Pak,"


"Katanya kirim ke alamat apartemennya Pak Arsyad langsung tanpa terkecuali sekarang juga," ujar pria itu sambil memperlihatkan nama apartemen tersebut serta alamatnya ke hadapannya Pak Farhan.


"Makasih banyak Pak,"


Priska keluar dari dalam kamar ganti dengan penampilan yang membuat semua pasang mata yang kebetulan berada di dalam toko itu pangling melihat perubahan drastis dari Priska perempuan yang kesehariannya bekerja sebagai officer girl itu.


"Makasih banyak Mbak Diah dan Pak Farhan semoga kalian bekerja dengan giat dan semakin meningkatkan prestasi kerja kalian juga tentunya," ujarnya Priska sebelum meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Siap Non,"


Beberapa saat kemudian, Priska sudah berjalan dengan diikuti oleh dua orang pria yang bertubuh tinggi dan tegap lengkap dengan kaca mata hitamnya. Priska sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena, itu kebiasaan dan keputusan dari Arsyad selaku pimpinan jadi dia hanya menuruti semua perintahnya.


Arsyad yang melihat kedatangan Priska segera menyambut kedatangan perempuan yang dia sayangi. Dengan senyuman yang jarang diperlihatkan oleh Arsyad. Arsyad mengulurkan tangannya ke arah kedatangan Priska.


Arsyad berbisik di telinganya Priska, "Kamu cantik sekali, emang pantes jadi asisten pribadiku,"


Priska hanya tersenyum menanggapi perkataan dari atasannya itu dengan raut wajahnya yang memerah merona menahan rasa malunya itu.


"Makasih banyak Pak, ini sudah sepantasnya saya bersikap seperti ini karena Bapak memang pantas mendapatkannya," imbuhnya Priska.


Arsyad menarik tangannya Priska agar mereka saling bergandengan tangan berkeliling Mall tersebut. Priska menatap ke arah Arsyad sedangkan yang ditatap hanya tersenyum menganggukkan kepalanya tanda setuju dan menganjurkan hal itu terjadi.


Priska segera membalas merangkul tangannya Arsyad, entah dari dorongan apa sehingga Priska tanpa ragu sedikitpun membalas perlakuan manis yang dilakukan oleh Arsyad untuknya.


"Saya akan mengajak kamu ke suatu tempat semoga kamu menyukai tempat itu," ujarnya Arsyad.


Dulu ketika mereka masih di kampung, Pratiwi Andien Utomo pernah mengatakan kepadanya,jika mereka kelak menikah ia ingin memiliki rumah yang khusus mereka berdua saja dan kelak akan lahir beberapa anak dari hasil pernikahan mereka.


Tiwi menginginkan rumah itu dikelilingi dengan taman bunga, rumahnya tidak perlu luas yang paling penting indah. Terdapat taman untuk bermain dengan anaknya. Tapi,hari ini tujuan mereka ke rumah sakit untuk menemui kedua orang tua angkatnya Priska yaitu Bu Salma dan Pak Lukman serta kedua adik angkatnya Rian dan Rina tanpa sepengetahuan dari Priska Oktaviani.


"Pak, ngomong-ngomong itu pakaian yang barunya kenapa dikirim ke apartemennya Pak Arsyad kenapa gak langsung ke kontrakanku saja," tanyanya Priska.

__ADS_1


Arsyad tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan dari Priska," karena hari ini kontraanmu sudah selesai jatuh tempo waktu yang diberikan oleh ibu kosmu untuk melanjutkannya, kedua saya ingin kau tinggal bersamaku ketiga saya tidak ingin berpisah dengan kamu lagi untuk selamanya," ungkap Arsyad Shafiyyur Rahmany Yordan.


"Emangnya kenapa bisa seperti itu Pak, sedangkan saya hanya sekedar asisten Bapak saja," elaknya Priska.


__ADS_2