
Rencana pernikahan Vero pun tetap berlangsung hari ini. Tapi,nama perempuan yang dia nikahi tidak sama dengan yang tertulis dan tercetak di dalam undangan pernikahannya.
"Betul sekali Nyonya Besar, padahal sebelum aku meninggalkan rumahnya Bu Siska masih sehat saja, walaupun sempat sih aku perhatikan raut wajahnya seperti sangat shock dan terpukul dengan fakta yang didengarnya itu," timpal Farel sang asisten pribadinya Bu Sania.
"Semoga saja di dunia ini hanya Vero Arlando Juno sebagai seorang anak satu-satunya di dunia ini yang menyebabkan perempuan yang penuh perjuangan mengorbankan nyawa dan hidupnya untuk melahirkan dan membesarkannya dengan susah payah," tuturnya Bu Sania.
Betapa bahagianya Aura Aruna Hakim karena ia akhirnya sudah resmi menikah dan menjadi istri dari Vero. Pria sejak awal bertemu dengannya sudah membuatnya terobsesi untuk mendapatkannya, walau dengan jelas-jelas ia tahu kalau Vero sudah menghitung hari dari pernikahan dengan Arsyila Ardilla yang tidak lain adalah temannya sendiri.
"Arsyila aku sudah berhasil merebut calon suamimu dan membuat aku menjadi satu-satunya perempuan yang disayangi oleh Mas Vero sedangkan kamu harus mengalami kegagalan karena saya, aku lebih hebat selangkah dari pada kamu," batinnya Aura yang tersenyum penuh kelicikan jika mengingatkan akan hal tersebut.
Satu minggu kemudian, Arsyila Ardilla sudah sadar dari komanya tepat dihari rencana pernikahannya dengan Vero Arlando Juno.
"Mama," Lirihnya Arsyila sembari memicingkan matanya dan berulang kali mengerjapkan kelopak matanya itu berulang kali.
Karena terlalu kecil hingga suaranya hingga Abang dan mamanya sama sekali tidak mampu mendengarnya dengan baik. Arsyila berusaha untuk meraih sesuatu benda yang mampu ia jatuhkan agar siapapun yang berada di dalam ruangan tersebut segera menyadari jika ia sudah sadar.
Untung saja ada teko air putih yang berisi penuh lengkap dengan gelasnya itu terpaksa jadi korban berhamburan di atas lantai keramik.
Prangg!!
Arsyad Shafiyyur Rahmany Daud Yordan dengan mamanya Bu Sania Marwah berjalan cepat ke arah ranjangnya Arsyila.
__ADS_1
"Arsyila putrinya Mama!!" Teriaknya Bu Sania yang sangat khawatir terjadi sesuatu pada anaknya itu.
"Arsyila, apa yang terjadi padamu adek?" Tanyanya Arsyad.
"Abang aku haus," ucapnya Arsyila dengan lirih seraya menyentuh tenggorokannya itu.
Arsyad baru ingin meraih gelas, tapi langkahnya terhenti karena Pratiwi Andien Utomo lebih duluan bergerak dari pada dirinya.
"Abang atur posisi ranjangnya dulu agar Arsyila lebih mudah untuk minum, Ini minumlah pelan-pelan saja," imbuhnya Tiwi.
Bu Sania juga bergerak cepat, tapi kecepatan keduanya dikalahkan oleh Tiwi yang kebetulan, Priska Oktaviani lebih dekat dengan posisi gelasnya dengan teko yang berisi dengan air mineral itu.
"Cukup Mbak," cicitnya Arsyila.
Ketiganya saling bertatapan dengan mengerutkan keningnya mereka. Mama dan abangnya terkejut dengan perkataan adiknya. Mereka mengira jika, orang yang pertama dia cari adalah pria lucknut yang sudah mencampakkan, mengkhianati kepercayaannya dan menghancurkan kehidupannya hingga ia harus mengalami kecelakaan dan koma selama delapan hari lamanya.
"Itu Pak Afrizal sepertinya sibuk di kantornya sayang, emangnya kenapa kok cari dia sih, apa kalian sudah saling kenal?" Tanyanya Bu Sania Marwah dengan penuh kelembutan dan hati-hati berbicara takutnya bisa membuat Arsyila semakin sakit dan terluka saja.
"Mama, apa boleh mama telponin Afrizal untuk segera datang ke sini, karena aku ingin bertanya tentang rencana pernikahan kami," ujarnya Arsyila yang kembali lagi-lagi membuat ketiga orang itu tercengang melihat kondisi dan perkataan dari Arsyila sendiri yang diluar dugaan dan nalarnya itu.
"Ya Allah… apa yang terjadi pada adikku kenapa bukan Vero pria bajingan itu yang diingatnya melainkan pria yang berjuang untuk menolongnya yang ia cari," batinnya Bu Sania yang keheranan.
__ADS_1
"Apa karena Afrizal yang menolongnya ketika kecelakaan sehingga Afrizal yang dicarinya bukan lah si pria bajingan tidak tahu diri itu!" Umpatnya Arsyad yang mencengkram erat kepalan tangannya itu.
Arsyad melirik sekilas ke arah mamanya itu, Bu Sania hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari anak bungsunya itu sekaligus putri semata wayangnya.
"Tunggu Abang akan telpon pak Afrizal," imbuhnya Arsyad yang segera merogoh sakunya untuk mencari keberadaan hpnya itu.
Baru saja berniat untuk menekan tombol hijau, pintu ruangan perawatan Arsyila terbuka lebar dan masuklah orang yang sedang menjadi topik pembahasan dan pembicaraan dari keempat perempuan dan pria itu.
"Tidak perlu repot-repot untuk menelpon ku karena aku sudah berada di sini," pungkasnya Afrizal yang tersenyum ramah ke arahnya Arsyila yang juga menatapnya dengan tatapan kerinduan.
"Mas Afrizal," sapanya Arsyila.
Afrizal segera berjalan ke arah ranjang tersebut sedang yang tiga orang itu segera menyingkir dan menghindar dari tempat itu.
Afrizal menggenggam salah satu tangannya Arsyila, "Syukur Alhamdulillah, kamu sudah sadar, apa yang kamu inginkan apa kamu lapar atau apa sayang?" Tanyanya Afrizal dengan penuh kelembutan yang kembali membuat mereka yang berada di dalam sana kembali terbengong dan melongok tidak percaya dengan situasi yang sedang berlangsung.
"Mas maaf yah gara-gara aku kecelakaan pernikahan kita harus tertunda, tapi saya berjanji untuk segera sembuh dan pulih agar kita segera menikah, Abang gak marah kan," tanyanya Arsyila sambil memperlihatkan raut wajah memelasnya itu.
Afrizal pun terkejut mendengar penuturan dari Arsyila, tapi demi kebahagiaan dan kesembuhan Arsyila ia siap melakukan apapun itu, itulah janjinya Afrizal pria yang lebih tua dua tahun dari kakaknya itu siap untuk menikahi adiknya yang ditinggal nikah oleh calon suaminya dengan wanita lain.
Arsyila Ardila Daud Yordan satu-satunya pewaris tunggal dari perusahaan besar DY itu sedangkan Arsyad juga memiliki saham di perusahaan tersebut dari mamanya dan usahanya sendiri.
__ADS_1
"Mas sama sekali tidak marah dan sangat tidak mempermasalahkan hal tersebut mau diapa ini semua ujian dan cobaan yang harus kita hadapi dengan kepala dingin, kesabaran dan penuh keikhlasan dan aku janji setelah kamu sembuh dan sudah bisa berdiri kuat dan lama menerima tamu undangan maka kita akan merayakan dan mengadakan pesta dan akad nikah ijab kabul pernikahan kita yang akan menjadi pernikahan termewah di tahun ini," ungkap Afrizal Rayanxa Dirgantara.