
Veri bergegas meninggalkan tempat tersebut dan segera menghubungi tim it di perusahaan Afrizal Rayanza Dirgantara. Kedua matanya terbelalak ketika hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit, info yang ia butuhkan sudah berada di dalam genggamannya.
"Apa dia akan menikah dan punya calon suami," gumamnya Afrizal.
"Apa yang terjadi sebenarnya ini, sepertinya ada yang tidak beres," cicitnya Bu Sania yang keheranan dengan serentetan kejadian tersebut.
"Farel segera cari info dan bukti apa saja sebelum kecelakaan tersebut dan selidiki dengan rinci dan detail, kenapa adikku satu-satunya itu menangis dari dalam unit apartemennya Vero!" Perintah Arsyad yang berusaha untuk membuang jauh-jauh pikiran negatifnya itu.
Anak buahnya segera mengirimkan pesan chat ke dalam hpnya. Beberapa informasi dan bukti kejadian dan alasan kenapa kecelakaan itu terjadi.
"Dasar pria brengsek padahal mereka akan menikah, tapi beraninya selingkuh dengan perempuan lain yang tidak lain adalah teman dari calon istrinya itu sekaligus sekretarisnya sendiri di perusahaan milik calon mertuanya,kalau tuan muda tahu pasti akan bakal seru nih," Gumamnya Veri Ahmed Ali.
"Pak Afrizal sebaiknya kamu pulang untuk berganti pakaian, kasihan melihat kamu dalam kondisi seperti ini," pintanya Bu Sania Marwah yang prihatin melihat penampilan Afrizal Rayanza Dirgantara itu.
Pakaian Afrizal penuh dengan kotoran noda darah bekas lukanya Arsyila Ardila. Afrizal hanya tersenyum sepintas menanggapi perkataan dari mulut Nyonya Sarah Helena Daud Yordan yang terkenal dengan sebutan pengusaha perempuan yang bertangan dingin yang mampu menjalankan perusahaan peninggalan suaminya dengan baik yaitu perusahaan DY Cooperation.
"Tidak masalah kok Bu, saya akan disini terus sebelum melihat putri Ibu dalam keadaan yang baik-baik saja," tukasnya Afrizal.
Bu Sania terkejut mendengar perkataan dari mulutnya Afrizal pria yang sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan putri semata wayangnya itu.
"Afrizal sangat khawatir dengan kondisi dari anakku, padahal keduanya bukan lah sahabat bukan juga calon suaminya tapi yang aku lihat sedari tadi ada yang aneh dengan sikapnya itu, sedangkan Vero yang calon suaminya hingga detik ini belum menampakkan batang hidungnya itu." Batinnya Bu Sania Marwah.
__ADS_1
"Farel apa kamu sudah mendapatkan informasi yang aku perintahkan padamu?" Tanyanya Arsyad Shafiyyur Rahmany sambil duduk di ruang tunggu penunggu pasien yang sedang dioperasi.
Farel tersentak kaget mendengar perkataan seruan dari Arsyad atasannya itu karena,ia kaget melihat beberapa fakta yang akan menggemparkan dunia persilatan. Tiwi selalu memberikan semangat moril kepada kekasihnya itu agar terus bersabar menghadapi cobaan ini. Pratiwi Andien Utomo kadang menggenggam tangannya Arsyad Shafiyyur Rahmany. Terkadang mengelus punggung calon suaminya itu agar bisa tenang dan tidak terpancing emosinya.
Farel tersentak terkejut mendengar perkataan dari mulutnya Arsyad, "Eeh itu a-nu Tuan Muda," jawanya Farel Ahmed Ali yang ketakutan dan kebingungan serta bimbang untuk mengatakan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Bu Sania segera berjalan ke arah keduanya itu, "Arsyad coba kamu telepon nomor hpnya Vero kenapa hingga detik ini ia belum datang juga padahal Arsyila pasti sangat membutuhkan kehadirannya di sini," imbuhnya Bu Sania.
Farel yang sebagai sahabat dari Arsyad tidak tega melihat mereka dibohingi oleh Vero Arlando Juno sehingga dengan penuh pertimbangan, ia akhirnya harus memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari Bu Sania, Mama dari atasannya itu.
"Tidak perlu mencari dan menunggu pria brengsek dan bajingan seperti itu Nyonya Besar," ketusnya Farel.
"Saya yakin keburukan dan kebusukan calon suaminya perempuan yang disukai oleh Tuan Muda Afrizal sudah ketahuan oleh mereka," batinnya Very Aldiano Smith.
"Farel, jaga bicaramu! Ingat batasanmu kamu itu hanya asistenku jadi jangan sekali-kali mengatakan hal yang tidak masuk akal dan tidak jelas seperti itu tentang calon suaminya adikku!" Bentaknya Arsyad yang sangat marah mendengar salah satu sahabat itu dihina, dijelekkan dan dituduh yang tidak-tidak.
Tiwi segera memegang lengannya Arsyad yang sangat marah mendengar tuduhan dari Farel.
Farel tersenyum sinis," kalau dia menganggap kamu sahabatnya mana mungkin dia dengan tega menjadi penyebab kecelakaan maut yang dialami oleh Arsyila adikmu sendiri!" Cibirnya Farel yang tidak nyangka dan menyayangkan kejadian ini harus terjadi di dalam keluarga besar Daud Yordan.
Bu Sania pun berdiri dari duduknya yang baru saja menyentuh permukaan kursi panjang itu, "Farel,Nak apa yang kamu katakan, apa maksudnya jangan berbicara seperti itu, jika tidak ada bukti yang kuat dan jelas, kamu memang sudah Ibu anggap putraku sendiri l, tapi ibu mohon tolong berkatalah yang jujur!" Bujuknya Bu Sania dengan penuh kelembutan dan tatapan teduhnya walaupun perasaannya kacau memikirkan nasib putrinya itu.
__ADS_1
Afrizal Rayanza Dirgantara dengan Veri serta Priska Oktaviani menjadi penonton menyaksikan drama keluarga itu.
"Vero telah berselingkuh dan bermain serong dengan seorang perempuan lain, hal itu dilihat langsung oleh Nona Arsyila Ardilla beberapa jam yang lalu kejadiannya sebelum tabrakan itu terjadi," ungkap Farrel yang tidak kuasa untuk membuka kejujuran sekaligus kebenaran fakta itu yang akan langsung mencoreng nama baiknya keluarga besar Daud Yordan.
Bu Sania Marwah terduduk di atas kursi air mukanya langsung berubah menjadi amarah yang seolah siap menerkam musuhnya itu,," Vero aku tidak akan membiarkan kau dan selingkuhanmu itu bahagia diatas penderitaan putriku, Arsyad puteraku segera hubungi semua pihak yang bertanggung jawab atas rencana pernikahan Arsyila untuk membatalkannya dan juga bundanya Vero sampaikan padanya jika saya tidak ingin pernikahan ini diteruskan, Arsyad kirim surat pengunduran diri dari dua orang lucknut itu jangan sekali-kali biarkan mereka bertemu dengan Arsyila ataupun muncul di hadapanku!" Tegasnya Bu Sania.
"Maafkan saya sudah membuka aib keluarga tapi,saya sangat benci dengan sikap pria bajingan itu," kesalnya Farel
Farel tanpa kata segera menjalankan perintah dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja selama hampir sepuluh tahun lamanya itu.
"Ya Allah... kenapa Vero seperti ini, aku sama sekali tidak menyangka jika pria yang sudah kuanggap saudaraku sendiri telah tega menyakiti hati adikku, aku tidak akan membiarkan mereka bisa bernafas dengan baik," ancam Arsyad yang sudah emosi jiwa dan raganya.
"Tuan Farel jangan batalkan rencana pernikahannya, karena saya yang akan menggantikan posisinya Pak Vero Arlando Juno dan semua persiapannya serahkan pada saya semoga satu minggu kedepannya Arsyila putri Ibu bisa selamat dan sadar maka saya akan menikahinya," ucapnya Afrizal yang membuat mereka kembali saling berpandangan satu sama lainnya.
Sungguh hanya dalam sekejap mata, banyak insiden dan fakta baru yang terungkap di hari itu. Sedangkan Arsyil Ardila, baru saja dibawa ke dalam ruangan observasi ICU untuk menjalani serangkaian pengobatan lanjutannya setelah operasinya selesai.
"Farel, apa lagi yang kamu tunggu laksanakan sesuai dengan keinginannya Tuan Muda Afrizal," perintah Bu Sania.
Arsyad dan mamanya setuju dengan usulan dari Afrizal mengingat kekuasaan yang dimiliki oleh pria muda yang seumuran dengan Arsyad itu adalah pengusaha muda yang sukses. Jika mereka dibandingkan dengan Vero tidak akan ada apa-apanya laki-laki brengsek itu.
"Ya Allah... semoga Arsyila tidak keberatan dan mempersalahkan keputusanku yang sangat mendadak ini, karena keadaan yang sudah mendesak," lirihnya Bu Sania.
__ADS_1