
Najwa mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut, ia tanpa aba-aba langsung melempar handbagnya, lalu membuka seluruh kain yang menutupi dan membungkus sekujur tubuhnya itu. Hanya tersisa beberapa benang yang paling terdalamnya.
Najwa tanpa ragu segera berbalik badan dan langsung main nyelonong masuk ke dalam kamar tersebut tanpa sepatah katapun. Veri menyunggingkan senyumnya penuh maksud itu.
"Saya sudah yakin jika kamu pasti akan datang memenuhi tantangan ini," gumamnya Veri yang kemudian menutup rapat pintu itu kemudian mengunci kenop pintunya.
Veri tersentak terkejut melihat keberanian Najwa, sedangkan Najwa berjalan ke arah Veri yang berdiri tanpa sepatah katapun, hanya Jakungnya yang naik turun, hingga ia kesusahan menelan salivanya sendiri.
Nafasnya tercekat di pangkal ujung lehernya hingga seolah pasokan udara semakin menipis yang masuk ke dalam hidungnya. Najwa tersenyum penuh arti sambil berjalan mengelilingi Veri yang masih berdiri seperti patung Pancoran saja.
Najwa menyentuh setiap inci kulitnya Veri dengan penuh kelembutan dengan jemari lentiknya itu," kenapa terdiam saja, dimana keberananmu tadi pagi yang menantangku untuk melakukannya agar aku segera ha…," ucapannya Najwa terpotong karena Veri langsung menggendong tubuhnya Najwa ala bridal style.
Veri membaringkan tubuhnya Najwa diatas ranjang dengan penuh kelembutan yang diatas seprei tersebut sudah terdapat beberapa kelopak bunga mawar merah yang sangat cantik, indah dan harum. Dalam hatinya, sudah mulai nampak takut hingga nyalinya yang tadi besar sekarang menciut seketika itu. Tubuhnya pun gemetaran karena mulai ragu dengan apa yang akan dilakukan oleh Veri.
Dengan penuh kelembutan,Veri segera melakukan apa yang sudah hampir membuatnya gila dalam sekejap mata. Pria dewasa yang baru pertama kali melihat langsung dengan mata kepalanya itu.
"Kamu sangat cantik seperti ini, menjadi penurut dan aku berjanji akan membuat kamu akan memiliki keturunanku sekaligus penerus keluarga besar Veri Ahmed Ali Winata," Veri berucap seperti itu ketika berhasil mengungkung tubuhnya Najwa.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin bisa terjadi karena, saya sudah divonis tidak bisa memiliki seorang anak, ini kata dokter kandungan," tegasnya Najwa
"Ingat baik-baik jika Allah SWT berkehendak dan menghendaki kamu hamil keputusan dokter akan berubah dalam sekejap mata,apa kamu lupa istrinya Nabi Ibrahim as Siti Sarah yang sudah sangat tua, tapi karena kekuasaannya Allah mereka masih bisa punya keturunan," tuturnya Beri.
Najwa segera meraih bedcover untuk menutupi seluruh tubuhnya yang sudah terlihat oleh bundanya Veri. Untungnya keponakannya yang masih anak sekolah menengah atas itu, ia buru-buru menutup matanya.
"Aline Adita Bahar, cepat tutup matamu dan membalik ke arah tembok," pintanya Bu Sandra Dewi Winata.
Aline Adita yang baru berusia remaja itu, tidak pantas melihat kejadian yang tidak terduga tersebut.
Veri tidak menduga jika, bundanya akan mengetahui apa yang akan ia lakukan itu. Veri terburu-buru memakai semua pakaiannya itu dan tidak memperhatikan apa celana hitam berbahan kain dengan kemejanya yang berwarna biru dongker itu ia pakai dengan tergesa.
Aline tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari kedua orang itu," hahaha! Abang lucu banget deh bikin ngakak, sumpah lucu bingit," gurauan Aline adik semata wayangnya Veri.
"Bunda tunggu kalian di luar, bunda tidak pengen menunggu lama jadi gercep lah," perintahnya Bu Sandra Dewi Winata.
Veri dan Najwa sudah duduk saling berhadapan dengan mamanya Veri. Apa yang mereka sudah rencanakan tepaksa gagal total. Najwa sebenarnya bahagia dan bersyukur karena, perbuatan yang seharusnya tidak boleh dia lakukan sehingga terhindar dari perbuatan yang tidak baik.
__ADS_1
"Nak cantik siapa namamu?" Tanyanya Bunda Sandra Dewi Winata dengan ramah sambil mengangkat sedikit ke atas dagunya agar Bu Sarah bisa melihat dengan jelas siapa perempuan itu.
"Saya Najwa Ayuna Ariesta Rizaldi," jawab Najwa singkat.
Aline Adita cukup terkejut melihat wajahnya Najwa," Bu Dokter!?' teriaknya Aline Adita adik kandungnya Veri.
"Bu Dokter, maksudnya?" Tanyanya Bu Sandra penuh selidik.
"Dia adalah dokter yang datang ke sekolahannya Aline memberikan beberapa materi yang sangat berguna untuk kami karena,kakak dokter sehingga saya juga bercita-cita pengen menjadi seorang dokter seperti kakak," ungkap Aline Adita seraya memeluk dari samping tubuhnya Najwa.
"Ternyata perempuan itu bukan dari kalangan rakyat biasa, kalau diperhatikan sepertinya dia anak sultan terlihat jelas dari pakaiannya yang dipakainya itu," batinnya Nyonya Sandra Dewi Winata.
"Veri, antar Bunda besok untuk datang melamar gadis cantik ini, ingat kalian harus menikah, Bunda tidak pengen ada kata penolakan kalian, okey!" imbuhnya Bu Sandra Dewi Winata.
Rencana pernikahan antara Afrizal Rayanza Dirgantara dengan putri tunggalnya Nyonya Besar Sarah Helen Daud Yordan bernama Arsyila Ardilla. Sudah hampir seantero Indonesia dan hingga keluar negeri berita itu sudah tersebar.
Segala persiapan sudah mereka persiapkan, hanya tersisa kurang lebih dari dua minggu lagi pesta pernikahan keduanya akan segera berlangsung.
__ADS_1
"Ya Allah… lancarkan lah dan permudahlah hubungan mereka di dunia ini hingga ke surgamu ya Allah ya Rahman ya Rohim ya malik kuddus salam dari mereka, hubungannya dalam keadaan yang baik saja," batinnya Bu Sania Marwah.
"Kenapa aku menduga jika ada seorang pria yang entah kenapa aku merasa pria itu adalah seseorang yang sama sekali tidak ingin aku temui lagi,merasakan kedatangan keduanya itu." Arsyila Ardila.