
Pesta pernikahan antara Aura Tania Gunadi Satria dengan suaminya Vero Arlamdo Juno cukup meriah. Walaupun banyak tamu undangan yang hadir di pesta itu dengan banyak pertanyaan yang timbul dari benak mereka semua.
Mengingat mereka sudah hafal dan mengetahui wajah dan namanya mempelai pengantin perempuan,tapi sedangkan yang berdiri dengan begitu manja dan lengketnya tidak mau pisah dengan Vero adalah wanita lain dengan nama yang berbeda pula.
"Apa kalian tahu kalau Bu Siska Ratih Pujiastuti meninggal dunia satu minggu yang lalu loh, katanya beliau meninggal dunia karena terkejut mendengar perkataan dari anaknya sendiri yang sudah memutuskan secara sepihak pertunangannya dengan anak dari pengusaha kaya itu yang seharusnya berdiri di sana mendampingi Vero bukan perempuan pelakor itu," cibirnya seorang ibu-ibu.
"Benar sekali apa yang ibu katakan, perempuan itu dengan tidak tahu malunya merebut kekasih sekaligus tunangannya sahabatnya sendiri yang sudah sangat baik dan berjasa besar dalam kehidupannya," timpalnya yang satunya lagi.
"Aku yakin mereka akan mendapatkan karma atas perbuatannya sendiri, contohnya Bundanya yang sudah jadi korban obsesi cinta mereka, karena karma s real benar gak Bu," sahutnya yang lain.
"Wanita itu cukup tebal wajahnya karena dia sungguh percaya dan tak tahu diri mengadakan pesta akad nikah atas sumbangan dari perempuan lain," sarkasnya seorang wanita yang memakai hijab.
Kedua mempelai pengantin sama sekali tidak peduli dengan hal tersebut. Yang paling penting mereka sudah resmi menjadi suami istri yang sah. Terutama untuk Aura Tania Gunadi Satria yang paling bahagia dan bangga telah menikah dan belum mengetahui jika, mereka sudah diphk dari perusahaan tempat mereka bekerja yaitu DY Cooperation.
Perkataan dari mulutnya Arsyila Ardilla membuat semua orang yang berada di dalam ruangan perawatan Arsyila terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Arsyila. Arsyila menganggap jika Afrizal Rayanza Dirgantara adalah calon tunangannya sekaligus pria yang sudah datang ke rumahnya untuk melamarnya.
Arsyila Ardila Daud Yordan satu-satunya pewaris tunggal dari perusahaan besar DY itu sedangkan Arsyad juga memiliki saham di perusahaan tersebut dari mamanya dan usahanya sendiri.
__ADS_1
"Mas sama sekali tidak marah dan sangat tidak mempermasalahkan hal tersebut mau diapa ini semua ujian dan cobaan yang harus kita hadapi dengan kepala dingin, kesabaran dan penuh keikhlasan dan aku janji setelah kamu sembuh dan sudah bisa berdiri kuat dan lama menerima tamu undangan maka kita akan merayakan dan mengadakan pesta dan akad nikah ijab kabul pernikahan kita yang akan menjadi pernikahan termewah di tahun ini," ungkap Afrizal Rayanxa Dirgantara.
Arsyad Shaffiyyur Rahmany Liem tidak mengerti dengan apa yang menimpa adik bungsunya itu. Arsyila sama sekali tidak pernah membahas tentang Vero Arlando Juno. Laki-laki brengsek lucknut itu yang sudah menghancurkan kehidupannya Arsyila. Hatinya hancur berkeping-keping hingga ia harus mengalami kecelakaan maut.
"Ya Allah… apa adikku mengalami amnesia sebagian yah, karena ada beberapa penggalan memorinya yang tidak dia ingat sedikitpun, bahkan menganggap pria lain sebagai kekasihnya itu," batinnya Arsyad yang segera menemui dokter yang sudah menangani kondisi kesehatannyanya Arsyila.
"Abang berjanji akan segera menikahimu menjadikan kamu satu-satunya perempuan yang ada di dalam hatiku dan hidupku hingga akhir hayatku di dunia ini," ucapnya Afrizal sambil mengecup puncak punggung tangannya Arsyila.
Bu Sania Marwah, Pratiwi Andien Utomo atau Priska Oktaviani serta Farel Aldian Taher. Arsyad bertemu empat mata dengan dokter Renaldy dan sudah mengetahui dengan jelas apa penyebab sikap dan tingkah lakunya Arsyila berbeda dari sebelumnya itu.
Lima hari kemudian…
Arsyila sudah kembali ke rumahnya,Bu Sarah Helena lebih memutuskan untuk memilih putri semata wayangnya itu dirawat jalan saja di rumahnya atas keinginan Arsyila sendiri.
"Veri tolong kamu ke rumah sakit untuk mengambil keterangan kesehatan Arsyila yang terakhir kalinya dia cek kesehatan secara keseluruhan dan juga obatnya karena, stok obatnya sudah habis," perintahnya Afrizal Rayanza Dirgantara atasannya itu.
"Baik Tuan Muda," balasnya Veri Ahmed Ali.
__ADS_1
Veri segera menuju ke rumah sakit milik kedua orang tuanya Afrizal Rayanza Dirgantara. Dengan berjalan tergesa-gesa ke arah ruangannya dokter Najwa Ayumi Arsita.
"Ini sudah ruangan dokter yang menangani kesehatannya Nona Muda Arsyila," Gumamnya Veri.
Veri mengetuk pintu itu dengan gayanya yang terburu-buru selalu tidak ingin membuang waktunya terlalu lama.
"Apa sih yang dikerjakan oleh dokter Najwa,apa karena dokter sudah tua dan lansia sehingga kesulitan untuk berjalan cepat," ketus Veri Ahmed Ali.
Hingga pintu itu terbuka, muncullah seorang wanita yang cukup cantik dan masih muda dengan ikat rambut ekor kudanya menjadi ciri khasnya itu.
"Maaf Pak jadi orang kenapa sih susah banget untuk sabar, saya lagi shalat dzuhur jadi agak lambat bukain pintunya," kesalnya Najwa Ayumi Arsita yang mendelikkan matanya melihat Veri yang nampak bengong terdiam mematung setelah melihat perempuan Muda dan cantik dengan stelan jas kebesarannya itu.
Veri salah tingkah karena kedapatan mengagumi perempuan pertama yang mampu menyentuh hatinya itu, "Eehh maaf saya orang yang disuruh oleh Tuan Afrizal untuk mengambil laporan kesehatannya Nona Arsyila," terangnya Veri.
"Silakan masuk Pak karena,ada yang ingin saya sampaikan mengenai kesehatan Arsyila," imbuhnya Najwa Ayumi Arsita Rizaldy.
Kisah selanjutnya akan saya gabung beberapa tokohnya dengan novel aku yang berjudul Rindu Bintang Kejora.
__ADS_1