
Richard segera menghentikan kegiatannya Arimbi malah ia menggendong tubuhnya Arimbi seperti karung goni saja. Richard lalu melempar tubuhnya Arimbi ke atas ranjang king size-nya itu.
Richard segera menghentikan kegiatannya Arimbi malah ia menggendong tubuhnya Arimbi seperti karung goni saja. Richard lalu melempar tubuhnya Arimbi ke atas ranjang king size-nya itu.
"Aahh!! Brengsek apa lagi yang akan kamu lakukan padaku!" Jeritnya Arimbi.
Richard tersenyum penuh arti," saya akan melakukan apa yang terjadi pada kita semalam tapi, dalam keadaan sadar tanpa pengaruh obat yang sengaja aku berikan padamu," imbuhnya Richard.
"Aahh!! Brengsek apa lagi yang akan kamu lakukan padaku!" Jeritnya Arimbi.
Richard tersenyum penuh arti," saya akan melakukan apa yang terjadi pada kita semalam tapi, dalam keadaan sadar tanpa pengaruh obat yang sengaja aku berikan padamu," imbuhnya Richard.
"Maksudnya apa katamu!?" Tanyanya Arimbi yang beringsut mundur ke belakang dan menutupi bagian seluruh tubuhnya.
"Hahaha, kamu tahu kenapa Abang melakukan semua ini, karena saya cemburu dan marah melihatmu menatap seorang pria lain di depan mataku dengan penuh memuja, hatiku hancur berkeping-keping melihat hal itu," ungkap Richard Emir Moeis.
"Abang aku sudah sering katakan padamu aku sama sekali tidak pernah mencintaimu sedikitpun, aku hanya menganggap kamu sebagai kakakku sendiri," terang Arimbi Najwa Ardian Liem.
"Apa kamu lupa dengan apa yang dulu kamu katakan padaku sewaktu kita masih kecil dulu, apa kamu melupakan semuanya haa!! Karena perkataanmu itu aku sampai-sampai tidak bisa mencintai dan melihat kecantikan dan keindahan dari perempuan lain," ujarnya Richard yang sudah termakan amarahnya.
"Aku mohon jangan lagi lakukan padaku, aku sudah lelah dan bagian tubuhku masih sakit," rengeknya Arimbi.
Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Arimbi sama sekali tidak dipedulikan oleh Richard. Tanpa segan dan takut lagi, Richard segera merobek pakaian yang dipakainya Arimbi. Hingga seluruh tubuhnya sudah terekspos dengan jelas.
__ADS_1
"Aahhh aku mohon jangan, Abang aku mohon stop, kita akan menikah jadi jangan lakukan ini padaku," ratapnya Arimbi yang masih berusaha untuk membujuk Richard yang sudah kalap.
Richard sama sekali tidak peduli dengan semua ucapannya Arimbi,ia langsung melakukan apapun yang ia inginkan. Kedua tangannya Arimbi terikat dengan dasinya Richard.
"Kamu cukup diam dan patuh dengan apa yang akan aku lakukan," imbuhnya Richard yang sudah mulai pemanasan.
Air matanya Arimbi menetes membasahi pipinya itu, ia tidak menyangka jika kecemburuan yang dialami oleh Richard membuatnya tega melukai hati,tubuh dan perasaannya itu.
"Saya akan membuat kamu mengandung calon penerus Richard Emir Moeis agar kamu tidak bisa pergi dariku lagi," tegasnya Richard.
Arimbi hanya menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya sendiri. Richard sama sekali tidak mempedulikan tangis histeris dan rintihan dari Arimbi yang terus memohon belas kasih Richard.
Tapi,lambat laun akhirnya Arimbi terbawa arus suasana yang diciptakan oleh Richard sehingga senyuman penuh arti terbit di sudut bibirnya Richard.
Arimbi awalnya menolak tapi, lama-lama ia terus menuntut agar Richard membahagiakannya. Bahkan Arimbi sekarang yang mendominasi dan memimpin jalannya kegiatan panas keduanya itu. Richard semakin bahagia dengan pilihan dari Arimbi Najwa Ardian Liem.
Hingga siang hari, barulah mereka berhenti dari aktifitasnya. Keduanya sama-sama merasakan kelelahan yang sangat. Nafas keduanya saling memburu dan ngos-ngosan. Arimbi mengelus bibirnya Richard sambil memainkan bibir yang sedikit tebal dan berisi itu.
"Saya sangat bahagia Abang Rich dengan perlakuannya Abang yang seperti ini, terasa kebahagiaan di dunia ini baru aku rasakan," lirihnya Arimbi yang masih dalam keadaan seperti sebelumnya.
Richard semakin dimabuk kepayang mendengar perkataan dari mulutnya Arimbi.
"Abang akan selalu membahagiakanmu, menjagamu dan berjanji tidak akan pernah membuat kamu menangis, itu sumpah Abang padamu,"
__ADS_1
Arimbi yang sebelumnya selalu menyangkal dan menolak pernyataan cintanya Richard hari ini ia langsung berubah setelah perlakuan Richard padanya.
"A love you Abang Rich," ucap Arimbi lalu mengecup sekilas bibirnya Richard.
"Sudah aahh jangan menggodaku lagi, nanti aku kelepasan kamu yang akan mengeluh nanti Papa datang marah-marah loh,Abang harus segera berangkat kerja," ucapnya Richard yang segera berjalan ke arah dalam kamar mandi.
Arimbi keheranan dengan sikapnya sendiri yang tiba-tiba merasakan ada getaran aneh di dalam dadanya yang selama ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya walaupun ia berdekatan dengan Richard.
"Apa yang terjadi dengan jantungku, kenapa berdebar dengan kencang jika aku berdekatan dengan abang Richard, apa saya sudah jatuh cinta padanya pria yang telah berhasil bertekuk lutut di wajahku," batinnya Arimbi.
Richard segera berpamitan kepada kekasihnya itu yang tidak lama lagi mereka akan menikah beberapa hari lagi.
"Abang kalau aku kangen gimana?" Tanyanya Arimbi ketika melihat Richard memasangkan dasi nya sendiri.
"Tapi, sayang Papa melarang kita ketemuan sebelum kita menikah," balasnya Richard.
"Kalau enggak mau aku ajak pria lain saja kalau seperti itu," candanya Arimbi yang ingin mengetes kesetiaan dari pacarnya itu.
Richard segera mendekati Arimbi yang masih berbalut selimutnya," Abang tidak akan membiarkan hal itu terjadi dengan mudahnya, Abang pasti akan datang diam-diam untuk menemui mu sayangku, kamu telepon Abang saja pasti Abang akan cari cara untuk ke sini tanpa sepengetahuan papa, lagian hanya dua minggu loh kau akan menjadi istri sekaligus Nyonya dari Richard,"
Arimbi kembali mengalungkan kedua tangannya di lehernya Richard," semoga Papa mengijinkan saya untuk tinggal di apartemen kalau enggak diijinin bisa-bisa kita berpisah untuk sementara waktu," sendunya Arimbi.
Richard tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya Arimbi yang begitu manja," tadi terus memberontak dan menolakku sekarang malah gak mau pisah," guraunya Richard yang sebenarnya sangat bahagia karena inilah yang sudah lama ia impikan dan cita-citakan dalam hidupnya.
__ADS_1