Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar
Kembar 22


__ADS_3

...Prihal jodoh itu rahasia !...


...Sudah bersama pun belum pasti akan selalu bersama... ...


...Ada yang berpisah karena pilihan. ...


...Ada yang berpisah karena keadaan. ...


...Ada yang berpisah karena kematian. ...


...Ada yang berpisah karena ditinggal mati. ...


...Ada yang berpisah karena bersama orang yang salah. ...


...Ada yang berpisah karena dihancurkan orang lain. ...


...Namun, yang paling menyakitkan adalah perpisahan karena kematian. Sekaligus perpisahan bahagia. Semoga dipertemukan kembali ditempat lebih baik, lebih Indah. ...


...Dunia hanya sementara ...


...Cinta sejati, Cinta di dunia sampai ke surga. ...


...Pasangan itu merupakan amanah...


...Jaga.. ...


...Jaga.. ...


...Jaga.. ...


...Allah tidak akan salah memilih kan...


...Tapi mungkin, Allah akan memberikan ujian lewat kesakitan. ...


...Maka. ...


...Carilah pasangan yang mau sama-sama mencari Ridho Allah SWT. ...


...••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••...

__ADS_1


...Selamat Membaca kembali 😎...


Malam hari. Setelah yakin kalau berita kecelakaan itu bukan hanya sekedar gosip. Dika dan kedua orang tuanya telah berada dalam perjalanan ke kota. Yang paling berat bagi Dika adalah saat menerima kedatangan Ercilia. Gadis itu datang untuk menyampaikan belasungkawa. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa sosok yang telah tewas dalam sebuah kecelakaan itu adalah kekasihnya sendiri, Mahawira. Untungnya, saat Ercilia datang bunda Mawar tengah pingsan. Hingga tidak sempat mendengarkannya meratapi dan menyebut nyebut nama Wira.


Melihat Dika tampak sangat berduka, Ercilia memeluk dan menghibur Dika.


Dalam pelukan Ercilia saat itu, Dika dihempas perasaan galau yang luar biasa. Dia bukan hanya menghadapi kedukaan karena di tinggal mati saudara kembarnya. Dia juga ditikam kenyataan yang sangat membingungkan.


Apa yang harus dia katakan pada sosok yang tengah memeluk nya ini?


Dan, sebelum Dika menemukan jawaban atas kebimbangan dan kegalauan hatinya. Dia telah menangis dalam dekapan Ercilia.


…………………


Mereka sudah sampai di kota menjelang subuh. Ayah Putra menuntun istrinya turun dari mobil. Di rumah kos Wira telah penuh wartawan, saat Dika turun semua orang yang ada di sana terpaku beberapa saat. Seperti sedang melihat hantu tapi mereka tidak ada yang mengeluarkan suara.


"Maaf, permisi kami mau lewat." ujar Dika.


Seketika suasana kembali ricuh. Beberapa pertanyaan pun tak segan para wartawan itu lontarkan pada mereka. Dika yang sudah sering merasakan situasi seperti ini, nampak tenang. Meski sedikit berbeda, biasanya dia di lontarkan ajakan kencan oleh para gadis, kali ini dia di serbu dengan berita duka.


Saat kedua orang tuanya telah beristirahat di dalam kamar dan sopir mereka pun telah masuk ke kamar tamu. Dika bercakap-cakap dengan temannya di ruang depan.


"Apa kamu Wira saudara kembar Dika?" tanya Temannya, sebelum menjawab pertanyaan Dika. Sebenarnya mereka sedikit tak percaya, wajah mereka berdua benar-benar mirip.


"Iya. Saya Mahawira." jawab Dika sedih. Dia tidak ingin akhirnya seperti ini. Permainan yang mereka lakoni memberikan duka bagi orang-orang.


Maafkan aku Wira. Andai.... Andai kita tidak melakukan permainan ini.


Apakah keadaannya tidak seperti ini?


Tak lama teman pun bercerita. Runtut dan lengkap.


"Sore itu sekitar pukul empat, Dika bersama sahabatnya yang lain berangkat ke Puncak dalam satu mobil untuk menghadiri acara ulang tahun Jessie. Primadona kampus."


Dika mengangguk.


"Acara ulang tahun Jessie di adakan di villa pribadinya. Acara itu selesai sekitar pukul satu dini hari. Para tamu kemudian pulang satu persatu. Ada pula yang menginap di villa itu. Jessie pun tidak pulang malam itu. Sedangkan Dika pindah ke villa lain milik salah satu sahabat dari mereka."


Dika kembali mengangguk.

__ADS_1


"Nah, menjelang subuh. Mereka mungkin mendapatkan kabar dari seseorang yang mengabarkan kalau Dodi. Salah satu teman mereka yang di rawat di rumah sakit. Meninggal dunia."


Dika tersentak.


"Do...di?" tanya Dika tergagap.


Teman kampusnya itu menatap Dika yang nampak terkejut.


"Apakah kamu juga mengenalnya?"


Dika menjawab dengan terbata-bata.


"Ak...ku per..nah. Ya aku pernah di kenalkan dengannya. Dodi yang suka dugem kan?"


Temannya itu tersenyum dan sedikit mengangguk. Lalu melanjutkan ceritanya.


"Mereka tentu diberi tahu kalau jenazah Dodi akan segera dikebumikan pagi itu. Karena Dodi sahabat dekat mereka, akhirnya mereka bersikeras untuk menghadiri pemakaman Dodi."


"Maka, menjelang subuh itu mereka turun untuk pulang. Tidak ada yang tahu siapa yang menyetir mobil saat itu. Tapi yang jelas, pada saat tikungan tajam mobil mereka tergelincir dan sopirnya tidak mampu menguasai kemudi. Hingga terperosok dan jatuh ke sebuah jurang yang di sana."


Orang itu terdiam sesaat. Menggambil nafas dalam lalu menghembuskannya kasar.


"Mobil itu menghantam dasar jurang. Kemudian meledak. Polisi menyebutkan. Bensin dalam tangkinya kemungkinan telah diisi penuh dan keluar lalu meledakkan mobil saat itu juga."


Dika menunduk dan menutup wajah dengan kedua tangannya.


Malang sekali nasib mu, Wir. Batinnya lirih


°°°°°°°°°


Babang Dika sedang galau. Makanya baru muncul 😅




Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️


Terimakasih semua ☕😎

__ADS_1


__ADS_2