Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 31


__ADS_3

"Pak Vero," sapa kedua pasutri itu.


Priska semakin mempercepat langkahnya hingga ia tidak menyangka jika di dalam ruangan itu ternyata ada kelurganya dari kampung.


"Bapak, ibu," teriaknya Priska yang segera berlari ke arah bangkar rumah sakit itu.


"Mbak Priska!" Pekik kedua adiknya Priska yang langsung berhamburan ke arahnya Priska.


Tapi, langkah mereka terhenti karena segera dicegah oleh anak buahnya Arsyad. Tubuhnya Priska juga ditarik dengan cepat kedalam pelukannya Arsyad.


"Maafkan kami Pak Lukman kedatangan kami ke sini untuk meminta apa yang bapak sudah janjikan sebelumnya pada kami," imbuhnya Vero Arlando Juno yang segera memecahkan kecanggungan yang terjadi karena Arsyad tidak ingin membiarkan kekasihnya berpelukan dengan siapapun yang tidak ada hubungan darah dengan Pratiwi.

__ADS_1


Anak buah kepercayaannya segera mengamankan daerah sekitar kamar rawat inap Bu Salma yang baru saja sekitar sepuluh hari yang lalu dioperasi.


"Pertama-tama kami sangat berterima kasih kepada kalian yang telah sudi menolong istriku sehingga Alhamdulillah kesehatannya sudah membaik dari sebelum dioperasi, dan juga kami mengucapkan berkat bantuan Tuan Vero dan Tuan Muda Arsyad sehingga hutang kami yang ada di kampung sudah lunas dan juga putri angkat kami Non Priska sudah terbebas dari jeratan rencana pernikahan sepihak dari anaknya Pak Somad yaitu Dion Irwansyah," jelasnya Pak Likman.


"Bapak jadi benar jika saya adalah hanya anak angkat saja Pak, Bu?" Tanyanya Priska yang ingin memajukan langkah kakinya tapi, dicegah oleh Arsyad.


"Benar sekali Non, kamu hanyalah gadis yang terbawa arus air laut waktu itu yang kami selamatkan dan karena permata Pak Somad yang mengancam nyawa kami sehingga kami tidak berdaya dan tidak punya kekuatan apapun untuk melawannya karena mereka memaksa kami untuk terus menutupi kenyataan itu, agar terus berbohong sama kamu tentang asal usul dan jati diri kamu yang sebenarnya," ungkap Pak Lukman Hakim yang sangat membuat Priska Oktaviani cukup terkejut dengan kebenaran itu.


"Kami yang seharusnya berterima kasih karena kalian sudah suka rela dan ikhlas membantu dan menolong Nona Muda kami ini, dan pesan dari Tuan Muda Arsyad beliau berjanji akan membantu membayar semua biaya perawatan ibu selama di rumah sakit dan juga biaya sekolahnya Rian dan Rina kedua anak Bapak, masalah pekerjaan di kampung Tuan Arsyad juga akan memberikan beberapa petak sawah, juga empang untuk bapak garap nantinya untuk mencukupi kebutuhan bapak kedepannya." Tuturnya Vero.


"Ini tidak mungkin, saya yakin ada kesalahan, jadi kalau bukan kalian kedua orang tuaku terus siapa mereka dan apa mereka masih hidup?" Teriaknya Priska dengan histeris.

__ADS_1


Arsyad segera memeluk tubuhnya Priska yang terguncang hebatnya karena, tidak menduga kebenaran itu cukup membuatnya pusing.


"Pak Arsyad katakan padaku semua ini hanya lah rekayasa dan saya sedang bermimpi, ayo katakan padaku yang sejujurnya siapa saya sebenarnya?" Tanyanya Priska yang terus menggoyang tubuhnya Arsyad.


"Kamu adalah putri tunggal dari keluarga besar Pak Utomo Fuadi dengan ibu Nirmala Sari, namamu adalah Pratiwi Andien Utomo dan sebenarnya kita sudah bertunangan sekitar kurang lebih enam tahun yang lalu sebelum kecelakaan kapal yang kalian tumpangi di lautan dan cincin yang kamu pakai itu adalah cincin tunangan kita yang didalamnya terukir nama kita berdua," terangnya Arsyad Shafiyyur Rahmany Daud Yordan.


Air matanya terus menetes membasahi pipinya itu, ia tersedu-sedu meratapi nasibnya yang begitu membingungkan. Tiba-tiba Priska memegangi kepalanya yang sakit,dia mengeluh kesakitan.


"Aahhh tidak!! Sakit!!" Teriak Priska sebelum terjatuh pingsan dalam dekapan hangat pelukannya Arsyad.


Arsyad segera menggendong tubuh kekasihnya itu dengan sekuat tenaga dan berlari kearah ICU.

__ADS_1


"Tolong cepat panggilkan dokter!" Perintahnya Arsyad yang terus berjalan sambil menggendong tubuhnya Tiwi yang sudah tidak sadarkan diri itu.


"Tiwi, sayang bertahanlah, Abang akan segera membawamu bertemu dengan dokter, kamu pasti akan baik-baik saja dan selamat," lirihnya Arsyad.


__ADS_2