Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 30


__ADS_3

Priska menghentikan langkahnya lalu berucap," Tapi, Pak Arsyad Shafiyyur Rahmany Yordan kita ini belum menikah dan juga bulan depan saya akan menikah dengan pemuda dari kampung anaknya juragan beras Pak Somad Sholihin jadi,mana bisa aku tinggal bersama dengan Tuan Arsyad," pungkasnya Priska.


"Pak, ngomong-ngomong itu pakaian yang barunya kenapa dikirim ke apartemennya Pak Arsyad kenapa gak langsung ke kontrakanku saja," tanyanya Priska.


Arsyad tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan dari Priska," karena hari ini kontraanmu sudah selesai jatuh tempo waktu yang diberikan oleh ibu kosmu untuk melanjutkannya, kedua saya ingin kau tinggal bersamaku ketiga saya tidak ingin berpisah dengan kamu lagi untuk selamanya," ungkap Arsyad Shafiyyur Rahmany Yordan.


"Kalau seperti itu, gimana kalau kita menikah sekarang saja gampang kan,"


"Tapi, Pak aku masih punya kedua orang tua di kampung setidaknya Pak Arsyad harus datang melamar ku dulu gitu, engga langsung main bawa ke kua segala,"


Arsyad tersenyum mendengar perkataan dari mulutnya Priska," itu gampang banget hari ini saya akan menghadap ke keluargamu,tapi saya tidak rela, tidak mau ditolak oke."


"Jadi ceritanya Bapak maksa saya kalau gini dong,"


"Saya akan maksa kamu tapi sebelumnya saya akan mengantar kamu untuk meminta ijin kepada kedua orang tua angkatmu setelah itu barulah kamu aku ajak bertemu dengan Mama dan juga adikku."


"Orang tua angkat!" Beo Priska yang langsung spontan menghentikan langkahnya itu.


"Panjang ceritanya kalau penasaran kita harus ke suatu tempat agar kamu yakin dengan semua perkataanku yang barusan aku ucapkan padamu," tukasnya Arsyad yang langsung menarik dengan lembut tangannya Priska.


Priska menuruti perkataannya Arsyad tanpa protes sedikitpun. Ia ingin mengatakan yang sebenarnya tentang kebenaran dan fakta yang selama ini harus ia ketahui, karena kedua orang tua angkatnya tidak berani bicara karena terus diancam oleh Pak Somad dan juga putranya yaitu Dion Irwansyah.

__ADS_1


"Pakai sabuk pengamanmu," pintanya Arsyad.


"Aku penasaran Pak Arsyad akan membawa aku ke mana Pak?!"


"Kamu hanya perlu duduk cantik dan manis tidak perlu banyak protes dengan semua yang akan kulakukan karena, hari ini hari yang tepat untuk membuka semua kebenarannya,"


"Kebenaran," cicitnya Priska.


"Iya kebenaran yang selama ini kedua orang tua angkatmu sembunyikan, mereka tepaksa melakukan hal itu semua, karena mereka takut dengan ancaman pembunuhan dari Pak Somad,"


Priska menganga mendengar penjelasan dari Arsyad atasannya itu.


"Mereka itu kedua orang tuaku sejak saya lahir hingga sekarang,mana bisa dikatakan hanya orang tua angkat saja," dengusnya Priska.


Berselang beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Arsyad setelah sudah sampai di alamat yang ditujunya. Priska terkejut melihat ternyata rumah sakit yang mereka kunjungi sore itu sebelum magrib.


"Pak,maaf kok kita ke rumah sakit? Bukannya tadi bilangnya mau menemui kedua orang tua angkatku di kampung Xx," dengusnya Priska Oktaviani yang keheranan melihat keadaan sekelilingnya.


Arsyad sama sekali tidak menggubris perkataan dari mulutnya Priska. Hingga Vero Arlando Juno datang menghampiri mereka berdua.


"Selamat datang Tuan Muda Arsyad dan Nona Pratiwi Andien," sapanya Vero.

__ADS_1


Priska menolehkan kepalanya ke arah kanan dan kiri mencari keberadaan perempuan yang dipanggil dengan panggilan Pratiwi Andien.


"Maaf Pak Vero Anda sebut namanya Nona Pratiwi Andien? Sedangkan kami ini hanya berdua saja tak ada orang lain bersama kami yang bernama Nona Tiwi," ketusnya Priska.


Arsyad dan Vero meninggalkan Priska yang kebingungan dengan situasi yang terjadi di sana.


"Kenapa mereka gak jawab pertanyaanku malah mereka meninggalkan aku disini," kesalnya Priska yang meninggalkan tempat itu dengan menghentakkan kakinya dengan sekuat tenaganya dengan memonyongkan bibirnya itu.


Arsyad dan Vero tersenyum melihat tingkah lakunya Priska yang seperti anak kecil yang tidak jadi dibelikan permen dan mainan yang disukainya saja.


"Siapa sebenarnya gadis yang bernama Tiwi itu, kenapa seolah nama itu sangat familiar di telingaku, siapa dia ya Allah…," bathinnya Priska.


Arsyad memasuki suatu ruangan yang didalamnya ada dua pasang suami istri lansia dan juga dua anak remaja yang kira-kira masih duduk dy bangku sekolah menengah atas dan juga pertama.


"Selamat datang Tuan Muda Arsyad," sapanya anak buahnya yang diperintahkan untuk selalu menjaga keamanan keluarga angkatnya Priska yang telah berjasa menolongnya dan merawatnya hingga sampai sekarang ini.


Pak Lukman dan istrinya Bu Salma segera menghadap ke arah pintu setelah mendengar suara seseorang yang berbicara.


"Pak Vero," sapa kedua pasutri itu.


Priska semakin mempercepat langkahnya hingga ia tidak menyangka jika di dalam ruangan itu ternyata ada kelurganya dari kampung.

__ADS_1


"Bapak, ibu," teriaknya Priska yang segera berlari ke arah bangkar rumah sakit itu.


"Mbak Priska," jeritnya Rina dan Rian menyambut kedatangan Priska di dalam kamar perawatan ibunya itu.


__ADS_2