Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 56


__ADS_3

Berita tersebut segera sampai ke telinganya Bu Siska ibundanya Vero Arlando Hubungan antara Vero dengan selingkuhannya Aura Auliani Satria semakin lengket saja dan seolah tidak akan bisa terpisahkan.


"Cukup mengesankan,tapi jujur kebahagiaan adikku diatas segala-galanya, kami selama ini tidak pernah membatasi pergaulan adikku Arsyila ataupun menjalin hubungan dengan laki-laki manapun yang dia pilih, kami hanya memikirkan kebahagiaannya, karena mama tidak ingin anak-anaknya mengalami perjodohan pernikahan yang tidak mereka kehendaki, tapi kita lihat kedepannya setelah kondisinya Arsyila sadar dan membaik aku serahkan keputusannya pada adikku saja." Terangnya Arsyad.


"Aku akan buktikan padamu jika Arsyila tidak akan mampu menolak lamaranku ini dan semoga saat itu kita segera menjadi ipar," tukasnya Afrizal seraya berjabat tangan dengan Arsyad yang penuh percaya diri.


"Ini tidak mungkin, kenapa Nyonya Sarah Helena memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini, padahal mereka itu saling mencintai dan tersisa satu minggu dari sekarang pernikahan keduanya Pak," imbuhnya Bu Siska.


Farel Lindan Winata tersenyum tipis menanggapi perkataan dari ibunya Vero," kalau mau tahu kenapa dan apa alasannya Nyonya besar kami memutuskan hubungan ini coba Anda tanyakan pada Vero sendiri karena jawabannya dia sangat tahu dengan jelas apa yang terjadi pada keduanya sehingga Nyonya Sarah memutuskan hubungan mereka,kalau begitu saya permisi Bu, assalamualaikum," jelasnya Veri.


"Waalaikum salam," jawabnya Bu Siska dengan terbata lalu memegangi dadanya karena tiba-tiba nyeri.


Tubuhnya terduduk kembali di atas sofa dengan air matanya menetes membasahi pipinya itu.


"Putraku Vero apa sebenarnya yang terjadi, kenapa calon mertuamu membatalkan pernikahan kalian," ratapnya Bu Siska ibu kandungnya Vero mantan tunangannya Arsyila Ardila.


Berselang beberapa menit kemudian, Bu Siska mendengar suara deru mesin mobil yang berhenti di depan rumahnya. Dengan tertatih ia berjalan berpegangan pada dinding hingga berhasil membuka pintu itu dengan lebar.


Kedua matanya terbelalak dan melotot seolah bola matanya akan melompat keluar. Pmia berulang kali mengucek matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah lihat? Apa mungkin mataku sudah kabur?" Gumamnya Bu Siska seraya berjalan ke arah putra semata wayangnya itu dengan perlahan.


"Bunda," sapanya Vero yang meraih punggung tangan bundanya itu.


"Arsyila," cicitnya Bu Siska sembari memeluk tubuhnya Aura.


Aura Auliani Satria memandang ke arah ke-kasihnya itu, Vero mengerti dengan arti dari tatapannya Aura. Aura merasa risih diperlakukan seperti itu,tapi ia berusaha menyukai perlakuan dari calon mertuanya tersebut.


"Bunda,dia bukan Arsyila, saya dengan Arsyila sudah putus dan pernikahan kami aku batalkan dan perempuan yang bunda peluk calon istriku yang sebenarnya, bunda perlu ketahui jika di dalam rahimnya sudah ada calon cucu bunda," ungkap Vero dengan santainya tanpa seolah-olah tidak bersalah sedikitpun.


Bu Siska segera melepaskan pelukannya dari tubuhnya Aura Auliani Satrya itu dengan sedikit kasar.


Bu Siska berusaha untuk menahan sakit dan nyeri di dadanya yang semakin datang menyerang tubuhnya itu. Aura terkejut mendengar perkataan dari Bu Siska jika, Vero memiliki dua anak kembar yang masih kecil.


"Jadi Mas Vero adalah seorang duda, aku tidak mau merawat keduanya bikin susah dan repot saja jika aku harus merawat anak dari wanita lain," batinnya Aura.


"Bunda, maaf saya lebih mencintai Aura dari pada Arsyila dia satu-satunya perempuan yang memenuhi semua keinginanku, sedangkan Arsyila selalu menolak jika ingin aku sentuh, dengan sok suci makanya aku mencari kesenangan itu ditubuhnya Aura yang seksi itu," pungkasnya Vero seraya memeluk tubuhnya Aura di hadapan mamanya.


"Ya Allah… kamu memang bego putraku tidak bisa membedakan mana berlian dengan batu selokan, Arsyila tidak memenuhi permintaanmu karena kalian masih bertunangan dan itu perempuan yang baik-baik bisa menjaga kehormatannya sedangkan ada wanita yang rela melakukan segalanya demi ambisinya itu," sarkasnya Bu Siska.

__ADS_1


Aura menggenggam erat kepalan tangannya itu tapi wajahnya ia usahakan untuk selalu mengumbar senyuman kemunafikannya itu, " kenapa juga nenek tua ini banyak bicara omong kosong saja, semoga dia cepat meninggal sehingga saya tidak perlu mendengar perkataan dan omelannya setiap hari jika kami menikah," batin Aura.


"Terserah dari Bunda mau tidak mau saya tetap akan menikahi Aura di hari minggu nanti, karena tidak mungkin saya tidak bertanggung jawab padanya sedangkan dia sudah hamil calon anakku," ketusnya Vero.


"Ya Allah… apa yang terjadi padamu Nak, setan apa kah yang telah mempengaruhi hidupmu? sehingga kamu berubah total tidak seperti dulu!" Kesalnya Bu Siska.


Kedua anak kembarnya yang baru pulang segera berlari ke arah ayahnya setelah melihatnya.


"Ayah!!" Teriak Ninda dan Nanda langsung berhamburan ke dalam dekapan hangat pelukannya Vero.


"Putrii cantiknya ayah," sapanya Vero.


"Ayah Tante cantik mana? Kok nggak datang," tanyanya Ninda sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Arsyila.


"Iya ayah kok hanya Tante jelek yang ada!" Dengus Nanda.


Baru saja Vero ingin menjawab pertanyaan dari salah satu anaknya itu, tiba-tiba sesuatu benda terjatuh berbunyi.


Bruk!!

__ADS_1


"Nenek!!" Teriak Ninda dan Nanda.


__ADS_2