Perjuangan Cinta Arsyad

Perjuangan Cinta Arsyad
Bab. 65


__ADS_3

"Semoga saja alasanku ini dapat diterima oleh kedua orang tuanya Najwa dan juga Najwa, bagiku Najwa bisa hamil atau tidak, itu tidak masalah yang paling penting adalah kebahagiaan putra semata wayangku," batinnya Bu Sandra.


Apartemen yang awalnya tertata dengan rapi dan elegan sekarang berubah menjadi berantakan akibat ulah dari kedua pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara itu. Nafas ngos-ngosan dari keduanya mampu memenuhi seluruh sudut penjuru kamar apartemen mewah itu. Dimana-mana tercecer pakaian yang awalnya mereka pakai sekarang sudah berserakan di atas lantai.


Veeri yang seperti kehilangan akal sehatnya untuk pertama kalinya menemukan keindahan dari seorang perempuan yang hampir membuatnya gila dan hilang kewarasannya itu. Semakin berrr gaaa iiii raah ketika si jagonya berhasil membobol gawang milik dokter muda yang cantik itu diusianya yang masuk dua puluh sembilan tahun.


"Aaahhh!!" teriakan sekaligus keluhan kesakitan dari mulutnya Najwa Ayuna Ariesta Rizaldi itu mampu memecahkan keheningan di tengah malam di dalam salah satu unit apartemen mewah tersebut.


Veri bukannya mendengarkan keluhan dari Najwa, untuk berhenti dengan kegiatannya itu tapi, malah semakin tertantang dan bersemangat untuk meraih kebahagiaan yang hakiki hingga seakan-akan terbang melayang tinggi hingga ke langit paling tingkat bkr tujuh.


"Hemmph sabar sayang,dikit lagi," ujarnya Veri Ahmed Ali.

__ADS_1


Kedua tubuh mereka bercucuran peluh keringat membasahi sekujur tubuhnya. Hingga berkilauan terkena sinar pantulan lampu kamarnya. Bukannya sekali atau dua kali, tapi lebih beberapa kali Veri melakukan hal itu.


Najwa yang awalnya kesakitan hingga air matanya menetes membasahi pipinya itu, lambat laun akhirnya terbiasa dan semakin terbawa arus dengan apa yang dilakukan oleh Veri. Bahkan bukannya awalnya meminta Veri untuk berhenti dan stop dari kesenangannya Veri, tapi sekarang malah dia yang meminta dan menginginkan untuk terus berlanjut.


Veri tersenyum penuh kemenangan, karena melihat Najwa yang sudah mampu mengimbangi permainannya itu.


"Good baby,saya sangat menyukaimu jika jadi gadis penurut seperti ini." Imbuhnya Veri.


Veri mengecup dengan lama keningnya Najwa Ayuna Ariesta Rizald," Mas sangat mencintaimu, jadi aku mohon jangan pernah sekalipun menolak untuk menerima lamaranku esok,"


Najwa hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan dari mulut kekasihnya itu," jadi hari ini kita jadian, tapi ingat jika kamu berani mencoba untuk selingkuh dariku bukan hanya aku yang akan pergi dari dunia ini tapi, kau juga akan ikut bersamaku," ancamnya Najwa yang tidak main-main dengan perkataannya itu karena ini adalah pengalaman pertamanya dan juga cinta pertamanya selama hidupnya ini.

__ADS_1


Veri tersenyum simpul," Mas berjanji padamu, jika aku tidak akan pernah membuatmu terluka, sedih apalagi berniat untuk menduakan cintamu dengan apa pun dan siapapun di dunia ini, untuk membuktikan bahwa apa yang aku katakan benar adanya, Mas akan menikahimu secepatnya," ungkap Veri.


"Tapi, gimana kalau aku benar-benar enggak bisa hamil, gimana? Mas pasti akan menampakkan aku akan?" Tanyanya dengan manja sembari memainkan dada bidangnya yang sispack itu seperti roti sobek saja.


"Mas tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi, Ingat itu ini bukan sekedar janji tapi ucapan seorang pria sejati yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku hingga akhir hayatku," jelasnya Veri.


Najwa sangat bahagia mendengar perkataan dari mulutnya Veri, karena sudah banyak pria yang berniat untuk mendekatinya tetapi, setelah mengetahui jika dia divonis mandul, semua pria itu menjauhinya Hingga menghilang tanpa jejak bagaikan ditelang bumi saja.


Veri kemudian berbisik di telinganya Najwa," sayang Abang pengen sekali lagi boleh kagak," pintanya Veri yang langsung menerkam mangsanya itu tanpa mendengarkan jawaban dari Najwa.


Kegiatan keduanya kembali berlanjut seolah tak ada capek, lelah tubuh mereka hingga menjelang subuh.

__ADS_1


__ADS_2