Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 29


__ADS_3

"Kamu diam dan ikuti aku, lagian ada apa dengan baju yang kamu pakai? Aku sama sekali tidak mempermasalahkan pakaianmu ini bagiku yang paling penting sopan dari pada perempuan yang di sana cantik, elegan dan mewah tapi sangat seksi dan merusak sekaligus menggangu kenyamananku," dengusnya Arsyad sembari menunjuk ke arah beberapa kumpulan wanita yang berpakaian kurang bahan.


"Saya kira kita akan langsung pulang ke rumah Pak,"


"Kau tidak perlu banyak tanya ataupun protes ikuti saja kemanapun aku pergi dan cukup menurut dan patuh," dengusnya Arsyad.


"Tapi, Abang pakaianku masih pakaian kerja,mana mungkin aku masuk ke Mall pakai pakaian seperti ini," tolaknya Priska.


"Benar juga apa yang dikatakan oleh Pak Arsyad, kenapa harus minder dan malu lagian ini pakaian aku sendiri bukan pinjaman ataupun hasil curiannya," Gumamnya Priska.


Priska kemudian segera menutup mulutnya karena tidak ingin membuat bosnya marah sehingga ia mau tidak mau hanya terdiam dan menurut apapun yang dilakukan oleh Arsyad sang pemilik perusahaan tempat ia bekerja.


Hingga langkah kaki mereka berada di depan pintu sebuah toko pakaian yang cukup besar, mewah dan pastinya pakaian yang dijual di dalam toko itu sangat mahal dan barang-barang branded.


"Selamat datang Tuan dan Ibu," sapanya salah satu karyawan toko tersebut yang melirik sekilas ke arah Priska dengan pandangan mencemooh.


"Makasih banyak Mbak, tolong pilihkan pakaian kerja yang paling cocok untuknya," perintah Arsyad.


Pelayan toko itu menatap intens ke arah Priska dan kembali memandangnya dengan sebelah mata.


"Mbak ikut aku," ketusnya Mbak itu.


"Ingat pakaian yang sangat mahal dan yang paling bagus yang toko kalian miliki," perintahnya Arsyad sambil berjalan ke arah kursi khusus untuk pengunjung.


"Ya Allah… ini perempuan cukup beruntung karena dipilihkan pakaian yang sangat mahal, tapi apa pria itu bisa dan sanggup untuk membayarnya karena dilihat dari penampilan dan tampangnya hanya pria miskin yang belagu saja," cibirnya Mbak penjaga toko yang sejak tadi melayani mereka.


Arsyad yang mendengar perkataan cibiran dari beberapa pelayan toko yang ditujukan untuknya dan khusus untuk Priska segera menghubungi menejer toko tersebut. Diam-diam ia mengirimkan chat kepada pihak penanggung jawab toko tersebut.


Arsyad tersenyum melihat tingkah lakunya Priska yang memilih beberapa pakaian sesuai dengan seleranya. Pelayan toko itu dibuat heran dengan pilihannya Priska.

__ADS_1


"Kamu pintar juga memilih pakaian dengan kualitas terbaik dan harga yang cukup mahal, tapi apa pria yang duduk dipojokan itu mampu membayar semuanya," sarkasnya perempuan yang berambut pendek itu.


"Bia, stop jangan berbicara seperti itu siapa pun pembeli yang datang ke sini kita wajib memperlakukan mereka dengan ramah dan baik, jangan lihat dari pakaian yang mereka pakai," tutur Diah teman kerjanya Bia yang juga membantu Priska untuk memilih baju.


Seorang pria yang baru datang berjalan terburu-buru setelah mendapatkan pesan singkat ke dalam hpnya dari pemilik Mall tersebut. Ia segera datang dengan terburu-buru karena, tidak ingin membuat pemilik Mall tersebut marah dengan sikapnya yang datang terlambat.


"Selamat sore dan selamat datang Tuan Muda Arsyad di toko kami yang sederhana ini," ujarnya pria tersebut yang tidak lain adalah pihak penanggung jawab semua toko tersebut.


"Makasih banyak atas sambutannya Pak Firman, tidak perlu disambut seperti ini juga kali Pak, santai saja hanya saya tidak menyukai kinerja beberapa pelayan toko disini," ungkap Arsyad yang masih duduk dengan kaki kanannya berada di atas pahanya sambil memainkan hpnya itu.


Toko itu cukup mahal sehingga hanya orang-orang dari kalangan jetset saja yang mampu berbelanja di tokonya.


"Maksudnya Tuan?" Tanyanya Pak Firman yang mulai ketakutan dan tidak paham dengan apa yang terjadi di sana.


Arsyad mengalihkan perhatiannya ke arah Priska dan dua pelayan yang melayaninya.


"Bia! Apa yang terjadi disini? Kenapa ada pakaian yang terjatuh ke atas lantai?"


"Maafkan saya Pak saya menginginkan baju ini, tapi katanya Mbak ini saya tidak berhak untuk memakainya karena saya hanya officer girl saja," keluhnya Priska yang sengaja membumbui perkataannya karena sudah jengah dan doongkol menghadapi sikap penjaga toko itu.


"Apa!! Biah apa kamu tahu siapa tamu kita yang kamu singgung ha!!" Bentaknya Pak Firman yang sudah berdiri di depannya Bia langsung.


Bia dan Diah Sari yang mendengar teriakannya Pak Firman atasan mereka sangat kaget dan takut melakukan kesalahan sedikit pun.


"Perempuan yang kamu hina itu adalah temannya pria yang duduk di sana," ujarnya Firman.


"Terus ada dengan hal itu Bos?" Tanyanya Biah yang sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun.


"Ya Ampun buka matamu lebar-lebar pria dan wanita yang kamu rendahkan dan hina itu adalah pemilik tempat dimana kamu sekarang berdiri dan mencari sesuap nasi!" Geramnya Firman.

__ADS_1


Semua orang yang menyaksikan kejadian itu cukup terkejut mendengar perkataan dari mulut Firman.


"Apa! Hahaha, itu tidak mungkin Pak, mana pria miskin dan gadis miskin adalah pemilik Mall besar ini, saya sangat tidak percaya," dengus Biah.


Arsyad tersenyum sepele dan merendahkan kepada perempuan yang tidak tahu diri itu yang jelas sudah melakukan kesalahan malah dengan sengaja menabuh genderang perang yang salah sasaran. Priska hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Biah yang sudah tidak sadar dengan perkataannya sendiri.


Beberapa orang yang berpakaian serba hitam dengan pakaian sama bergerombol masuk ke dalam toko tersebut.


"Maaf Tuan Muda Arsyad Shafiyyur Rahmany Yordan!" Ujarnya seseorang yang berbadan dan bertubuh tinggi besar sambil membungkukkan tubuhnya di hadapan Arsyad.


Arsyad berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Biah yang ada Priska yang hanya terdiam dengan senyumannya yang selalu menghiasi wajahnya cantiknya.


"Mike, tolong bereskan dan bersihkan sampai tuntas orang yang karakternya seperti dia di Mall milikku ini,saya tidak ingin mendapatkan keluhan seperti ini lagi kelak dikemudian hari!" Perintahnya Arsyad yang tegas dan tidak mungkin dibantah oleh siapapun.


"Baik Tuan Muda,"


Mereka segera bergerak untuk menarik tangannya Biah dan Diah bersamaan.


"Tolong Nona saya tidak bersalah sama sekali,ini semua hanya salah paham saja, saya masih mau bekerja, mama dan anak saya mau makan apa kalau aku dipecat," ratapnya Biah.


"Stop! Jangan bawa perempuan yang pakai hijab itu, dia tidak punya salah sedikit pun, hanya perempuan itu yang patut kalian singkirkan!" Cerca Priska yang berjalan ke arah beberapa bodyguardnya Arsyad.


Arsyad tersenyum tipis melihat sikapnya Priska yang perlahan mulai menunjukkan karakternya yang seperti dulu. Seorang Nona besar juragan beras yang paling kaya di kampungnya yang sejak kecil hidup penuh kasih sayang dari kedua orang tua dan saudaranya.


"Ikuti perintahnya mulai sekarang,apapun yang dikatakan, diinginkan oleh Priska Oktaviani Yordan kalian yang berada di dalam ruangan ini harus melaksanakan perintahnya tanpa ragu dan banyak pikir," tuturnya Arsyad.


"Baik Tuan Muda,apapun kami lakukan jika esok hari Nona Priska datang lagi berkunjung nanti," imbuhnya Pak Firman yang baru bisa bernafas lega karena tidak mendapatkan amarah khusus ditujukan untuknya.


"Kamu, Diah aku angkat kamu jadi menejer pemasaran di toko ini dan tolong packing semua baju yang telah disentuh oleh tunanganku,"

__ADS_1


Arsyad segera meninggalkan ruangan itu dan berjalan ke arah luar diikuti oleh beberapa anak buahnya.


"Tunangan!" Beonya Priska dengan melototkan matanya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang ada.


__ADS_2