
Segala persiapan sudah mereka persiapkan, hanya tersisa kurang lebih dari dua minggu lagi pesta pernikahan keduanya akan segera berlangsung.
"Ya Allah… lancarkan lah dan permudahlah hubungan mereka di dunia ini hingga ke surgamu ya Allah ya Rahman ya Rohim ya malik kuddus salam dari mereka, hubungannya dalam keadaan yang baik saja," batinnya Bu Sania Marwah.
"Kenapa aku menduga jika ada seorang pria yang entah kenapa aku merasa pria itu adalah seseorang yang sama sekali tidak ingin aku temui lagi,merasakan kedatangan keduanya itu." Arsyila Ardila.
Raut wajahnya Najwa seketika pucat pasi, bayangan perkataan dari dokter kembali terlintas di benaknya itu.
"Dokter Najwa anda divonis tidak bisa memiliki keturunan,"
Air matanya seketika terjatuh membasahi pipinya, ia sangat sedih, terpukul dan hancur berkeping-keping remuk redam hatinya yang mengetahui jika kondisi kesehatannya seperti itu.
Najwa mengangkat kepalanya dan memberanikan dirinya untuk menatap ke arah Bu Sandra Dewi Ali.
"Maaf sebaiknya Anda mengurungkan niatnya untuk meminangku sebelum ibu menyesal punya menantu seperti saya, saya pamit assalamualaikum," Najwa berlari sambil tak lupa mengambil handbagnya, tapi melupakan mengambil hpnya.
Bu Sandra langsung berteriak kencang memerintahkan kepada anak sulungnya itu untuk segera mengejar Najwa. Veri dengan sigap segera berlari mengejar Najwa perempuan yang sudah membuatnya hampir gila itu.
"Najwa stop! Tolong tunggu aku, aku ingin bicara empat mata denganmu!" Teriak Veri.
__ADS_1
Najwa segera menyeka air matanya yang mewakili perasaannya yang begitu sedih dan kecewa dengan garis tangannya sendiri.
"Tolong jangan ikuti aku, berhenti jangan mengejarku lagi kita ini tidak punya hubungan apapun!" Kesalnya Najwa sambil melototkan matanya saking sedihnya melihat Veri yang terus mengejarnya.
Karena terlalu berjalan tergesa-gesa dengan sesekali berlari hingga ia tidak melihat situasi jalan yang dilaluinya itu. Hingga kakinya terpeleset dan jatuh tercebur ke dalam kolam renang yang memang jalan yang dilaluinya itu di kelilingi oleh kolam renang.
"Aahhh!!" Teriak Najwa yang tubuhnya sudah timbul tenggelam ke arah atas karena Najwa tidak bisa berenang.
Veri yang melihat kejadian itu langsung melompat secepatnya tanpa basa-basi. Sedangkan adiknya Veri dan bundanya sudah balik ke rumahnya.
"Najwa bertahanlah Mas akan menolongmu," jerit Veri yang mempercepat renangnya itu.
"To-long a-ku," gagapnya Najwa.
"Kamu baik-baik saja kan?" Tanyanya Veri.
Najwa menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan dari mulutnya Veri. Najwa seger memeluk tubuhnya Veri dengan erat.
"Aku kedinginan," ucapnya Najwa yang sekujur tubuhnya bergetar dan gemetaran itu seraya menggigil menahan rasa dingin.
__ADS_1
Vero segera menggendong tubuhnya Najwa menuju mobilnya dengan berjalan tergesa-gesa.
"Bertahanlah, aku akan menghangatkan tubuhmu setelah kita sampai di apartemenku," imbuhnya Veri seraya memakaikan seatbelt ke tubuhnya Najwa.
Setelah terpasang sabuk pengamannya ditubuhnya Najwa, mereka segera pergi dari sekitar hotel tersebut. Dengan kecepatan penuh mobil meninggalkan area parkiran hotel menuju salah satu apartemen yang cukup mewah dibilangan Kuningan Jakarta Selatan.
Verie menggendong tubuhnya Najwa kembali ke dalam lift hingga ke unit apartemennya. Veri membaringkan tubuhnya Najwa ke atas ranjang king size-nya itu. Najwa segera menarik tangannya Veri hendak berdiri dari atas ranjang hingga tubuhnya Veri menerpa tubuhnya Najwa.
"Pak Veri to-long hangatkan tubuhku ini," racaunya Najwa yang langsung meee luuu maat bibirnya Verie sedang kedua tangannya melingkar di punggungnya Veri.
Veri yang diperlakukan seperti itu segera memenuhi permintaan dari Najwa dan membalas pagutan bibirnya Najwa. Hingga deee saaa haan meluncur dari bibir keduanya. Mereka saling bertukar saliva masing-masing hingga nafas keduanya tercekat di pusat pangkal tenggorokannya.
"Kamu tahan sedikit yah, mungkin agak sakit," tuturnya Veri.
Veri segera melakukan ekspansi di atas gundukan Padang ilalang yang cukup lebat ditumbuhi rerumputan yang cukup hijau. Dengan puncak gunung Himalaya melewati lembah yang cukup terjal hingga ke daerah dasar terdalam lembah yang sudah dialiri sedikit air dari puncak.
Bu Sandra Dewi Ali segera pulang dari hotel tersebut. Walaupun calon anak menantunya itu menolak untuk menikah dengan putranya dengan alasan jika dirinya tidak bisa memiliki seorang keturunan.
Veti Ahmed Ali Miller dipusingkan oleh rencana dan niat bundanya itu. Bu Sandra berniat apapun yang terjadi, dia akan melamar Najwa Ayuna Ariesta sang dokter spesialis itu langsung menghadap kedua orang tuanya Najwa yaitu Pak Rizaldi Umar Lubis dengan istrinya Bu Annisa Haerani Gottardo.
__ADS_1
Keesokan harinya, tanpa sepengetahuan Veri dengan Najwa Bu Sandra sudah dalam perjalanan ke kediaman kedua orang tuanya Najwa.
"Semoga saja alasanku ini dapat diterima oleh kedua orang tuanya Najwa dan juga Najwa, bagiku Najwa bisa hamil atau tidak, itu tidak masalah yang paling penting adalah kebahagiaan putra semata wayangku," batinnya Bu Sandra.