
Kebahagiaan yang tak terkira dirasakan oleh semua hampir semua orang yang datang menghadiri acara pernikahan akad nikah dan resepsi pernikahannya Arsyila Ardila Daud Yordan dengan Afrizal Rayanza Dirgantara.
Afrizal adalah satu-satunya penerus dari keluarga Dirgantara sehingga, acara tersebut dirayakan dengan begitu meriah, sehingga tidak ada satupun yang tidak memuji kemegahan perayaan tersebut.
"Seperti ini lah kehidupan orang sultan, pantas saja megah dan terkagum-kagum melihat semuanya yang ada, mempelai pengantin pria adalah pewaris tunggal sedangkan mempelai perempuannya juga sama, kekuatan mereka sama besarnya kalau seperti ini,sama saja semakin tangguh dan kekuatan mereka semakin menjadi besar," ujarnya salah satu tamu.
"Benar sekali apa yang Anda katakan, langian mereka pasangan yang serasi dan juga ideal dan sepertinya saling mencintai," imbuhnya.
Para tamu undangan pun dibagi sesi waktunya khusus karyawan dan masyarakat umum sekitar jam 11 mulai hingga jam tiga sore dijam makan siang, sedangkan petinggi perusahaan jam tiga lewat hingga waktu sebelum magrib dan relasi bisnis kedua keluarga besar calon mempelai pengantin pria maupun wanita akan fumjka jam tujuh lewat hingga selesai. Mereka harus memakai barcode scanner untuk bisa masuk ke area pesta.
Arsyad Sahffiyur Rahmany Daud Yordan sebagai kakaknya tidak ingin memberikan pernikahan asal saja kepada adiknya itu. Arsyila sangat disayangi oleh Arsyad apalagi setelah mengalami kecelakaan dan hampir saja meninggal dunia.
Pratiwi bersuku karena selalu di kelilingi oleh orang-orang baik terutama dari keluarga calon suaminya itu. Tiwi belum siap untuk menikah dengan Arsyad karena ingin menyelesaikan pendidikannya yang beberapa tahun silam tertunda dan berhenti ditengah jalan karena kondisi ekonomi kakek dan nenek angkatnya. Tiwi ingin pendidikannya sejajar dengan calon suaminya itu walaupun hanya tamatan S1 nantinya dari pada tamatan SMA saja.
__ADS_1
Pratiwi berjalan mendekati ke arah calon adik iparnya itu dengan senyuman ramah dan tulusnya setelah Arsyila dan Afrizal sudah mengikrarkan janji suci pernikahan mereka. Nyonya besar Sania Marwah Daud Ibrahim yang melihat kedatangan calon mantunya tersenyum sumringah penuh kebahagiaan.
"Gimana dengan anggota keluarga angkatmu nak apa mereka sudah datang?" Tanyanya Bu Sania.
Tiwi tersenyum manis sebelum menjawab pertanyaan dari calon Mama mertuanya itu," Alhamdulillah mereka sudah datang ma, mereka juga sudah menikmati berbagai hidangan di perjamuan pesta pernikahan Arsyila," ucapnya Tiwi.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, katakan kepada mereka bilang santai saja anggap rumah sendiri dan mama meminta maaf karena belum sempat bertemu dengan mereka, Mama masih sangat sibuk menerima begitu banyak tamu undangan yang datang, kamu enggak keberatan kan sayang?" Tanyanya Bu Sania dengan lembut.
"Tidak masalah kok ma, mereka sangat mengerti dan memaklumi keadaannya Mama kok, malahan mereka sangat bahagia karena bisa diundang untuk hadir dan mereka menitipkan salam untuk Mama katanya mereka cukup bahagia bisa diundang kesini ma," ujarnya Pratiwi Andien.
"Baik ma," balasnya Tiwi.
Pesta pernikahan tersebut berlangsung sangat besar, mewah dan meriah karena putri tunggalnya pak Daud Yordan yang menikah. Pengusaha sukses dan terkaya di tanah air Indonesia tercinta.
__ADS_1
Kebahagiaan terpancar dari kedua mempelai perempuan dan Pria. Afrizal memeluk pinggang Istrinya itu.
"Saya berjanji padamu akan membahagiakan kamu selama masa hidupku selamanya hingga akhir hidupku ini Arsyila istriku," ucapnya Afrizal dengan penuh keyakinan.
Arsyila tersenyum lebar mendengar perkataan cinta dan janjinya pria yang sudah menikahinya sekitar beberapa menit yang lalu.
"saya juga akan berusaha untuk merima segala kekurangannya Abang dan mencintai Abang sepenuh hatiku hingga aku mati dan nafasku tak berhembus lagi," Arsy membalas memeluk tubuh suaminya itu.
Arsyad pun menggandeng mesra tunangannya," Tiwi kelak kita juga akan berdiri di tempat mereka bahkan akan lebih bahagia dibandingkan dengan mereka Abang janji akan hal itu," ujarnya Arsyad yang mengecup punggung tangannya Tiwi di depan umum.
Tiwi yang diperlakukan seperti itu tersipu malu hingga kedua pipinya semakin memerah.
Kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya harta tapi seluas apa hati kalian menerima dengan rasa sukur kehidupan kalian masing-masing.
__ADS_1
...*******TAMAT*********...