
...Ketika sesuatu yang baik terjadi...
...TUHAN ITU BAIK...
...ketika sesuatu yang buruk terjadi...
...TUHAN ITU BAIK...
...Meskipun terasa sulit, tapi itu benar....
...Kini, berjalan lah meski berbeda arah....
...Berbahagia lah.. Teriring doa sebagaimana kamu pernah membuat bahagia ♥...
...•••••••••••••••••••••••••••••••••...
Dika sangat terpukul dengan adanya kejadian ini. Namun, dia bisa apa sekarang? Yang dia bisa lakukan hanya memberi kekuatan kepada Bunda nya dan Ercilia tentu saja.
Bagaimana caranya aku mengatakan pada Ercilia?
Dika masih sibuk dengan segala pertanyaan untuk dirinya sendiri.
Tap tap
Tepukan di bahu Dika. Menyadarkan jika masih ada temannya di hadapannya.
"Sorry. Aku masih shock dengan semua ini."
"Aku mengerti. Pasti sangat berat untuk keluarga kalian. Dan, tidak ada yang tahu kejadian itu karena masih sangat pagi. Ketika kecelakaan itu terjadi, jalan masih sangat sepi." lanjutnya.
"Baru pagi harinya sekitar pukul delapan pagi. Seseorang melintas tidak sengaja melihat bangkai mobil yang masih terjilat api di dasar jurang. Kemudian dia menghubungi polisi."
__ADS_1
Dengan masih linglung, Dika bertanya perlahan.
"Siapa saja yang tewas dalam kecelakaan itu?"
"Saat dievakuasi kepolisian mereka menentukan mayat-mayat yang telah hangus. Sehingga kesulitan mengenali secara pasti siapa saja di antara mereka. Namun dari barang-barang yang tidak ikut terbakar. Mereka mengenali korban kecelakaan itu Ridho, Nathan, Romi, dan Dika."
"Dan orang tua Romi pun sudah mengkonfirmasi pada polisi jika anak mereka memang dijemput oleh Dika dan teman-teman lainnya."
Sekali lagi, Dika menutup kedua tangannya pada wajah. Membayangkan Wira. Menyayangkan kejadian tragis ini bisa terjadi.
………………
Jenazah yang di yakini adalah Wira tidak mungkin di bawah ke kota asalnya. Keluarga Wira pun setuju untuk memakamkan jasad Wira di salah satu pemakaman umum yang ada di kota.
Hari itu Empat jenazah sekaligus dibawa ke pemakaman yang sama. Pelayat memadati jalanan. Orang-orang mengikuti iring-iringan mobil jenazah. Para keluarga yang ditinggalkan tampak masih menangis di dalam mobil mereka.
"WIRAAAAAA.... Anakku yang Malang!" batinnya pilu.
……………………
Sudah seminggu lebih dari kejadian itu. Suasana duka belum juga terangkat dari rumah keluarga Dika. Setiap kali Dika punya kesempatan untuk berbicara. Selalu saja ibunya menyesali permainan tukar tempat itu. Kedudukan dan rasa kehilangan Mawar pada sosok Mahawira terlihat sangat besar. Itu sangat dapat di maklumi, selama ini Wira lah yang dekat dengannya. Wira selalu ada untuk nya karena memang masih tinggal bersama, sedangkan Dika hidup jauh di kota.
Dika pun terkadang masih merasa nelangsa sendirian di dalam kamar. Sang Bunda seperti tidak terima dengan kematian Wira. Seolah-olah menyalahkan dirinya atas tragedi itu.
Seharusnya kalian tidak melakukan permainan bodoh itu! Kalau saja Wira masih di sini, dia tidak akan mengalami peristiwa itu!
Entah sudah berapa kali Dika mendengar kata-kata itu. Entah Bundanya sedang sadar atau.... Entahlah yang jelas Bundanya masih terlihat terpukul.
Dika merasa dirinya diguncang berbagai macam persoalan. Dia merasa amat sangat kehilangan saudara kembarnya. Bundanya seperti menyalahkan dirinya atas kejadian itu. Sementara, dia sendiri juga masih tenggelam dalam kebingungan untuk menghadapi hidup setelah semua ini normal kembali.
__ADS_1
Akan jadi siapa kah dirinya?
Dika merasa, tidaklah mungkin dirinya selamanya akan terus menjadi WIRA.
Semirip apa pun mereka, semampu apa pun Dika menjadi sosok Wira. Dika tetap lah DIKA. Dika tidak mungkin terus bisa menempati posisi Wira. Tidak mungkin memakai identitas Wira terus.
Belum lagi prihal Ercilia?
Seperti apa aku harus menjelaskan?
Harus memulai dari mana aku katakan?
Aaarrrrrrgggggghhhhhh... Teriak Dika frustasi.
Dika merasa sangat galau memikirkan hal itu. Di atas segalanya, dia merasa sangat tertekan setiap kali menghadapi Ercilia. Kekasih Wira. Perempuan itu sama sekali belum tahu, Ercilia belum sadar telah kehilangan seorang kekasih. Sama sekali dia tidak tahu bahwa Wira lah yang tewas dalam kecelakaan itu. Meninggalkan dirinya. Ercilia masih yakin bahwa sosok yang sekarang ada di sisinya itu adalah Wira. Kekasihnya.
...Ercilia..Maaf...
...Bunda.. Maaf...
...Ayah.. Maaf...
...Wira... Maafkan aku! Batinnya menyesal....
••••••••••••••••••••••
Selamat menikmati KAUM KECE
Update sedikit dulu ya. Masih Unfit tenggorokan belum bisa di ajak kerjasama. kalau tenggorokan sakit susah buat ngopi, kalau kopi enggak ada? susah buat mikir. . 😜
Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️
__ADS_1
Terimakasih semua ☕😎